Viral Medsos
NEGARA KACAU - Perang Saudara di Sudan, Perang Etnis di India, Ratusan Orang Tewas, Ribuan Luka-luka
Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak atau Unicef menerima laporan bahwa sedikitnya 190 anak kehilangan nyawa akibat konflik antara militer
Pada Sabtu lalu, Arab Saudi serta Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi dimulainya pembicaraan langsung antara militer Sudan dan RSF di Jeddah. "Kerajaan Arab Saudi dan AS menyambut dimulainya pembicaraan pra-negosiasi antara perwakilan Angkatan Bersenjata Sudan dan RSF di Jeddah pada 6 Mei 2023," demikian pernyataan bersama Saudi-AS yang dirilis di kantor berita Saudi Press Agency (SPA).
"Kerajaan Arab Saudi dan AS mendesak kedua belah pihak untuk mempertimbangkan kepentingan bangsa Sudan dan rakyatnya dan secara aktif terlibat dalam pembicaraan menuju gencatan senjata serta mengakhiri konflik, yang akan menyelamatkan rakyat Sudan dari penderitaan dan menjamin ketersediaan bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang terkena dampak," kata Saudi-AS dalam pernyataan bersamanya.
Saudi dan AS menekankan, upaya pembicaraan antara militer Sudan dan RSF memperoleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk negara-negara Quad (Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Inggris Raya, dan AS), Liga Arab, dan mitra dari Mekanisme Trilateral. Saat ini, Sudan diketahui tengah dibekap konflik yang melibatkan militer dan kelompok RSF. Pertempuran antara kedua kubu itu pecah pada 15 April lalu. Konfrontasi antara militer dan RSF terjadi ketika Sudan tengah berusaha melakukan transisi politik menuju demokrasi pasca ditumbangkannya rezim mantan presiden Omar al-Bashir pada 2019. Sebelum dilengserkan, al-Bashir telah memerintah di Sudan selama 26 tahun. Militer dan RSF adalah pihak yang berperan dalam menjatuhkan al-Bashir.
Perang Etnis di India, Ribuan Warga Dievakuasi
Di sisi lain, perang suku di India, 55 orang tewas, ratusan korban dirawat di rumah sakit, ribuan warga dievakuasi. Kerusuhan terjadi sejak Selasa (2/5/2023) lalu.
Korban tewas kerusuhan etnis/suku di negara bagian Manipur, India, telah menembus 55 orang.
Selain itu ratusan orang dirawat di rumah sakit, dan sebanyak 23.000 orang harus dievakuasi dan dipindahkan.
Sekitar 55 orang dilaporkan tewas dan sebanyak 260 orang di rawat di rumah sakit setelah terjadinya bentrikan antara kelompok etnis Kuki dan Meitei.
Jumlah tersebut dilaporkan oleh pejabat rumah sakit di Kota Imphal, Minggu (7/5/2023) malam.
Sementara itu, militer India mengatakan 23.000 warga sipil telah lari dari bentrokan tersebut, dan dipindahkan ke markas militer dan garnisun di negara bagian.
Menurut pejabat rumah sakit Imphal di Institut Ilmu Medis Regional, Institut Ilmu Medis Jawaharlal Nehru, dan Rumah Sakit Distrik Churachandpur, kebanyakan luka yang diderita adalah luka tembak.
“Kebanyakan pasien datang dengan sejumlah luka peluru atau dipukul di kepala dengan tingkat,” ujar Dr Mang Hatzow dari Rumah Sakit Distrik Churachandpur di Manipur kepada CNN.
Tentara India telah dikerahkan ke jalanan, dan selama lima hari internet diputus.
Pemimpin kelompok pemuda suku yang bekerja di Imphal, mengatakan rumahnya telah dirusak dan digeledah pada 4 Mei.
Sejak itu, ia pun tinggal di kamp tentara.
“Apa yang kita saksikan ini adalah adanya serangkaian serangan yang sistematis dan terencana dengan baik,” kata sang pemimpin pemuda yang menolak menyebut identitasnya dengan alasan keselamatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KERUSUHAN-ETNIS-DI-INDIA.jpg)