Berita Sumut
Suhu Panas Masih akan Melanda Sumut, BMKG: Bulan Ini Akan Diiringi Hujan, Tidak Sepanas Bulan Lalu
Prakirawan BMKG Wilayah Kota Medan, Budi Prasetyo mengatakan saat ini suhu panas tengah melanda wilayah Sumut.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Prakirawan BMKG Wilayah Kota Medan, Budi Prasetyo mengatakan saat ini suhu panas tengah melanda wilayah Sumut.
Namun, Budi mengatakan, apa yang dirasakan dalam dua bulan terakhir, bukan termasuk suhu ekstrem. Karena kenaikannya tidak lebih dari 3 derajat Celsius, dari suhu rata-rata dalam lima tahun belakangan.
Baca juga: Berikut 20 Wilayah Alami Cuaca Terpanas di Indonesia Hari Ini, Medan, Kalimantan Capai 35,8 Celsius
"Adapun suhu panas dan kering yang melanda, merupakan siklus cuaca di wilayah tropis dua musim," ucap Budi, Sabtu (6/5/2023).
Budi menuturkan, saat ini tutupan awan di Sumut, khususnya Kota Medan sangat kecil, di mana terpantau udara yang stabil dan kelembaban udara di wilayah lapisan atas cenderung kering, berkisar antara 28-60 persen.
“Proses pertumbuhan awan di wilayah Sumatera Utara, sangat tipis. Jadi cahaya matahari yang sampai kita rasakan, tidak ada penghalang, sehingga kita rasakan panas dan gerah. Apalagi kemarin kita rasakan saat puasa, terutama yang beraktivitas di luar ruangan,” jelasnya.
Sedangkan terkait perubahan kondisi cuaca yang cepat terjadi, di mana dalam beberapa hari, bahkan di hari yang sama, dari panas kemudian hujan, Budi menyebutkan itu sering terjadi.
Sebagaimana yang telah dirasakan beberapa hari terakhir di Kota Medan dan sekitarnya, suhu cenderung dinamis.
“Kalau kita pantau hari ini suhu udara mulai normal. Karena dalam beberapa hari ini sudah terjadi hujan di sejumlah wilayah. Jadi tidak sepanas bulan lalu,” sebutnya.
Untuk prakiraan cuaca, Budi menjelaskan, peran BMKG yang terus memperbaharui informasi melalui rilis prakiraan cuaca yang dirilis pada pagi hari untuk periode satu hari.
Termasuk juga prediksi kondisi cuaca dalam sepekan, juga akan disampaikan, baik melalui situs, aplikasi BMKG maupun media sosial yang bisa diakses masyarakat.
“Biasanya kita rilis dari group whatsapp, insagram dan lainnya. Untuk masyarakat yang menginginkan hal tersebut, bisa melihat dari media info BMKG, atau aplikasi info BMKG,” katanya.
Dengan begitu katanya, masyarakat bisa lebih waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem atau bahkan antisipasi bencana banjir atau longsor, terutama yang disebabkan intensitas hujan tinggi, seperti di wilayah dataran tinggi.
"Sehingga masyarakat yang cepat mengetahui informasi, atau prakiraan, bisa lebih antisipatif," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumut, Yosi Sukmono menyebutkan, pentingnya langkah antisipasi yang diawali dengan kesiapsiagaan dalam hal penanganan cepat kebencanaan.
Sebab, kata dia, bencana yang terjadi di Sumut cenderung berulang di lokasi yang berdekatan. Karenanya diperlukan atensi serta peringatan dari lembaga terkait, termasuk dalam rangka pencegahan.
“Perlu kita tingkatkan kewaspadaan, sehingga peran itu tidak hanya dilakukan pada saat terjadi bencana. Kita melakukan evakuasi, bantuan logistik, atau informasi sebelum terjadi bencana itu (biasanya) bisa diperkirakan. Tentu ini harus diantisipasi,” kata Yosi.
Yosi kemudian mengaitkan antisiapsi tersebut dengan bencana banjir bandang yang terjadi di kawasan pemandian Sembahe akhir pekan lalu.
Justru kejadian itu berlangsung saat cuaca pada pagi hingga siang hari tergolong cerah.
“Saya ambil contoh di Sembahe itu, informasi BMKG memang ada intensitas hujan meningkat. Tetapi ini agak unik, di ujung dan pangkal dari wilayah itu intensitas hujan tidak tinggi. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.
Yosi menyebutkan bahwa BPBD mengkondisikan seluruh perangkat seperti peralatan kebencanaan terutama petugas dalam kondisi siap.
Sebab bencana bukan sesuatu yang diprogramkan atau sudah diketahui kapan dan dimana akan terjadi.
“Kita memastikan semua peralatan dalam kondisi baik, karena dilakukan pemeliharaan secara berkala. Ketika tidak ada bencana, kita lakukan simulasi berkala. Begitu juga yang kami sampaikan kepada BPBD kabupaten kota. Jadi ketika ada bencana, kita sudah siap. Sebagaimana yang dilakukan BPBD Deliserdang saat banjir bandang terjadi di Sembahe, tim dari Deliserdang langsung turun ke lokasi,” jelasnya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini 6 Mei 2023 di Medan, Jakarta, Samarinda, Denpasar dan Serang
Selain itu, Yosi juga mengingatkan kepada masyarkat untuk menjaga alam, dimana perusakan lingkungan menjadi satu pemicu terjadinya bencana.
"Sebab, jika keseimbangan terganggu, maka biasanya menimbulkan dampak buruk sejalan dengan pengrusakan yang terjadi," pungkasnya.
(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-Cuaca-Panas-di-Medan.jpg)