Berita Viral

Siap-siap El Nino Sudah Tiba, Ini Dampak yang Bakal Terjadi Mulai Udara sampai Kekeringan Ekstrem

El Nino sudah tiba yang ditandai dengan anomali suhu permukaan laut di zona khatulistiwa Samudea Pasifik yang sudah di atas nol dan diperkirakan bakal

Tayang:
TRIBUN MEDAN/HO
fenomena El Nino 

TRIBUN-MEDAN.COM – Siap-siap, El Nino sudah tiba.

Adapun hal yang menandakan El Nino sudah terjadi melihat anomali suhu permukaan laut di zona khatulistiwa Samudea Pasifik yang sudah di atas nol dan diperkirakan bakal terus meningkat.

Namun, masih belum bisa dipastikan seberapa kuat El Nino ini nantinya.

Disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebutkan Indonesia perlu lebih mewaspadai potensi dampak El Nino.

Untuk diketahui, El Nino merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.

“ENSO (El Nino-Southern Oscillation) netral diprediksi mulai beralih menuju fase El Nino pada periode Juni 2023 dan diprediksi akan berlangsung dengan intensitas lemah hingga moderat,” ucap Dwikorita dikutip dari Kompas.com, Rabu (14/6/2023).

Selain itu, ia mengatakan, juga terdapat gangguan iklim dari Samudra Hindia berupa Indian Ocean Dipole (IOD) yang diprediksi berpeluang akan beralih menuju fase positif mulai Juni 2023, IOD sebelumnya berada pada fase Netral selama Maret-April.

Dwikorita menerangkan, kombinasi dari fenomena El Nino dan IOD Positif tersebut dapat berdampak pada berkurangnya curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia selama periode musim kemarau 2023.

Baca juga: Fenomena El Nino akan Melanda Sumatera Utara, BKMG himbau Masyarakat agar Menghemat Penggunaan Air

“Bahkan sebagian wilayah diprediksi akan mengalami curah hujan dengan kategori Bawah Normal (lebih kering dari kondisi normalnya) hingga mencapai hanya 20 mm per bulan dan beberapa wilayah mengalami kondisi tidak ada hujan sama sekali (0 mm/bulan),” terangnya.

Lebih lanjut, Dwikorita menambahkan perlunya lebih menggalakkan upaya pencegahan dan mensiagakan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan guna mengantisipasi meningkatnya potensi karhutla, terutama wilayah atau provinsi yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.

"BMKG sendiri terus melakukan pemantauan untuk mendeteksi titik panas atau hotspot menggunakan satelit. Jika BMKG mendeteksi potensi karhutla maka secara resmi BMKG akan mengeluarkan peringatan dini,” jelasnya.

Sementara itu, fenomena El Nino juga dikabarkan akan melanda Sumatera Utara.

BMKG himbau masyarakat agar lebih menghemat penggunaan air bersih, Selasa (13/6/2023).

Fenomena ini pun akan menyebabkan kekeringan dan curah hujan yang rendah di beberapa Wilayah termasuk Sumatra Utara

"El Nino merupakan fenomena skala global (sangat luas) yang terjadi di wilayah Samudera Pasifik yang mana dampaknya turut dirasakan di wilayah Indonesia khususnya wilayah timur Indonesia," Kata Forcaster On Duty, Budi Prasetyo, Selasa (13/6/2023).

Dampak dari Fenomena alam El Nino ini pun akan mempengaruhi massa udara yang relatif lebih kering, yang menyebabkan curah hujan akan semakin menurun yang dapat menyebabkan kekeringan.

Akibatnya, Curah hujan di Sumut akan relatif berkurang akibat fenomena El Nino, walaupun pengurangannya tidak terlalu banyak di bandingkan pada saat cuaca normal.

"Untuk di wilayah Sumut, dampak El Nino juga dirasakan menyebabkan massa udara yang relatif lebih kering, tetapi dampak yang dirasakan di Sumut tidak separah wilayah Indonesia bagian Timur karena kondisi Jarak yang cukup jauh dan pusat terjadi El Nino tersebut yaitu di Samudera pasifik,"ucapnya.

"Kurangnya curah hujan sumut saat ini dikarenakan wilayah Sumut akan memasuki musim pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau,"sambungnya.

Budi menghimbau kepada masyarakat, dengan adanya fenomena El Nino ini, agar masyarakat lebih menghemat penggunaan air serta menggunakan pelindung kulit di saat beraktivitas di luar rumah.

Dan masyarakat diminta agar tidak membuka lahan pertanian dengan cara pembakaran yang dapat menyebabkan kebakaran hutan.

"Kami menghimbau kepada masyarakat Sumut untuk menghemat pemakaian air yang tidak diperlukan,banyak minum agar tidak kekurangan cairan, memakai pelindung kulit jika harus beraktivitas diluar, selain itu untuk tidak membuka lahan pertanianan dengan cara dibakar karena berisiko dapat menyebabkan kebakaran hutan, lahan dan penyebaran asap," tandasnya.

(*/TRIBUN-MEDAN.COM)

Baca juga: Sumut Akan Dilanda El Nino, Kepala Dinas Kesehatan Alwi Mujahit Imbau Masyarakat Waspada DBD

Baca juga: SIAP-SIAP Kekeringan Ekstrem Melanda, Luhut Prediksi El Nino Terjadi Agustus Mendatang

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved