Pentas Seni

Pentas Seni SD Santo Antonius 1 dan 2 Medan, Wadahi Siswa Berkreativitas

Panitia mengambil tema tersebut bertepatan juga dengan perayaan Santo Yosef yang jatuh pada tanggal 19 Maret 2023.

Tayang:
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/HUSNA
Pentas seni di SD Santo Antonius 1 dan 2 Medan.    

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- SD Santo Antonius 1 dan 2 gelar pentas seni dengan tema  saya bangga menjadi anak yang kreatif seperti Santo Yosef, yang berlangsung selama 3 hari yakni 16-18 Maret 2023.

Panitia mengambil tema tersebut bertepatan juga dengan perayaan Santo Yosef yang jatuh pada tanggal 19 Maret 2023.

Santo Yosef adalah pelindung Para suster Kongregasi Suster-Suster Santo Yosef (KSSY).  

Santo Yosef dikenal sebagai tukang kayu, sebagai bapak keluarga kudus, santo Yosef dengan sangat kreatif membuat kandang domba itu menjadi tempat dimana Sang Mesias akan lahir.

Maka diharapkan juga sebagai peserta didik yang dilayani oleh para suster KSSY turut juga mampu melahirkan peserta didik yang kreatif. 

Dengan kreatifitas anak-anak juga turut bisa menjaga bumi ini, dengan peduli akan lingkunganya dan tetap mencintai serta melestarikan budaya lokal.

Ketua Panitia Pentas Seni P Sembiring menyampaikan perayaan Pensi ini bertujuan untuk mewadahi anak didik dalam menampilkan minat dan bakatnya. 

"Dimulai dengan melaksanakan karnaval budaya, yang turut mengkampanyekan, bagaimana cara menyelamatkan bumi," ujarnya dalam laporan panitia, Sabtu (18/3/2023). 


Kampanye menjaga bumi, menjadi langkah awal untuk mengajak anak-anak lebih peduli kepada lingkungan sekitarnya. 


"Ini untuk meyakinkan dan mendidik anak-anak, bahwa bumi kita saat ini sedang tidak baik-baik saja," tambahnya. 


Tak hanya siswa, langkah tersebut juga untuk menyerukan kepada seluruh warga sekolah bahwa kebersihan, hidup sehat dan menjaga lingkungan adalah yang dibutuhkan bumi saat ini. 


Kegiatan Pensi ini juga turut diisi berbagai rangkaian lomba, yang terdiri dari 5 mata lomba, Pemilihan King an Queen, lomba daur ulang, mewarnai, fashion show, dan modern dance. 


"Turut hadir beberapa lomba, yakni salah satunya pemilihan King and Queen, dipilih berdasarkan kontes baju daur ulang," jelas P Sembiring. 


Perlombaan daur ulang sendiri diikuti oleh beberapa SD di Kota Medan, ada empat tim yang menjadi pemenang di perlombaan ini. 


"Juga ada Fashion Show yang diikuti oleh TK se kota Medan sebanyak 26 sekolah dengan tema budaya lokal," ungkapnya. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved