Liga Indonesia
Eks PSMS Medan Gustavo Chena Beberkan Ngerinya Main di Liga Indonesia, Pola Makan pun Sembrono
Lebih gilanya, Gustavo Chena menyoroti masalah pemain Indonesia yang kerap makan sembarangan.
"Dan makan ayam goreng sebelum pertandingan atau saat istirahat babak pertama, makan sebuah hamburger, coklat, atau donat."
"Mereka menjaga kebiasaan ini dalam jangka waktu lama karena mereka tidak mau mengubahnya," ujarnya.
Baca juga: Mafia Bola Berulah Bikin Pengaturan Skor di Liga Indonesia, Ini Respons Ketua Umum PSSI Erick Thohir
Gustavo Chena pernah bertengkar dengan manajer saat berkarier di salah satu klub di Liga Indonesia di ruang ganti usai babak pertama.
"Suatu hari, saya bermain di salah satu klub, saya bertengkar dengan manajer klub karena setelah babak pertama, di ruang ganti, alih-alih menyajikan buah-buahan, yogurt, cereals di meja, mereka lebih memilih pizza dan donat," ujar Gustavo Chenadengan nada bercanda.
"Saya berkata pada mereka, 'Mereka sudah gila, bagaimana mereka bisa makan donat sebelum tampil di babak kedua'."
"Tetapi karena sudah biasa dengan itu, jika mereka tidak memakannya, mereka merasa sangat buruk, itu jadi bagian dari pendidikan yang tidak pernah mereka dapatkan," ujarnya.
Sisi gelap paling brutal yang diceritakan Gustavo Chena saat masih berkarier di Liga Indonesia soal tingkah di skuad Timnas Indonesia.
Saat itu, Timnas Indonesia pernah dilatih oleh juru taktik asal Argentina, Luis Manuel Blanco, pada medio 2013.
Gustavo Chena bercerita saat itu pemain Timnas Indonesiamogok latihan, karena menunya terlalu berat.
Karena pemogokan tersebut, pelatih asal Argentina langsung mengundurkan diri dari kursi pelatih Timnas Indonesia.
"Ya, tentu saja. Ada seorang pelatih Argentina, Luis Manuel Blanco, yang memimpin timnas Indonesia dan menyerah karena para pemain tidak memperhatikannya," ujar Gustavo Chena.
"Dia ingin menerapkan semuanya sekaligus dan tidak dapat mengubah apapun."
"Saya mengatakan kepadanya, 'Anda harus melakukannya dengan lambat karena mereka belum siap'."
"Dia mengambil alih dengan ide diet, pelatihan kinerja tinggi, yang sesuai, dan para pesepakbola menentangnya."
"Suatu hari, dia tiba di tempat latihan dan para pemain dari tim nasional sedang duduk mengelilingi lapangan dan mereka mengatakan kepadanya 'kami tidak sedang berlatih'."
"Setelah sebulan, ia harus mengundurkan diri dari Timnas Indonesia karena tidak mau beradaptasi dengan metode kerjanya. Orang Indonesia sangat tertutup (saat itu)," ujarnya.
(tribun-medan.com)
Artikel ini telah tayang di BolaSport.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Gustavo-chena-psms.jpg)