Viral Medsos

Elon Musk Sebut Penemuan Tak Masuk Akal soal Bahan Bakar Air Nikuba, Ini Sosok Aryanto Sang Penemu

CEO Tesla, Elon Musk, dalam beberapa kesempatan kerap mengolok-ngolok hidrogen sebagai bahan bakar mesin kendaraan.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
Brendan Smialowski / AFP
CEO Tesla, Elon Musk, pendiri SpaceX di Washington Convention Center di Washington DC, 9 Maret 2020. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Elon Musk Sebut Penemuan Bodoh dan Tak Masuk Akal soal Bahan Bakar Air Nikuba.

CEO Tesla, Elon Musk, dalam beberapa kesempatan kerap mengolok-ngolok hidrogen sebagai bahan bakar mesin kendaraan.

Seperti pada Juni 2020 silam, melalui akun Twitterya, Elon Musk menyebut kalau pengembangan teknologi mengubah air jadi energi mesin adalah hal konyol.

"Menjual hidrogen itu bodoh dan tidak masuk akal," kata Elon Musk dikutip dari CNBC, Jumat (14/7/2023).

Ia menyebut, hidrogen jauh berbeda dengan bahan bakar seperti dari energi fosil maupun beberapa sumber tenaga listrik terbarukan.

Sebelum dijadikan bahan bakar, butuh proses yang panjang dan sangat rumit untuk mengubah hidrogen dari air.

Untuk diketahui saja, hidrogen atau senyawa H2 bisa dibilang sangat melimpah di bumi.

Namun karena hidrogen adalah gas yang sangat ringan, gravitasi bumi tak mampu menarik molekul-molekuknya.

Sehingga akhirnya hidrogen lebih banyak menguap dan terperangkap di atmoster bumi.

Itu sebabnya, dalam kasus balon udara yang diisi dengan gas hidrogen, akan langsung melayang ke udara karena tidak terpengaruh gravitasi bumi.

Di permukaan bumi, hidrogen yang tidak menguap ke atas banyak terperangkap bersama oksigen atau O2.

Kedua unsur ini kemudian membentuk air atau H2O.

Perdebatan mengenai apakah air yang diubah menjadi hidrogen untuk kemudian dijadikan bahan bakar di ruang mesin kendaraan bermotor dengan nama alat bernama Nikuba, tengah mengemuka sejak beberapa hari terakhir di Tanah Air.

Nikuba yang diklaim sebagai alat pengubah air menjadi bahan bakar kembali viral setelah mendapat atensi dari mancanegara.

Nikuba hasil tangan dingin pria asal Cirebon, Jawa Barat, bernama Aryanto Misel.

Penemuan Nikuba tidak berjalan mulus di Indonesia.

Pemerintah melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan pakar otomotif lain meragukan kinerja alat itu.

Untuk diketahui, Nikuba merupakan nama yang merupakan akronim dari 'Niku Banyu' atau 'Ini Air'.

Nama ini kemudian digunakan pada sebuah alat inovasi baru yang diklaim mampu mengubah air menjadi bahan bakar kendaraan.

Air yang diubah menjadi energi memang jadi kontroversi sejak lama.

Sejatinya tak hanya di Indonesia, namun juga masih menjadi perdebatan di banyak negara.

Meski melimpah, sejauh ini air belum dikembangkan secara massal sebagai energi.

Menurut banyak ilmuan, alasannya mengubah air menjadi hidrogen perlu banyak proses.

Sehingga mengubah air menjadi hidrogen untuk dipakai sebagai bahan bakar dinilai justru sebagai pemborosan.

Alasannya, energi yang dipakai untuk mengkonversi hidrogen jauh lebih besar dibandingkan energi yang kemudian dihasilkan.

Elon Musk juga kembali menyinggung betapa tidak efisiennya menjadikan hidrogen sebagai bahan bakar mesin.

Hal itu disampaikan Elon Musk di acara yang diselenggarakan Financial Times pada Mei 2022 lalu.

Menurut Elon Musk, untuk menjadikan hidrogen sebagai bahan bakar, perlu biaya yang tidak sedikit guna memisahkannya dengan oksigen pada air.

"Itu bukan proses yang terjadi secara alami di bumi. Untuk mendapatkan hidrogen, Anda harus memisahkannya dari air dengan cara elektrolisis atau pemecahan hidrokarbon,"papar Elon Musk.

"Saat Anda melakukan proses pemecahan hidrokarbon, Anda belum benar-benar memecahkan masalah penggunaan bahan bakar fosil. Ini karena proses elektrolisis (memisahkan karbon) merupakan ide buruk," tambah dia.

Ia menjelaskan, fakta yang ada selama ini, proses memisahkan hidrogen dari air untuk kemudian dijadikan bahan bakar justru menggunakan listrik yang terbilang besar. Di mana listrik tersebut saat ini kebanyakan berasal dari energi fosil. Terlebih, listrik yang dihabiskan jauh lebih besar dibandingkan hidrogen yang dihasilkan alias besar pasak daripada tiang. Itu sebabnya, Elon Musk bilang, hidrogen bukan solusi untuk menggantikan bahan bakar fosil di masa depan.

Elon Musk berargumen, ketimbang orang-orang bermimpi menggunakan hidrogen dari air sebagai bahan bakar mesin, lebih baik mengembangkan lebih banyak energi hijau yang lebih realistis untuk kemudian dijadikan sumber listrik yang lebih efisen seperti tenaga surya, angin, dan sebagainya.

"Efisien elektrolisis? Itu hal yang buruk. Jadi Anda menghabiskan lebih banyak energi untuk memisahkan hidrogen dan oksigen. Kemudian dari hidrogen diubah jadi energi, itu juga butuh energi lagi," kata Elon Musk kepada Financial Times.

"Jika Anda harus memisahkan hidrogen dari air, ya Tuhan. Jumlah energi yang dipakai untuk membuat hidrogen untuk diubah menjadi bentuk cair sangat tidak masuk akal. Ini adalah hal paling bodoh yang bisa saya bayangkan dalam hukum penyimpanan energi," imbuh dia.

Sosok Aryanto Misel dan Cara Kerja Nikuba

Diketahui, baru-baru ini ramai soal penemuan alat bernama Nikuba yang berhasil mengubah air menjadi hidrogen sebagai pengganti bensin. Bahkan alat ini sempat digunakan oleh para personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI dari Komando Resor063/Sunan Jati, Cirebon, dan Komando Daerah Militer III/Siliwangi, Bandung.

Nikuba sendiri merupakan kepanjangan dari Niku Banyu yang artinya Itu Air. Alat ini dibuat oleh Aryanto Misel (68), warga Lemahabang Wetan, Kecamatan Lemahabang, Cirebon, Jawa Barat.

Dikutip dari Motorplus, Nikuba diklaim berfungsi memisahkan Hidrogen (H2) dan Oksigen (O2) yang terkandung dalam Air (H2O). Aryanto mengatakan, untuk 1 liter air yang dikonversi menjadi Hidrogen melalui Nikuba, mampu membuat kendaraan menempuh perjalanan dari Cirebon hingga Semarang, pulang pergi.

--

Nikuba atau artinya itu air, sebuah alat yang diklaim bisa mengonversi air menjadi hidrogen dan dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk kendaraan bermotor.

--

Tanggapan pakar ITB

Karena semakin ramai, pakar dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, Dr. Tri Yuswidjajanto memberikan penjelasan.

Nikuba yang tengah ramai di media sosial, dibedah secara ilmiah oleh para guru besar ITB di bidang teknik mesin.

Hasilnya, sulit dibuktikan jika Nikuba bisa membuat jarak tempuh motor hingga ratusan kilometer.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh pakar dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, Dr. Tri Yuswidjajanto.

"H2O (simbol kimia pada air) tidak dapat menggantikan peran bensin karena produksi H2O terbatas oleh pasokan listrik dari accu (aki)," ujar Dr. Yuswidjajanto dalam Webinar bertema "Air sebagai Bahar Bakar, Mungkinkah?" pada Rabu (25/5/2022) lalu.

Apalagi, kemampuan maksimal dari aki hanya bisa memproduksi 0,7 persen energi yang diperlukan motor.

Sementara, jika produksi H2O ditingkatkan, maka aki akan tekor. Sehingga motor akan mogok karena tidak ada pasokan listrik yang dibutuhkan.

Dr Yus menambahkan, H2O hanya dapat berfungsi sebagai suplemen namun andil terhadap efisiensi kemungkinan akan rendah.

"Apalagi adanya produk reaksi berupa H2O dan adanya uap air yang terikat, diam, dapat memunculkan bahaya korosi pada komponen ruang bakar," katanya.

Kemudian terbentuknya emulsi minyak lumas yang akan meningkatkan laju keausan komponen transmisi daya.

Dr. Yuswidjajanto pun mengungkapkan perlu dilakukan penelitian lengkap jangka panjang minimal tiga kali periode ganti minyak lumas, sebelum menggunakan Nikuba.

"Harus dilakukan penelitian lebih lengkap dan waktu yang tidak sebentar untuk membuktikannya, paling tidak memakan waktu tiga periode untuk pembuktiannya," tutup Dr. Yus.

Senada dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), mereka menganggap jika penemuan Aryanto Misel soal Nikuba itu belum cukup masuk akal.

"Sesuai dengan pengalaman saya, kayaknnya saat ini belum memungkinkan. Air itu adalah unsur paling stabil dibumi, kan dia yang diambil gas nya. jadi harus dipisahkan dengan proses elektrolisis," ujar Arifin Nur dikutip dari instagram @terangmedia, Senin (3/7/2023). "Kalau tanpa bensin sepertinya saya masih ragu,"lanjutnya lagi.

ALAT NIKUBA
NIKUBA - Penemuan alat bernama Nikuba yang berhasil mengubah air menjadi hidrogen sebagai pengganti bensin, sudah diuji oleh TNI. Nikuba sendiri merupakan kepanjangan dari Niku Banyu yang artinya itu air. Alat ini dibuat oleh Aryanto Misel (67), warga Lemahabang Wetan Kecamatan Lemahabang, Cirebon, Jawa Barat. Nikuba diklaim berfungsi memisahkan Hidrogen (H2) dan Oksigen (O2) yang terkandung dalam Air (H2O). (Ho)

Kini menjadi perhatian dunia otomotif

Aryanto Misel (68) yang menciptakan inovasi bahan bakar air bertajuk Nikuba (Niku Banyu), kini mendapat perhatian dunia. 

Bahkan, ciptaannya yang dianggap belum masuk akal oleh Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) ini telah dilirik petinggi otomotif di Eropa, seperti Lamborghini, Ferarri, dan Ducati.

Aryanto bahkan diundang ke Italia bersama dengan dua petinggi Octagon, perusahaan yang bergerak di bidang mesin tempel kapal listrik.

Aryanto terbang ke Italia pada Jumat (16/6/2023) dari Jakarta menuju Milan, Italia.

Aryanto Misel bersama dengan dua orang jajaran kelas atas dari PT Octagon, Sumardi dan Imanuel Hutapea diminta menguji coba Nikuba langsung untuk mobil Ferarri dan motor Ducati.

Apabila dalam pengujian bahan bakar Nikuba ini sukses, maka rencananya akan dipakai sepeda motor Ducati di ajang MotoGP.

Jika itu terjadi, ini berarti motor Ducati menjadi satu-satunya sepeda motor yang memanfaatkan BBM dari air.

Selama di Italia, Aryanto mengaku banyak bertemu dengan sejumlah teknisi otomotif dan bertukar pikiran mengenai pengembangan alat yang sudah ia buat.

Selain itu, Aryanto juga menunjukkan cara kerja alat buatannya di hadapan pihak Lamborghini, Ferarri, dan Ducati.

ALAT NIKUBA MENDUNIA
NIKUBA - Penemuan alat bernama Nikuba yang berhasil mengubah air menjadi hidrogen sebagai pengganti bensin, sudah diuji oleh TNI. Nikuba sendiri merupakan kepanjangan dari Niku Banyu yang artinya itu air. Alat ini dibuat oleh Aryanto Misel (67), warga Lemahabang Wetan Kecamatan Lemahabang, Cirebon, Jawa Barat. Nikuba diklaim berfungsi memisahkan Hidrogen (H2) dan Oksigen (O2) yang terkandung dalam Air (H2O). (Ho)

Karya Aryanto dihargai perusahaan asing, sudah teken kontrak dengan 3 pabrik otomotif

Hasilnya, Aryanto menekan kontrak dengan tiga pabrik otomotif tersebut.

Adapun kerja sama untuk mengembangkan Nikuba tertuang dalam lembaran kerja sama antara Aryanto dan produsen super car tersebut.

Di dalam kerja sama tersebut, disebutkan juga terkait pengembangan Nikuba, termasuk dari segi desain.

Menariknya, di dalam klausul kerja sama disebutkan juga bahwa Nikuba rencananya akan dipasarkan ke Brasil dan Afrika saat sudah menjadi satu produk super car.

Pada September 2023 mendatang, Aryanto direncanakan kembali berangkat ke Italia untuk membahas desain Nikuba yang akan menjadi elemen penting dalam produk super car.

Aryanto ciptakan Nikuba atas keprihatinan awal terhadap tukang ojek

Mengutip dari ANTARA, Aryanto Nikuba lahir atas keprihatinannya terhadap tukang ojek yang harus mengeluarkan banyak uang hanya untuk membeli bahan bakar minyak (BBM).

Untuk itu, Aryanto menciptakan Nikuba yang bisa mengubah air menjadi hidrogen, serta bisa digunakan untuk menjalankan mesin motor.

Aryanto mengaku, dirinya butuh waktu sampai 7 tahun untuk menciptakan mesin tersebut. “Cara kerja mesin ini itu mengubah air menjadi hidrogen dan langsung disalurkan ke ruang pembakaran,” ujar Aryanto, dikutip Senin (3/7/2023).

Cara kerja alat Nikuba

Menurut Aryanto, di dalam Nikuba terdapat proses pemisahan oksigen (O2) dan hidrogen (H2) yang terkandung di dalam air (H2O) melalui proses elektrolisis.

Katoda dan anoda air dengan unsur H2O dipisahkan, menjadi H2 dan O2. Hasil elektrolisis itu, kemudian langsung disalurkan ke ruang bakar mesin kendaraan sebagai bahan bakar.

Sementara itu, oksigennya akan kembali dielektrolisis menjadi hidrogen dan dialirkan lagi ke ruang bakar kendaraan.

Adapun air yang bisa digunakan adalah air yang sudah tidak memiliki kandungan logam berat.

Aryanto mengaku, sudah melakukan uji coba perangkat ini. Hasilnya sangat memuaskan karena bisa lepas dari ketergantungan bahan bakar fosil.

Korbankan 3 unit sepeda motor untuk uji coba

Selama tahap pengembangan alat Nikuba, Aryanto juga mengaku telah mengorbankan tiga unit sepeda motor yang dijadikan sebagai bahan uji coba.

Aryanto mengaku, Nikuba mampu menggantikan 100 persen suplai bensin di kendaraan motor roda dua dengan air. Di dalam sejumlah uji coba yang ia jalani, satu liter air yang sudah dikonversi menjadi hidrogen diklaim mampu membuat kendaraan roda dua menempuh perjalanan dari Cirebon ke Semarang, pulang-pergi.

“Sebanyak 1 liter air, kurang lebih bisa 450 kilometer. Kodam III Siliwangi juga melakukan test drive dari Bandung ke Garut. Pulang-pergi,” ujarnya.

Kata Aryanto, ada penghematan bahan bakar sekira 40-50 persen, kalau ke dari Cirebon ke Jakarta misal 20 liter, dengan dipasang Nikuba ini hanya menghabiskan 10 liter.  “Akhirnya saya kembangkan, terus ada tuntutan dari teman juga, bagaimana kalau dibuat untuk motor dibikin 100 persen tidak menggunakan BBM, saya ulik (coba) sampai lima tahun,” ungkapnya.

Aryanto mengungkapkan, pada saat ujicoba demi ujicoba ia mengorbankan tiga motor yang terbakar karena ujicoba tersebut.

“Kenapa terbakar semua, karena membutuhkan strum yang besar, sedangkan kabel di motor kecil-kecil, saya terus tekuni, dan mulai Tahun 2022 lalu sudah maksimal tidak ada kabel panas dan sebagainya. Ini sempurnanya Bulan April - Mei 2022,” ujarnya. "Nikuba ini sudah diaplikasikan di kendaraan bermotor."

“Dari ujicoba itu tidak ada trouble (kendala) pada mesin kendaraan bermotor tersebut,” jelasnya. 

Meski demikian, Nikuba belum dipasarkan secara bebas karena masih menunggu proses legalitas produk.

Aryanto Misel ciptakan alat mengubah air jadi bbm.
Aryanto Misel ciptakan alat mengubah air jadi bbm. (HO)

Lantas, Bagaimanakah sosok Aryanto Misel?

Aryanto Misel merupakan seorang pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah.

Kini, ia dikenal sebagai penemu Nikuba, sebuah teknologi revolusioner yang telah berhasil menarik perhatian petinggi otomotif di Eropa.

Aryanto Misel, seorang individu yang berbakat dan berdedikasi, telah menunjukkan minat yang mendalam dalam dunia otomotif sejak usia muda.

Sejak saat itu, ia telah menghabiskan waktu dan energinya untuk mempelajari berbagai aspek teknologi otomotif dan mengeksplorasi cara-cara baru untuk meningkatkan performa kendaraan.

Warga Lemahabang Wetan, Kabupaten Cirebon itu membuat alat yang disebut mampu mengonversi air menjadi hidrogen dan bisa digunakan sebagai bahan bakar pengganti bensin atau BBM untuk kendaraan bermotor.

Adapun alat tersebut dinamai Nikuba yang merupakan akronim dari kata bahasa Jawa 'Niku Banyu' yang artinya 'Itu air'

Teknologi ini merupakan hasil dari penelitian dan inovasi yang tak kenal lelah.

Nikuba adalah sistem penggerak inovatif yang menggabungkan tenaga listrik dengan mesin pembakaran dalam, menghasilkan kekuatan yang luar biasa dengan emisi yang rendah.

Keberhasilan Aryanto Misel sebagai penemu Nikuba membawa pengaruh yang signifikan dalam dunia otomotif.

Kehadiran teknologi inovatifnya telah mendorong perubahan positif dalam industri ini, dengan mengedepankan performa yang lebih baik, efisiensi energi, dan pengurangan emisi gas buang.

Aryanto menjadi teladan bagi para inovator muda di bidang otomotif dan membuktikan bahwa dedikasi dan kerja keras dapat membawa perubahan besar.

Kisah sukses Aryanto Misel dan penemuannya, Nikuba, menunjukkan bahwa inspirasi dan kreativitas dapat melahirkan inovasi yang mengubah dunia.

Melalui dedikasi yang tanpa henti dan semangat untuk terus mengembangkan teknologi, Aryanto Misel telah membuktikan bahwa tak ada batasan bagi mereka yang bermimpi besar.

Berita soal Aryanto Misel dengan alat Bahan Bakar Air ciptaannya inipun menjadi perbincangan dunia.

PENCIPTA NIKUBA ARYANTO MISEL
PENCIPTA NIKUBA - Penemuan alat bernama Nikuba yang berhasil mengubah air menjadi hidrogen sebagai pengganti bensin, sudah diuji oleh TNI. Nikuba sendiri merupakan kepanjangan dari Niku Banyu yang artinya itu air. Alat ini dibuat oleh Aryanto Misel (67), warga Lemahabang Wetan Kecamatan Lemahabang, Cirebon, Jawa Barat. Nikuba diklaim berfungsi memisahkan Hidrogen (H2) dan Oksigen (O2) yang terkandung dalam Air (H2O). (idxchannel)

Profil Aryanto Misel

Aryanto Misel merupakan warga Cirebon, Jawa Barat tepatnya dari Kecamatan Lemahabang.

Namun ia sebenarnya pria kelahiran Semarang, 30 Agustus 1955 berarti kini berusia 68 tahun, telah memiliki seorang istri bernama Hj. Siti Rossiana.

Dari pernikahannya, Aryanto Misel dikaruniai dua orang anak perempuan bernama Desy yang kini sudah berusia 36 tahun dan Eni kini sudah berusia 37 tahun.

Aryanto Misel hanya menamatkan sekolahnya hingga SMP saja.

Namun, ia mempunyai laboratorium pribadi untuk mengembangkan berbagai temuannya.

Dari hasil ciptannya ini, Aryanto sebagai professor tanpa gelar.

Mengenai hak paten Nikuba, Aryanto Misel telah memiliki hak paten yang resmi terdaftar dengan nomor DID2022054964 kode kelas 9.

Biodata Aryanto Misel:

Nama Lengkap: H. Aryanto Misel

Asal: Cirebon, Jawa Barat

Tempat dan Tanggal Lahir: Semarang, Jawa Tengah, 30 Agustus 1955 (68 tahun).

Nama istri: Hj. Siti Rossiana

Nama dua anak: Desy dan Eni

Baca juga: SOSOK Aryanto Misel Penemu Alat Pengubah Air Jadi Bahan Bakar, Kini Dikontrak Lamborghini dan Ferari

(*/Tribun-medan.com/Tribun-jabar)

Berita ini sebagian telah tayang di kompas.com dengan judul Kendaraan Berbahan Bakar Air, Elon Musk: Bodoh dan Tidak Masuk Akal

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved