5 Kekurangan JIS yang Perlu Diperbaiki Sesuai Standar FIFA, Mulai Rumput, Akses hingga Lahan Parkir

Inilah lima kekurangan Jakarta International Stadium (JIS) agar sesuai standarisasi FIFA, dalam memperbaiki lima hal ini pemerintah harus keroyokan de

Tayang:
KOLASE/TRIBUN MEDAN
Kekurangan Jakarta International Stadium (JIS) agar sesuai standarisasi FIFA. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah lima kekurangan Jakarta International Stadium (JIS) agar sesuai standarisasi FIFA.

Untuk menyempurnakan JIS ini agar sesuai standarisasi FIFA, pemerintah tampaknya harus keroyokan demi Piala Dunia U-17.

Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono tak menampik bila banyak aspek dari JIS yang perlu dibenahi agar bisa menghelat pertandingan Piala Dunia U-17.

"Iya pasti masih ada PR (pekerjaan rumah)," ujar Heru Budi saat berada di Stasiun LRT Halim, Jakarta Timur pada Rabu (28/6/2023).

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengaku akan menyempurnakan Jakarta International Stadium (JIS) agar sesuai standarisasi FIFA.

Baca juga: STADION JIS Warisan Anies Dibandingkan Dengan Santiago Bernabeu dan Wembley, PSSI Disuruh Buka Mata

Penyempurnaan sesuai standar FIFA akan dilakukan berkait JIS yang menjadi opsi salah satu stadion perhelatan Piala Dunia U-17.

"Ini kita sempurnakan, yang mana yang harus kita sempurnakan," ujar Heru di Jakarta Utara, Selasa (4/7/2023).

Heru bersama Menteri BUMN sekaligus Ketua PSSI Erick Thohir dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau JIS pada Selasa pagi.

Kegiatan peninjauan dilangsungkan untuk melihat apa saja kekurangan JIS, sehingga renovasi tepat sasaran.

Inilah lima kekurangan JIS yang harus diperbaiki

1. Perbaiki Akses

Heru mengatakan, salah satu yang masih harus diperbaiki yakni akses masuk ke Stadion JIS.

Saat ini, hanya ada satu akses masuk ke stadion tersebut.

"Iya untuk aksesnya nanti kami akan perbaiki. Nanti kami tambah. Minggu depan akan saya sampaikan detailnya," kata Heru.

Heru sebelumnya menyatakan akan menemui Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam waktu dekat untuk membicarakan terkait opsi JIS sebagai salah satu venue Piala Dunia U-17.

Dalam kesempatan berbeda, Erick Thohir mengatakan pihaknya menampung usulan berbagai pihak untuk meninjau beberapa stadion yang memenuhi standar.

Terkait JIS, pihaknya juga akan melakukan pengecekan. Pasalnya, ada beberapa kendala yang ditemui di JIS, seperti parkir dan akses penonton.

"Kemarin kendalanya parkir sama akses penonton, yang harusnya ada empat pintu baru terbuka satu pintu," kara Erick, dikutip dari tayangan Kompas TV.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berduel adu penalti bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Rabu (16/2/2022).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berduel adu penalti bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Rabu (16/2/2022). (KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANI)

2. Kendala Transportasi

Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menilai akses transportasi umum menuju JIS menjadi permasalahan yang krusial dan perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta pada era Anies Baswedan sengaja membangun JIS dengan sedikit lahan parkir agar masyarakat berpindah ke layanan transportasi umum.

Namun nyatanya, lanjut Gilbert, layanan transportasi umum untuk mencapai kawasan JIS di Jakarta Utara tidak memadai.

"Memang didesain bukan untuk parkir dan itu saya setuju. Cuma JIS juga susah. Kalau memang tidak disediakan parkir, ya akses transportasi publik diperbaiki," kata Gilbert.

"Ini kan parkir tidak diperbaiki, transportasi publik tidak diperbaiki, ya orang mengeluh bagaimana mau ke sana," sambungnya.

3. Rumput JIS Akan Diganti Semua

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan rumput di Jakarta International Stadium (JIS) tidak memenuhi standar FIFA dan akan diganti semuanya untuk bisa menggelar Piala Dunia U-17 2023.

Baca juga: JIS Dibilang tak Layak, PKS Bela Anies: Belum Ada Gubernur yang Bangun Stadion Semegah Ini

Baca juga: PSSI Ditantang Lihat Santiago Bernabeu dan Wembley Jika Stadion JIS Dianggap Tak Berstandar FIFA

"Hari ini kami melihat JIS, stadion yang bagus, namun kami evaluasi. Kalau nanti dievaluasi FIFA mudah mudahan sudah bisa dapat memenuhi standar. Di antaranya salah satu yang utama adalah rumput,”

“Kondisi rumput sekarang menurut evaluasi ahlinya, yang juga mengevaluasi 22 stadion termasuk yang memasang rumput GBK untuk Asian Games, jelas tidak masuk standar FIFA kalau dengan kondisi sekarang," ujar Basuki di Stadion JIS, Selasa (4/7).

Menteri Basuki melakukan inspeksi JIS bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono.

Basuki mengatakan berdasarkan Chairman Karya Rama Prima (KaerPe), Qamal Mustaqim, perusahaan yang mengurus rumput Stadion GBK, rumput di JIS harus diganti semuanya.

"Namun ada solusinya. Kita akan ganti semua rumput tersebut, sesuai dengan ahlinya beliau [Qamal]. Pak Qamal sebagai ahli agronomi untuk rumput di stadion. Menurut beliau, harus diganti, kalau mau tiga bulan bisa dipakai. Itu jangka pendek saja," ucap Basuki.

"Nanti kalau jangka panjangnya, mungkin harus diubah rumputnya. Jadi itu salah satunya, rumput yang sekarang tidak dapat memenuhi kriteria FIFA sesuai dengan pengalaman beliau. Itu akan diganti dengan rumput yang lain untuk bisa dipakai [Piala Dunia] U-17," sambung Basuki.

4. Akses Stadion dan Penonton

Basuki memaparkan beberapa hal dan akan kelak akan menyempurnakan stadion yang baru diresmikan pada tahun lalu.

"Kemudian akses stadion, penonton keluar, menurut Jakpro sudah cukup, sudah pernah disimulasi. Syaratnya adalah 15 menit, ini 82 ribu penonton. Jadi 15 menit sesuai dengan kalau GBK standar FIFA dulu, itu harus kosong dengan selamat. Simulasinya menurut beliau sudah oke, nanti kita akan lihat simulasinya lagi."

"Kemudian akses [gerbang masuk/keluar] ke [area] stadion, yang ada existing sekarang hanya satu. Menurut saya, ini bahaya ya, security-nya. Apalagi di lingkungan

Stadion JIS
Stadion JIS (FB - Anies Baswedan)

Untuk meminimalisasi risiko serta belajar dari pengalaman dari penggunaan JIS beberapa waktu lalu, Basuki berjanji bakal membangun tambahan akses lagi

"Jadi akan ditambah lima akses lagi untuk, baik jembatan-jembatan penyeberangan, karena kemarin pengalaman Jakmania, banyak yang parkir di Ancol. Dan, kalau mau ke sini harus mutar. Jadi akan kita bangunkan jembatan supaya lebih cepat," terangnya.

Selain akses, Basuki memaparkan pula bakal memaksimalkan keberadaan JIS dengan melakukan pergantian rumput, keterkaitan dengan beberapa moda transportasi, dan akses bis untuk kesebelasan yang akan bertanding.

5. Lokasi Parkir Sangat Sempit

Adapun lokasi parkir di Zona Barat yang sangat sempit.

Sehingga bus pertandingan tidak bisa masuk dan terhalang oleh pintu tiket. N

antinya lokasi parkir tersebut akan dipugar sesuai standar.

“Kondisi sekarang bus enggak bisa masuk karena ada pintu tiket di situ. Jadi itu dilebarkan,” pungkas Basuki.

(*/TRIBUN-MEDAN.COM)

Baca juga: PANJI GUMILANG Buka Suara Usai Diperiksa Bareskrim Polri, Bantah Ada Bekingan Istana!

Baca juga: Siswa SMP Bakar Sekolah Karena Dibully Guru dan Teman Dikenal Anak Baik, Kepsek : Pokoknya Caper Aja

 

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved