Nezar Patria Dipilih Jokowi Sebagai Wamenkominfo, Berikut Alasannya: Pernah Jadi Pempred

Nezar Patria dipilih sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) karena mempunyai berpengalaman di media serta BUMN

Tayang:
Editor: Jefri Susetio
Istimewa
Nezar Patria dipilih sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) karena mempunyai berpengalaman di media serta BUMN 

TRIBUNMEDAN.COM- Nezar Patria dipilih sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo).

Presiden Jokowi punya berbagai alasan memilih Nezar Patria sebagai Wamenkominfo. Satu di antaranya karena punya pengalaman di media.

Diketahui Nezar Patria pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi The Jakarta Post.

Baca juga: Sosok Nezar Patria, Aktivis 98 dan Eks Wartawan yang Kini Jadi Wamenkominfo, Hartanya Rp10,8 Miliar

 

Selain itu, Nezar Patria juga pernah menjadi anggota Dewan Pers untuk periode 2016-2019.

Tidak hanya berpengalaman di media, Nezar Patria juga tercatat sebagai Staf Khusus V Menteri BUMN. Artinya, ia berpengalaman di BUMN.

"Pak Nezar ini-kan pengalaman di media, pernah di Pemred Jakarta Post, pernah di Dewan Pers, pernah di BUMN," kata Jokowi dalam tayangan Breaking News Kompas TV, Senin (17/7/2023).

Jokowi merasa, pengalaman yang dimiliki Nezar baik di media maupun di BUMN akan sangat membantu Budi Arie untuk bersama-sama memimpin Kominfo.

"Saya kira akan sangat membantu sekali Pak Menteri Budi Arie," ujarnya.

Setelah resmi melantik Budi Arie sebagai Menkominfo dan Nezar Patria sebagai Wamenkominfo, Jokowi pun memberikan tugas penting.

Yakni tugas untuk menyelesaikan pembangunan Tower Base Transceiver Station (BTS) yang tertunda karena kasus korupsi Menkominfo sebelumnya, Johnny G Plate.

Jokowi menegaskan, penyelesaian pembangunan Tower BTS tetap harus berjalan, meskipun proses hukum kasus korupsi BTS tersebut masih berproses di pengadilan.

Sebab proyek tower BTS menyangkut pelayanan kepada masyarakat, terutama yang berada di daerah terdepan dan tertinggal.

"Kita ini punya waktu yang sangat pendek, satu setengah tahun kurang. Sehingga saya ingin yang pertama di Kominfo, penyelesaian BTS itu harus diutamakan," katanya.

"Penyelesaian hukum silakan berjalan, kita hormati proses hukum. Tetapi penyelesaian BTS juga harus tetap berjalan. Karena nanti menyangkut pelayanan kepada masyarakat terutama di daerah terdepan dan tertinggal," ujarnya.

"Jangan sampai kita sudah ada peristiwa hukum, BTS-nya juga terbengkalai. Itu tugas beratnya di situ," terang Jokowi.

Jokowi Lantik Budi Arie Jadi Menkominfo Baru, Nezar Patria Wakilnya

Sebelumya, Jokowi pada Senin pagi ini melantik Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Maju dalam sisa masa jabatan periode tahun 2019 hingga 2024.

Selain itu, Presiden mengangkat Pahala Nugraha Mansury sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.

Dan Nezar Patria sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika.

Kemudian, Presiden juga mengangkat Paiman Raharjo sebagai Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Rosan Perkasa Roeslani sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara, dan Saiful Rahmat sebagai Wakil Menteri Agama.

"Sebelum saya mengambil sumpah janji berkenaan dengan pengangkatan saudara-saudara sebagai menteri negara dan wakil menteri negara Kabinet Indonesia Maju dalam sisa masa jabatan periode tahun 2019-2024," ujarnya.

"Terlebih dahulu saya akan bertanya kepada saudara-saudara, bersediakah saudara untuk diambil sumpah janji menurut agama masing-masing?" kata Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/7/2023).

Mengapa Kursi Menkominfo Tidak Diberikan Lagi ke NasDem?

Jokowi memilih Budi Arie Setiadi yang berlatarbelakang relawan sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menggantikan Johnny Plate yang terseret kasus korupsi.

Jokowi tidak memilih pengganti Johnny dari partai politik lagi atau dari partai NasDem, mengingat Plate merupakan representasi Partai NasDem di Kabinet Indonesia Maju.

Jokowi menjelaskan alasan dirinya menunjuk orang non-partai politik sebagai Menkominfo.

Baca juga: Profil Claudia Alexander Scheneumann, Pemain Terbaik AFF U-19, Blasteran Jerman-Indonesia

 

Jokowi Beralasan Ingin Adanya Percepatan.

"Semuanya dalam tujuan akhir agar segera bekerja cepat," ujar Jokowi usai pelantikan Menkominfo di Istana Negara Jakarta, Senin (17/7/2023).

Jokowi memberikan jawaban yang sama saat ditanya alasan tidak memilih lagi tokoh dari Partai NasDem untuk menggantikan Johnny Plate.

Jokowi juga tidak menjawab saat ditanya apakah berkomunikasi dengan Surya Paloh dalam menentukan Menkominfo karena mengurangi jatah partai NasDem di Kabinet.

"Agar segera bekerja cepat. Agar ini selesai dengan kecepatan," kata Jokowi.

 

(Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Alasan Jokowi Pilih Nezar Patria Jadi Wamenkominfo Dampingi Menkominfo Budi Arie

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved