Berita Viral

Sadis! Guru Ngaji Ini Tega Cabuli dan Ngancam 17 Bocah Laki-laki, Ternyata Miliki Trauma Masa Kecil

Seorang guru ngaji bernama Aep Saepudin (50) tega mencabuli dan mengancam 17 bocah laki-laki. Ia melakukan bujuk rayu agar 17 bocah mau menuruti keing

Tayang:
India Today
Ilutrasi pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru ngaji pada 18 bocah laki-laki. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Seorang guru ngaji bernama Aep Saepudin (50) tega mencabuli dan mengancam 17 bocah laki-laki.

Kejadian pencabulan yang dilakukan guru ngaji kepada 17 bocah ini terjadi di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Adapun rata-rata usia korban yang dicabuli guru ngaji tersebut yakni yang berusia 8 hingga 12 tahun, mengutip dari TribunJabar.id.

Diketahui, guru ngaji tersebut ternyata memiliki trauma masa kecil

Yang mana, ia juga pernah menjadi korban kekerasan seksual semasa kecil.

Hal itu diduga menjadi pemicu guru ngaji bernama Aep saat ini menjadi pelaku pelecehan seksual.

Kejadian ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Garut AKP Deni Nurcahyadi.

Deni mengungkapkan, kejahatan seksual Aep terbongkar setelah seorang korban mengadu ke orangtuanya.

Kemudian, orangtua tersebut menanyakan kepada orangtua lain yang anaknya mengaji di tempat pelaku.

Baca juga: Mahasiswa Terbaik Dapat Kekerasan Verbal dari WR 1, Singgung Orangtuanya yang Sudah Meninggal

Setelah ditanyakan, ternyata para anak tersebut juga menjadi korban pelecehan seksual oleh Aep.

"Setelah ditanyakan, ternyata para anak-anak yang juga menjadi murid mengaji,"

"Dan sering bermain di rumah tinggal tersangka juga diperlakukan hal yang sama oleh tersangka," katanya, Kamis (1/6/2023).

Adapun pelaku (guru ngaji) melakukan bujuk rayu agar korban mau menuruti keinginan bejatnya.

Selain itu, pelaku juga mengancam agar korban tidak melaporkan perbuatannya kepada orangtua mereka.

"Yaitu mengancam dengan kalimat ulah bebeja ka sasaha bisi diarah (jangan bilang kepada siapa-siapa nanti diincar)," ungkap Deni.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku pernah menjadi korban kekerasan seksual semasa kecil.

Hal itu diduga menjadi pemicu Aep saat ini menjadi pelaku pelecehan seksual.

"Kemungkinan ada kelainan seks karena dari informasi histori dari pelaku tersebut."

"Pelaku mengalami juga kejadian tersebut (kekerasan seksual) saat kecil dengan perlakukan yang sama," terang Deni, dikutip dari TribunJabar.id.

Diketahui, selama ini pelaku tinggal seorang diri di rumahnya.

Sehari-hari, pelaku membuka layanan mengaji bagi warga di sekitar rumahnya.

Pekerjaan itu dilakukan oleh pelaku sejak 2022.

Sementara untuk perbuatan bejatnya itu dilakukan sejak satu bulan yang lalu.

Sementara itu secara terpisah, Ketua MUI Garut, Sirojul Munir mengatakan, pelaku tak memiliki riwayat yang jelas tentang keilmuannya sebagai seorang guru ngaji.

Hal itu ia ketahui saat melakukan komunikasi langsung dengan pelaku di Polres Garut.

Dari obrolan itu, ia menyimpulkan bahwa pelaku telah berbohong soal masa lalunya yang disebut pernah belajar di salah satu pesantren.

Ia menyimpulkan bahwa Aep bukanlah ustaz.

Melainkan ia adalah ustaz abal-abal yang mengaku ustaz. 

(*/TRIBUN-MEDAN.COM)

Baca juga: Kerap Dikeluhkan Warga, Akhirnya 3 Ruas Jalan Provinsi Sepanjang 6,9 Km Ini Diperbaiki

Baca juga: Ganjar Minta Relawan Deketin Perempuan Muda di Desa dan Kaum Disabilitas Untuk Dapat Banyak Suara

 

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved