News Video
Usai Diperas Polisi Rp 50 Juta, Dua Waria Ini Dapat Intimidasi Dua Perwira Menengah Polisi
Dua waria bernama Deca alias Kamal Ludin dan Fury alias Rianto, yang melapor setelah diperas Rp 50 juta oleh personel Polda Sumut merasa diintimidasi
Penulis: Fredy Santoso |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua waria bernama Deca alias Kamal Ludin dan Fury alias Rianto, yang melapor setelah diperas Rp 50 juta oleh personel Polda Sumut merasa diintimidasi perwira menengah Polda Sumut.
Intimidasi dialami waria setelah Kombes Budiman Bostang Panjaitan dan AKBP Budi mendatangi indekos Deca pada Sabtu 24 Juni kemarin.
Kedua perwira menengah Polri itu disebut menggedor-gedor pintu indekos Deca.
Saat itu Deca menolak membuka pintu karena merasa mereka seharusnya menghubungi kuasa hukumnya, karena telah didampingi pengacara.
Namun lantaran ketakutan, Deca akhirnya menghubungi kuasa hukumnya dari lembaga bantuan hukum (LBH) Medan.
"didatangi oleh Kombes Budiman Bostang Panjaitan dan AKBP Budi. mendatangi rumah ataupun kos-kosan klien kita untuk apa kita tidak tahu karena tidak ada surat-menyurat,"kata Direktur LBH Medan Irvan Saputra, Senin (26/6/2023).
Irvan menjelaskan Kombes Budiman Bostang Panjaitan dan AKBP Budi datang ke kediaman kliennya tanpa alasan yang jelas.
Mereka meminta agar Deca dan Fury mendatangi Polda Sumut untuk klarifikasi.
Namun panggilan itu diduga tanpa surat perintah. Mereka hanya menyebut itu merupakan atensi Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak.
"Mereka menyampaikan ini atensi Kapolda, ayo ke Polda Sumut, klarifikasi. Tanpa ada surat menyurat bahwa dia juga sudah punya pengacara. Memanggil dan menggedor-gedor kos-kosan."
Selain itu, Deca juga mengaku keluarga di Provinsi Aceh diintimidasi.
Abangnya diduga didatangi personel Polisi yang diduga untuk mengintervensi kasus yang telah dilaporkan sejak Jumat 23 Juni kemarin.
Kemudian, kliennya juga mendapat teror berupa telepon terus menerus dari nomor telepon tidak dikenal.
"Hari ini klien Abang kita didatangi Polisi di Aceh sana. Kita tidak tahu menahu bahkan siapa saja sudah menelpon klien kita."
Sebelumnya diberitakan, dua waria bernama Deca dan Fury diduga menjadi korban pemerasan personel Polda Sumut pada 20 Juni.