Berita Medan
Bendahara PDIP Medan Bantah Panda Nababan Mengkritik Wali Kota Medan, Boydo : Itu Nasehat
Menurut Boydo, sudah selayaknya senior memberikan nasehat dan saran untuk anak didiknya.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Bendahara PDIP Medan, Boydo Panjaitan mendukung politisi senior PDIP, Panda Nababan memberikan kritikan terhadap Wali Kota Medan, Bobby Nasution.
Dikatakan Boydo, Panda Nababan bukanlah mengkritik.
Namun, memberikan nasehat selayaknya bapak menasehati anak kandungnya.
Menurut Boydo, sudah selayaknya senior memberikan nasehat dan saran untuk anak didiknya.
"Itu kalau dibilang bukan kritikan. Tapi didikan nasehat seorang senior partai dan nasehat orang tua kepada anak," jelasnya saat dikonfirmasi Tribun Medan, Senin (3/6/2023).
Boydo juga mengumpamakan nasehat yang diberikan Panda Nababan kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution.
"Orang tua saya juga dulu gitu. Memberikan nasehat bukan kritikan," ucapnya.
Menurutnya, suatu keberhasilan pemimpin itu banyak kategori yang menjadi penilaian.
"Seumpama begini, orang yang dapat nilai sembilan di sekolah belum bisa disebut berprestasi. Begitupun pemimpin. Dan memang orang batak didikannya cukup keras," jelasnya.
Disinggung, apakah dirinya sebagai kader PDIP juga melihat adanya perubahan di Kota Medan atau tidak, Boydo tidak menjawab.
"Dalam kepemimpinan Pak Bobby, kalau pembangunan jelas sudah terlihat dan ada beberapa yang sudah jadi. Kita patut berbangga. Karena kita bisa menggunakan privillage nya sebagai menantu presiden. Sehingga, banyak anggaran untuk pembangunan Kota Medan," ucapnya.
Namun, kategori pemimpin berprestasi, diterangkan Boydo ada tingkatan indikasi penilaian.
"Misal bisa kita nilai dari apa yang terjadi dalam pertumbuhan masyarakat Kota Medan sebelum dan sesudah Pak Bobby menjabat sebagai Wali Kota," jelasnya.
Selain itu, Boydo menerangkan juga bisa dinilai dari program-program nasional yang dihadirkan pusat dan direalisasikan ke daerah.
"Misal program stunting meningkat atau apa indikasi itu bisa dinilai ada perkembangan misal indikasi kebersihan atau kemiskinan warga," jelasnya.
Boydo juga menyoroti tanggapan Juru Bicara Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak yang turut mencampuri kritikan senior PDIP Panda Nababan.
"Malah saya kurang setuju dengan Lae Dahnil Anzar Simanjuntak. Tanggapan dia itu seperti penjilat. Ngapain dia mengurusi dapur orang. Pakai suruh menyuruh Pak Panda keliling Kota Medan. Ini urusan bapak lagi nasehatin anaknya. Dia gak perlu ikut mengomentari," jelasnya.
Dikatakannya, Panda Nababan itu hanya ingin menasehati juniornya agar ke depan Kota Medan semakin maju.
"Ini semacam nasehat didikan seorang bapak, opung dan seniornya kepada anak atau cucunya," jelasnya.
Juru Bicara Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak meminta Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengundang Panda Nababan keliling Kota Medan.
Hal itu dikatakannya untuk menjawab ungkapan politisi PDIP, yang menyebutkan Bobby Nasution minim prestasi di Medan.
Menurutnya, Panda Nababan harus ke Medan untuk melihat langsung perubahan yang terjadi di masa Bobby memimpin Medan.
"Mas Bobby menurut saya memang memiliki previllige karena beruntung beliau menantu Pak Jokowi, tapi kan itu bukan bisa beliau pilih, itu takdir yang beliau dapat. Nah itu bagus untuk mengakselerasi pembangunan di Medan," kata Dahnil Anzar Simanjuntak saat dijumpai, Minggu (2/7/2023).
Dahnil menyebutkan, jika Prabowo Subianto sendiri mengapresiasi akselerasi pembangunan yang dilakukan oleh Bobby di Medan.
Apresiasi itu, Kata Dahnil disampaikan Prabowo ke Bobby saat berkunjung ke Medan beberapa waktu yang lalu.
"Menurut saya akselerasi (pembangunan) itu, bahkan kemarin waktu Pak Prabowo hadir di Medan, Pak Prabowo menyampaikan akselerasi-akselerasi pembangunan yang sudah dilakukan Mas Bobby terus terang kami mengapresiasi itu, Gerindra, Pak Prabowo, saya," sebutnya.
Menurut Dahnil, Bobby memiliki political will yang baik dalam menanggapi masalah di Medan.
Untuk itu Ia berharap, sikap serupa juga harus dimiliki oleh para birokrat di Medan.
"Saya lihat Mas Bobby memiliki political will yang baik dan mudah-mudahan itu juga menjadi tanggung jawab semua birokrat, jadi political will nya Mas Bobby itu juga harus menjadi political will nya birokrat di Kota Medan, jadi apa yang dimulai Mas Bobby ini positif," ucapnya.
Dahnil menjelaskan soal pengalamannya selama di Medan, banyak yang mengeluhkan soal macet akibat pembangunan.
Namun menurut Dahnil, dampak dari pembangunan yang dilakukan Bobby saat ini akan memiliki tren positif beberapa tahun ke depan.
Dia menyarankan agar Bobby mengajak Panda Nababan Keliling Kota Medan. Sehingga Panda Nababan mengetahui apa saja yang sudah dikerjakan oleh Bobby selama menjabat.
"Saran saya, ajak Pak Panda keliling Medan, tunjukkan apa-apa yang sudah dilakukan di Medan, bila perlu nanti saya bisa ajak Pak Panda keliling Medan untuk melihat apa yang sudah dimulai oleh Mas Bobby hari ini dan insya Allah beberapa tahun ke depan akan kelihatan positif," tutupnya.
(Cr5/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Bobby-Nasution-dan-Panda-Nababan.jpg)