Berita Medan
PPDB Tingkat SD dan SMP di Kota Medan Dibuka Hari Ini, Kadisdik Ultimatum Sekolah Tak Bermain Curang
Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP di Kota Medan dimulai hari ini.
Penulis: Anisa Rahmadani |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP di Kota Medan dimulai hari ini, Selasa (20/6/2023).
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Laksamana Putra Siregar, pelaksanaan PPDB akan berlangsung selama sepekan.
Baca juga: PPDB Tingkat SMP di Kota Medan Segera Dibuka, Berikut Jadwal dan Persyaratannya
Laksamana menegaskan kepada seluruh sekolah agar tidak bermain curang atau bermain bangku kosong dengan alasan apapun.
"PPDB tingkat SD dan SMP dimulai hari ini. Kegiatan ini akan dilaksanakan dari tanggal 20-26 Juni 2023. Untuk itu saya imbau dan tegaskan agar sekolah tidak bermain curang ataupun bermain bangku kosong," tegas Laksamana saat diwawancarai Tribun Medan.
Laksamana menerangkan, untuk menghindari sekolah tidak bisa bermain curang, pihaknya telah membuat beberapa cara.
"Untuk menghindari adanya kecurangan dan titip kursi kosong, kami akan menetapkan jumlah PPDB setiap sekolah," jelasnya.
Sehingga dikatakannya, masyarakat bisa melihat sendiri kuota pendaftarannya di masing-masing sekolah.
"Kita akan minta seluruh sekolah melakukan penempelan pengumuman persentese kuota PPDB. Sehingga masyarakat sendiri nanti yang akan melihat dan menentukan sendiri," ucapnya.
Diterangkan Laksamana, di beberapa jalur tertentu sedikit kesulitan untuk menghadapi kecurangan bangku titipan atau kosong.
"Cuma gini, kadang dijalur tertentu misal dimutasi itu berlebihan. Tentu akan kami alihkan ke afirmasi. Tapi, pastinya kami dan seluruh sekolah SD dan SMP sudah siap untuk melaksanakan kegiatan PPDB," terangnya.
Namun, dikatakan Laksamana, berdasarkan persyaratan yang telah diatur. Tahun ini kecil kemungkinan adanya kecurangan.
"Kita juga bekerjasama dengan pihak Disdukcapil. Agar mereka yang ingin mendapatkan sekolah dengan memperbarui KK tidak diizinkan selama PPDB berlangsung," terangnya.
Laksamana juga memastikan akan ada sanksi bagi para pihak sekolah yang kedapatan atau mencoba-coba melakukan penitipan kursi kosong tersebut.
"Sanksi dan tindakan tegas tentu ada. Untuk sanksi apa tergantung perbuatan yang telah dilakukan seperti apa. Dan hukumannya sesuai dengan aturan yang berlaku," pungkasnya.
Diberitakan beberapa hari lalu, tahun 2023 ini ada perubahan kuota untuk empat jalur penerimaan PPDB tersebut.
"Untuk jalur penerimaan tetap sama seperti tahun lalu. Ada empat jalur. Hanya kuotanya saja ada yang diperbanyak," jelasnya.
Dikatakan Laksamana, untuk jalur zonasi, setiap sekolah menyiapkan kuota sebesar 50 persen. Untuk jalur afirmasi, setiap sekolah menyiapkan kuota sebesar 15 persen.
"Kalau tahun lalu, kuota untuk jalur Afirmasi dan Zonasi sama-sama 50 persen. Hanya saja untuk menghindari terjadi overload penerimaan kita perkecil," ucapnya.
Sementara, untuk jalur perpindahan tugas orang tua dan anak guru, dikatakan Laksamana diperkecil menjadi 5 persen.
"Dahulu anak guru dan perpindahan itu kuotanya 10 persen. Kita kurangi di tahun ini. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kecurangan nantinya pada saat pendaftaran," ucapnya.
Sementara untuk jalur prestasi, diterangkan Laksamana, kuotanya ditingkatkan 5 persen menjadi 30 persen.
Baca juga: Ini Syarat Usia Masuk TK dan SD Jalur Penerimaan PPDB, Orang Tua Wajib Tau
"Sebab jalur ini banyak juga peminatnya pada tahun lalu. Maka dari itu, tahun ini kita tingkatkan," jelasnya.
Laksamana juga mengulang kembali ciri-dan syarat ke empat kategori jalur PPDB tersebut. "Untuk jalur Zonasi itu ditentukan jarak tempat tinggal dengan menggunakan aplikasi Google Maps. Dengan mode berjalan kaki. Kemudian dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK) yang terdata di Disdukcapil Medan. Dan calon peserta didik mendaftar dengan menggunakan NIK KK. Dan Sekolah memperioritaskan peserta didik yang memiliki KK wilayah Kota Medan," ucapnya.
Laksamana mengatakan, untuk jalur afirmasi, diperuntukkan untuk peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi yang tidak mampu.
"Dibuktikan dengan memiliki kartu Program Indonesia Pintar (PIP),Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sejahtera (KIS). Dan calon peserta didik harus berdomisili Kota Medan," paparnya.
Sementara Jalur perpindahan tugas orangtua dan anak guru, Laksamana mengatakan, juga memiliki syarat dan aturan.
"Peserta didik harus mempunya surat pindah tugas dari instansi atau lembaga resmi yang paling lama diterbitkan satu tahun sebelum pendaftaran. Diutamakan domisili yang berdekatan dengan sekolah. Berlaku untuk anak guru yang orangtuanya bertugas mengajar di satuan pendidikan yang dituju. Hal itu dibuktikan dengan Surat Keterangan Kepala Sekolah, NUPTK dan KK," jelasnya.
Untuk Jalur Prestasi, diterangkan Laksamana, diperuntukkan bagi calon peserta didik dengan mengutamakan calon dari Kota Medan.
"Kemudian, memiliki prestasi non akademik dibuktikan dengan sertifikat pemenang lomba yang diselenggarakan oleh lembaga pemerintahan termasuk prestasi keagamaan. Nilai SKHU minimal 80 bagi yang tidak memiliki sertifikat sekolah. Terkahir, lampirkan akreditasi sekolah," ucapnya.
Berikut Tribun Medan rangkum persyaratan PPDB dari Disdik Medan :
1. Berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun pada 1 Juli tahun berjalan.
2. Telah menyelesaikan seluruh program pendidikan dan lulus Sekolah Dasar atau bentuk lain yang sederajat.
3. Memiliki ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah atau bentuk lain yang sederajat.
4. Memiliki nilai kelulusan SD/MI atau bentuk lain yang sederajat.
5. Bersedia mengikuti peraturan yang berlaku di SMP yang bersangkutan.
6. Jumlah peserta didik paling banyak 32 (tiga puluh dua) orang per rombongan belajar.
7. Calon peserta didik hanya boleh mendaftar satu jalur pada sekolah yang dituju.
Hal yang harus disiapkan calon peserta didik baru:
1. Kenali jalur dan kuota PPDB online.
2. Memiliki email pribadi/orang tua/wali yang aktif.
3. Memiliki NIK dan KK
4. Pasphoto 3X4 (warna)
5. Memiliki ijazah/SKL.
(cr5/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-PendidikanLaksamana-Putra-Siregar-saat-diwawancarai-Tribun-Medan.jpg)