Berita Viral

Sudah Tertulis Parkir Gratis, Tapi Pria Ini Tetap Ngotot Minta Uang dari Pelanggan Roti di Setiabudi

Pria tersebut tetap ngotot minta uang, padahal di depan toko sudah terpampang jelas tulisan bebas biaya parkir.

Tayang:
Penulis: Istiqomah Kaloko | Editor: Ayu Prasandi
Instagram.com/@medantau.id.
Seorang pria ngotot minta uang parkir dari pelanggan di sebuah toko roti di Setiabudi, Medan, Jumat (7/7/2023). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang pria ngotot minta uang parkir dari pelanggan di sebuah toko roti di Setiabudi, Medan.

Pria tersebut tetap ngotot minta uang, padahal di depan toko sudah terpampang jelas tulisan bebas biaya parkir.

Video yang memperlihatkan keributan antara pria dan pelanggan roti itu diunggah oleh akun Instagram @medantau.id.

Pada keterangan unggahan itu disebutkan bahwa kejadian itu berlangsung pada Jumat (7/7/2023).

Diketahui kejadian tersebut bermula saat pelanggan itu baru saja membeli roti.

Namun saat hendak mengeluarkan mobilnya dari parkiran, pria itu tiba-tiba datang meminta uang padahal sudah tertera bebas biaya parkir.

"Kejadian itu kak saya parkir di dalam halaman toko rotinya, nah pas saya sudah siap belanja si tukang parkir ini dari luar tiba tiba nongol mau parkirin mobil saya keluar. terus saya bilang gak parkir pak soalnya gratis.

Terus si kang parkirnya nyolot kenapa ga bayar parkir katanya. terus saya bilang bapak bisa liat kan ada bacaan gratis parkir," kata pelanggan itu dikutp dari keterangan [email protected].

Setelah melihat hal itu, pelanggan roti kemudian bertanya kepada seorang karyawan toko tentang parkir.

“Bayar parkir ya?” tanya pengunjung kepada seorang karyawan di dalam toko roti.

“Gimana sih Bapak,” sambungnya.

Terlihat petugas parkir mengikutinya dari belakang dan menyatakan bahwa wilayah bebas parkir terbatas hanya di depan toko.

Petugas parkir juga menyalahkan pemilik toko karena tidak memiliki lahan yang luas.

“Itu beberapa kali itu dikeluarkan suratnya kendaraan parkir itu dimana halamannya, ini aja udah melanggar juga. Inikan kalau buka toko itu harus lebar halamannya. Nanti diparkir mobil di depan, terganggu,” ujar petugas parkir kepada seorang wanita yang diduga sebagai pemilik toko.

Selanjutnya, petugas parkir juga mempermasalahkan batas halaman toko yang menurutnya merupakan milik pemerintah.

"Jangan asal bilang aja parkir gratis, berapa pembayaran ke Dishub, ini milik pemerintah," katanya.

Hingga kini, belum diketahui bagaimana akhir dari permasalahan soal biaya parkir tersebut.

Pengunjung Keluhkan Biaya Parkir di Depan PRSU, Dipungut Rp 25 Ribu per Mobil

Beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatakan pengunjung keluhkan biaya parkIr di depan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU).

Pasalanya pengunjung yang memarkirkan mobilnya di depan PRSU tersebut dipungut biaya sebesar 25 ribu per mobil.

Tak hanya itu, pengunjung tersebut juga menyebut biaya itu tak disertai karcis parkir.

Video keluhan pengunjung soal biaya parker PRSU tersebut kini viral dan beredar di media sosial.

Salah satu akun yang mengunggah video keluhan itu adalah akun Instagram @akuaslimedan.

“MEDAN SURGA BISNIS PARKIR LIAR. Parkir di depan PRSU DIKUTIP Rp 25 ribu per mobil tanpa tiket/tanpa karcis sangat meresahkan,” isi narasi dalam video itu.

Dalam video itu tampak seorang pengunjung wanita merekam area parkir yang ada di depan PRSU.

Wanita itu terdengar mengeluhkan soal biaya parkir yang dianggap terlalu mahal di depan PRSU tersebut.

“Halo pak Bobby, halo pak Bobby Nasution, Walikota Medan. Liat ini pak parkiran di depan, di depan ini pak luar biasa mahalnya. Ucap wanita itu.

Ia mengatakan bahwa tukang parkir di depan PRSU tersebut memungut sebesar 25 ribu permobil.

“25 ribu permobil pak, 25 ribu. Ini pak satu mobil ini 25 ribu,” kata wanita itu sambal menunjuk-nunjuk deretan mobil yang terparkir.

“Tapi katanya namanya Pekan Raya Sumatera Utara pak, tapi kenapa parkirnya kena 25 ribu,” sambung wanita itu.

Lebih lanjut, wanita itu kemudian berharap agar Bobby Nasution selaku Walikota Medan menindaklanjuti soal tariff parkir tersebut.

Apalagi menurutnya, pungutan tersebut tak disertai karcis parkir.

“Tolong pak Bobby ditindak ya, ditindaklanjuti ya pak, banyak parkir-parkir liar ini pak Bobby,” ujar wanita itu.

Unggahan video soal keluahan parkir di depan PRSU itu kini viral dan beredar di media sosial.

Sontak video itu ramai oleh komentar-komentar warganet.

”Ga heran tuh asal ada kesempatan, dtglah jukir liar dari Ormas yg seolah2 macam tanah mereka... pertanyaan nya kok ga hbs2 jukir liar di Medan??,” tulis @arifin.poh.

“Tolong pak @bobbynst d tindak para jukir liar yg tidak memiliki surat izin parkir pak, dan hanya sedikit masukan pak,tolong d beri plang tarif parkir d setiap jalan yg rawan parkir d badan jalan. krna gak sesuuai tarif parkir d kota medan ini kami lihat, mahalan lagi parkitnya ketimbang yg d belanjakan,” tulis @ahmad_fadlan_07.

”Apakah jukirnya mau ganti rugi, kalau ada contoh spion yang hilang?,” tulis @ferrydahniarpanjaitan.

“Aku pengen jadi tukang parkir luar di medan, jaya jaya jaya! 25rb satu mobil setengah tahun udah bisa beli rumah satu,” tulis @beyberyy.

(cr31/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved