Bus Peziarah Berhasil Dievakuasi Dari Kedalaman Sungai 5 Meter, Korban Tewas Bertambah 1 Orang
Bangkai bus peziarah yang jatuh ke dasar dasar Sungai Awu kawasan Objek Wisata Pemandian Air Panas Guci, Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tega
TRIBUN-MEDAN.COM - Bangkai bus peziarah yang jatuh ke dasar dasar Sungai Awu kawasan Objek Wisata Pemandian Air Panas Guci, Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah akhirnya berhasil dievakuasi.
Proses evakuasi bus peziarah Duta Wisata bernomor polisi B 7260 CGA setidaknya membutuhkan waktu selama 2 jam.
Dengan pengamanan petugas kepolisian diiringi tontotan warga, bus peziarah akhirnya diangkat ke jalanan dari dasar sungai sekitar 5 meter dari badan jalan.
Proses evakuasi dilakukan sejak alat berat atau crane tiba sekitar pukul 15.00 WIB.
Baru pada pukul 17.00 WIB bangkai bus akhirnya sampai di permukaan jalan. Bangkai kemudian ditarik menggunakan derek untuk dibawa keluar Guci.
Salah satu petugas evakuasi, Suworo mengatakan, crane yang dipakai memiliki kapasitas di atas 25 ton.
"Crane seberat ini akhirnya mampu mengangkat bus seberat 12 ton," kata Suworo di lokasi, Senin (8/5/2023).
Dikatakan Suworo, proses evakuasi sempat melalui sejumlah kendala hingga mengalami kegagalan dua kali. Salah satunya karena tali baja sempat lepas dari ikatan.
"Sempat dua kali talinya lepas karena posisi bus terjepit batu besar sungai. Tapi akhirnya bisa diangkat setelah sekitar dua jam," pungkas Suworo.
Sebelumnya, Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun, mengatakan, bus pariwisata itu awalnya mengangkut 50 peziarah asal Tangerang Selatan, dan sempat bermalam di Guci.
Sementara yang menjadi korban kecelakaan, ada 37 penumpang. Sajarod mengatakan, hasil penyelidikan sementara, diketahui jika bus meluncur sejauh sekitar 100 meter dari parkiran dan terperosok ke sungai sedalam 5 meter dari badan jalan.
"Berawal bus terparkir di areal parkir Guci. Sudah diganjal, dan berhenti menggunakan rem tangan tidak bisa bergerak," kata Sajarod, di lokasi kejadian, Minggu (7/5/2023).
Awalnya, saat diparkir, seorang kernet bus kemudian memanasi mesin bus. Sebanyak 37 penumpang naik.
Baca juga: Pengakuan Penumpang, Detik-detik Bus Jalan Sendiri Lalu Masuk Jurang: Saya Tak Lihat Ada Sopir
Baca juga: Viral Detik-detik Bus Peziarah Terjun ke Jurang, Penumpang Sudah Masuk, Sopir Masih Ngopi
Sementara 13 penumpang lainnya masih di bawah.
Termasuk sopir dan kernet bus yang meninggalkan mesin bus dalam keadaan menyala.
"Namun ternyata kendaraan meluncur dari atas ke bawah kurang lebih 100 meter. Sebelumnya sempat menghantam talud badan jalan sebanyak 3 kali. Karena laju cukup kencang sehingga terperesok masuk sungai," kata Sajarod.
Sementara itu, kata Sajarod, sopir dan kernet sudah diamankan untuk dimintai keterangan. Belum bisa dipastikan apakah keduanya akan jadi tersangka.
Sajarod mengatakan, pihaknya masih meminta keterangan saksi-saksi, termasuk pihak pengelola kawasan parkir dimana di kawasan itu disebut tidak ada batas pengaman.
"Dalam hal ini kita akan kaji siapa yang bertanggung jawab terkait pemasangan pengamanan tersebut. Nanti pengelola juga akan dimintai keterangan," kata Sajarod.
Sebelumnya diberitakan, sebuah bus pariwisata berisi peziarah asal Tangerang Selatan terjun ke Sungai Awu di kawasan Objek Wisata Guci, Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah Minggu (7/5/2023) sekitar pukul 08.30 WIB.
Dalam peristiwa itu, puluhan penumpang dilaporkan mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke RSUD Dr. Soeselo Slawi dan Puskesmas Bumijawa.
Dan dua korban dilaporkan meninggal dunia. (cr9/Tribun-Medan.com)
Baca juga: Penyebab Bus Jatuh ke Sungai Guci Diduga karena Anak-anak Memainkan Rem Tangan, Polisi Mendalami
Baca juga: Terungkap Penyebab Bus Masuk Jurang di Tegal, Korban Bantah Anak Mainkan Rem Tangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bus-peziarah.jpg)