Berita Viral
5 Fakta Hilangnya Kapal Selam Wisata ke Bangkai Titanic, Penumpang Miliarder & Postingan Terakhirnya
Inilah lima fakta hilangnya kapal selam wisata ekspedisi ke bangkai Titanic, mulai dari para penumpang miliarder hingga postingan terakhirnya
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Angel aginta sembiring
TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah lima fakta hilangnya kapal selam wisata ekspedisi ke bangkai Titanic.
Adapun sebuah kapal selam wisata ekspedisi ke bangkai Titanic hilang dari radar pada Minggu (18/6).
Kapal selam wisata ekspedisi ke bangkai Titanic itupun dikabarkan hilang kontak di Samudera Atlantik, tepatnya di lepas pantai tenggara Kanada.
Berikut ini lima fakta hilangnya kapal selam wisata tersebut, antara lain :
1. Kronologi
Kapal selam wisata ekspedisi menuju bangkai kapal Titanic itu dimulai pada Jumat (16/6/2023).
Penyelaman pertama dilakukan pada Minggu pagi.
Saat itu, kapal selam tidak berlayar sendiri, melainkan didukung oleh kapal riset Polar Prince milik Kanada.
Setiba di suatu titik di lepas pantai tenggara Kanada, setelah kurang lebih 1 jam 45 menit menyelam, Kapal Polar Prince tiba-tiba kehilangan kontak dengan kapal selam OceanGate tersebut.
Posisi terakhirnya terletak di tenggara Kanada.
Amerika Serikat dan Kanada pun kini tengah mencari kapal selam yang hendak menuju ke lokasi bangkai Titanic tersebut.
Namun, tim hanya punya waktu sampai hari ini, Kamis (22/6/2023) jika mau menemukan penumpang kapal dalam kondisi hidup.
Hal itu lantaran kapal selam itu sendiri diketahui memiliki cadangan oksigen untuk 96 jam atau 4 hari.
Baca juga: Ini 5 Nama Penumpang Wisata Kapal Selam ke Bangkai Titanic yang Hilang, Semuanya Konglomerat
2. Penumpangnya Lima Orang
Dilaporkan ada lima orang yang berada dalam kapal selam tersebut.
Yakni satu orang pilot dan empat orang penumpang yang dijuluki 'spesialis misi'.
Adapun kelima nama penumpang tersebut yakni, Hamish Harding, Shahzada Dawood dan anaknya Suleman, Paul-Henri Nargeolet dan Stockton Rush.
Diketahui salah satunya adalah Hamish Harding, seorang miliarder asal Inggris sekaligus direktur dari Action Aviaton.
Harding diketahui mengumumkan sendiri keterlibatannya dalam penjelajahan bangkai Titanic menggunakan kapal selam tersebut.
"Ekspedisi RMS Titanic 2023. Dengan bangga saya mengumumkan bahwa saya mengikuti Ekspedisi OceanGate untuk Misi RMS Titanic sebagai spesialis misi dalam kapal selam yang turun ke Titanic," ungkapnya dalam sebuah unggahan instagramnya.
Dalam pengumuman itu juga, Harding sempat menyinggung tentang musim dingin terburuk di Newfoundland atau daerah di mana kapal selam tersebut kemudian hilang kontak.
3. Rogoh Kocek Rp 3,7 Miliar
Berdasarkan laporan Mirror.co.uk, para penjelajah ke bangkai Titanic itu harus membayar biaya seharga 250 000 dolar AS atau setara dengan Rp 3,7 miliar untuk delapan hari penjelajahan tersebut.
Kini, nasib Hamish Harding bersama empat penumpang lain belum diketahui.
Kru beserta para turis hanya memiliki sisa waktu 96 jam sebelum persediaan oksigen dalam kapal selam itu habis.
Paling lambat, mereka harus diselamatkan sebelum Kamis (22/6/2023).
Sebelum menjelajah bersama OceanGate, Hamish Harding juga pernah mengikuti penjelajahan lain.
Mulai dari berpetualang ke Kutub Selatan sampai ke luar angkasa dengan Blue Origin Rocket bersama Jeff Bezos.
Ia juga pernah menjelajahi Challenger Deep, bagian terdalam Palung Mariana yang terletak di Samudra Pasifik.
Mengenai hilangnya sang ayah, anak angkat Hamish Harding yakni Brian Szasz buka suara melalui akun Facebooknya.
"Kami meminta doa untuk Hamish Harding, ayah angkat saya yang hilang di kapal selam itu," tulisnya.
Hamish Harding diketahui menjabat sebagai chairman Action Aviation yang bergerak di bidang penjualan pesawat.
Perusahaan ini berbasis di Uni Emirat Arab.
Ia sempat mendapatkan tiga penghargaan Guinnes World Records.
4. Postingan Terakhir
Sebelum keberangkatannya, Hamish seorang miliarder asal Inggris sempat mengumumkannya lewat akun Facebooknya.
"Aku bergabung dengan OceanGate Expedition untuk misi RMS Titanic dan akan menjelajahi kapal itu. Karena musim dingin yang parah di Newfoundland selama 40 tahun terakhir, misi ini akan menjadi yang pertama untuk menjelajahi Titanic di tahun 2023,”
“Kami akan menyelam besok dari St. Johns, Newfoundland, Kananda dan akan segera memulainya pada pukul 4 dini hari besok. Kami mempersiapkan banyak hal," tulisnya.
Kapal selam Titan milik OceanGate mengangkut lima penumpang yang terdiri atas seorang pilot, ahli Titanic dan tiga turis.
Kapal selam itu menjelajah Titanic yang tenggelam di kedalaman 3.800 meter di bawah permukaan Samudra Atlantik.
Baca juga: Sosok Miliarder yang Hilang saat Wisata Kapal Selam ke Bangkai Titanic, Ternyata Pemilik Pesawat Ini
5. Klarifikasi OceanGate
OceanGate Expeditions selaku pemilik kapal selam tersebut juga turut mengerahkan segala daya upaya untuk mencari kapal tersebut.
Salah satunya dengan mengendalikan kapal itu dari jarak jauh dengan kedalaman yang dapat ditempuh sejauh 6.000 meter ke lokasi.
Salah seorang penasihat OceanGate, David Concannon, diketahui bahwa sebenarnya dia juga ikut dalam ekspedisi tersebut, tetapi terhalang oleh jadwal lain dengan klien.
"Kami sangat berterima kasih atas bantuan esktensif yang kami terima dari beberapa lembaga pemerintah dan perusahaan laut dalam terkait upaya kami menjalin kembali kontak dengan kapal selam itu," ungkap perwakilan OceangGate Expeditions.
(*/TRIBUN-MEDAN.COM)
Baca juga: Menjelajahi Bangkai Kapal Titanic, Kapal Selam Titan Mengangkut Para Miliarder Dilaporkan Hilang
Baca juga: Wisata Kapal Selam ke Lokasi Bangkai Titanic Berakhir Tragis, Ada Miliarder Asal Inggis di Dalamnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wisata-kapal-selam-ke-lokasi-bangkai-Titanic-hilang.jpg)