Berita Viral
VIRAL Wali Kota Nikahi Buaya Betina Sampai Didandani Bak Pengantin, Rupanya Alasannya Karena Hal Ini
Seorang wali kota di Meksiko melakukan pernikahan yang tidak biasa. Bagaimana tidak, ia menikahi seekor buaya betina bernama Alicia Adriana.
Penulis: Liska Rahayu | Editor: Liska Rahayu
TRIBUN-MEDAN.com – Seorang wali kota di Meksiko melakukan pernikahan yang tidak biasa.
Bagaimana tidak, ia menikahi seekor buaya betina bernama Alicia Adriana.
Pernikahannya ini pun disebut-sebut merupakan sebuah ritual untuk meminta kemakmuran dan keberuntungan bagi rakyatnya.
Mengutip BBC, wali kota San Pedro Huamelulua bernama Victor Hugo Sosa, diketahui telah menikah dengan seekor buaya bernama Alicia Adriana.
San Pedro Huamelulua merupakan sebuah kota suku Chontal di Meksiko.
Alicia adalah buaya Caiman yang hidup di rawa-rawa Amerika Tengah dan Selatan.
Buaya tersebut diketahui berusia 7 tahuna dan dijuluki sebagai "putri kecil" dan disebut melambangkan dewa yang berhubungan dengan ibu pertiwi.
Pernikahan buaya dengan pemimpin setempat melambangkan penyatuan manusia dengan yang ilahi.
"Ini adalah penyatuan dua budaya, penyatuan Huaves dan Chontales," kata Tuan Hugo Sosa .
"Aku memikul tanggung jawab karena kami saling mencintai. Itu penting. Kau tidak bisa menikah tanpa cinta," ucap Sosa.
Hugo Sosa lalu mencium kepala buaya itu.
Usai upacara pernikahan, wali kota menari bersama mempelai wanita diiringi musik tradisional.
Pernikahan antara seorang pria dan seekor buaya Caiman telah berlangsung selama 230 tahun terakhir.
Pernikahan ini untuk merayakan perdamaian antara komunitas adat Chontal dan Huave, di negara bagian Oaxaca, Meksiko selatan.
Wali kota mewakili Raja Chontal dan buaya mewakili putri Huave.
Legenda mengatakan, konflik antara manusia dan buaya berakhir ketika Raja Chontal, yang diwakili sebagai wali kota hari ini, menikahi seorang putri dari suku asli Huave, yang diwakili oleh seekor buaya betina.
Suku Huave tinggal di sepanjang pesisir negara bagian Oaxaca, tidak jauh dari kota Chontal di San Pedro Huamelulua.
"Pernikahan memungkinkan para pihak untuk bersatu dengan simbol Ibu Pertiwi, meminta hujan kepada Yang Mahakuasa, agar benih berkecambah, sehingga semua dapat membawa kedamaian dan harmoni bagi masyarakat Chontal," kata sejarawan Jaime Zarate.
Sebelum upacara pernikahan, buaya dibawa ke setiap rumah agar orang bisa berpelukan dan menari.
"Pengantin buaya" itu mengenakan rok hijau, atasan bordir tangan warna-warni, dan topi yang terbuat dari pita dan payet.
Moncong buaya diikat erat untuk menghindari kecelakaan pranikah.
Setelah itu, buaya tersebut didandani dengan pakaian pengantin berwarna putih dan dibawa ke balai kota untuk dilangsungkan pernikahan.
Sebagai bagian dari ritual, nelayan setempat Joel Vasquez menebarkan jalanya dan menabur harapan kota bahwa pernikahan tersebut dapat “memancing” hal yang baik, untuk kemakmuran, untuk keseimbangan dan hidup yang damai.
(Yui/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/VIRAL-Wali-Kota-Nikahi-Buaya-Betina-Sampai-Didandani-Bak-Pengantin-Rupanya-Alasannya-Karena-Hal-Ini.jpg)