Berita Viral
Kisah Getir Ganjar Pranowo, Dulu Pedagang Bensin Eceran Kini Menjadi Capres PDI-P
Kisah hidup Ganjar Pranowo berangkat dari pedagang bensin eceran, Ganjar juga dibesarkan dari keluarga sederhana. Namanya yang melejit sebagai capres
TRIBUN-MEDAN.COM – Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tengah ramai dibicarakan usai dirinya maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024. Namun tidak banyak yang tahu, kisah hidup Ganjar Pranowo berangkat dari pedagang bensin eceran.
Latar belakang hidup Ganjar Pranowo dibesarkan dari keluarga yang sederhana, sang ayah berprofesi sebagai polisi berpangkat rendah, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Saat remaja, Ganjar Pranowo sempat membantu ibunya berjualan bensin eceran di toko kelontong sederhana milik ibunya untuk membantu perekonomian keluarga.
Ganjar Pranowo sempat berjualan bensin eceran di toko kelontong sederhana untuk membantu perekonomian keluarga. Setelah lulus dibangku SMP, Ganjar pun melanjutkan perjalanan akademiknya dengan bantuan dari kakak tertuanya.
Lantas bagaimana perjalanan hidup dan karir Ganjar Pranowo hingga mencapai titik menjadi Capres PDI-P ?
Nama Ganjar Pranowo ramai diperbincangkan publik setelah Ketua Umum Partai Demokrasi Indoensia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri menugaskan Ganjar untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Ganjar bukanlah nama baru yang disebut-sebut dalam kontestasi Piplres tahun depan. Ia beberapa kali memuncaki hasil lembaga survei, selalu masuk tiga besar dalam elektabilitas capres.
Namun, namanya yang melejit sebagai capres bukan hasil sulapan. Ia memiliki karier politik yang panjang dan kisah hidup yang getir untuk sampai ke tempat ini.
Kisah hidup Ganjar misalnya, lahir di Karanganyar pada 28 Oktober 1968 dengan profil keluarga yang biasa-biasa saja. keluarga Ganjar bisa disebut hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit. Ayahnya, S Parmudji adalah polisi berpangkat rendah, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Ganjar tumbuh di Karanganyar.
Ia mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 02 Tawangmangu, kemudian sempat pindah ke SDN 1 Kutoarjo dengan alasan perpindahan dinas ayahnya. Ia beranjak remaja dengan mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kutoarjo yang kini menjadi SMPN 3 Kutoarjo.
Saat remaja inilah, Ganjar sempat membantu ibunya berjualan bensin eceran di toko kelontong sederhana milik ibunya untuk membantu perekonomian keluarga. Lulus SMP, Ganjar remaja melanjutkan perjalanan akademiknya di Yogyakarta dengan bantuan kakak tertuanya Kunto dan kakak iparnya, Ika.
Ia masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 BOPKRI Yogyakarta. Dari sini, jiwa aktivis dan kepempimpinan Ganjar mulai terlihat.
Ganjar aktif berorganisasi, masuk PMR, Pramuka, termasuk OSIS. Lulus SMA, ia kemudian memantapkan diri melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada.
Awal karier politik Ganjar Kecintaannya terhadap organisasi semakin terlihat saat berstatus sebagai mahasiswa. Dia menjadi anggota pers mahasiswa, masuk dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan aktif sebagai mahasiswa pecinta alam.
Saat masih jadi mahasiswa itu pula Ganjar bergabung sebagai kader PDI-P di tahun 1992. Ia memilih PDI-P karena dinilainya sebagai antitesis dari rezim Presiden Soeharto. Ia kemudian lulus bergelar sarjana hukum pada 1995.
Selanjutnya, Ganjar mencoba peruntungan sebagai konsultan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sebuah perusahaan swasta. Karier profesionalnya di bidang konsultan dia setop di tahun 1999. Kemudian, Ganjar memantapkan diri menekuni politik praktis pada tahun 2002.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ganjar-Pranowo_Sosok-Ganjar-Pranowo_Profil-Ganjar-Pranowo.jpg)