Bahasa Daerah
8 Daerah Ini Jadi Sasaran Revitalisasi Bahasa Daerah di Tahun 2023
Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara melaksanakan rapat koordinasi antar instansi dalam rangka implementasi revitalisasi bahasa daerah
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara melaksanakan rapat koordinasi antar instansi dalam rangka implementasi revitalisasi bahasa daerah di tahun 2023.
Dari hasil koordinasi tersebut telah ditetapkan delapan daerah yang menjadi prioritas revitalisasi di tahun ini, yakni Kabupaten Asahan, Batubara, Labuhanbatu Utara, Tanjung Balai, Humbang Hasundutan, Samosir, Toba, dan Tapanuli Utara.
Dimana pada tahun 2022 telah terealisasi pada lima kabupaten/kota yakni Kabupaten Labuhan Batu, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Padang Lawas Utara, Kota Padangsidimpuan.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Hidayat Widiyanto menyampaikan revitalisasi bahasa daerah yang dilaksanakan di Provinsi Sumatera Utara masuk pada kategori model B.
Model B adalah provinsi yang tidak memiliki bahasa yang penuturnya dominan, tetapi memiliki kurang lebih penutur setara atau sama. Daya hidup bahasa tergolong rentan meskipun jumlah penutur relatif banyak.
"Bahasa yang digunakan bersaing penggunaannya antarsesama bahasa daerah lain di daerah tersebut. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan berbasis sekolah jika wilayah tutur bahasa itu memadai dan pewarisan dalam wilayah tutur bahasa juga dapat dilakukan melalui pembelajaran berbasis komunitas," jelas Hidayat.
Dijelaskannya untuk meningkatkan minat anak dalam memproduksi bahasa daerah, setidaknya ada tujuh jenis materi yang dapat dikembangkan oleh anak-anak.
Ketujuh materi itu adalah (1) Membaca dan menulis aksara daerah, (2) Menulis cerita pendek, (3) Membaca dan menulis puisi (sajak), (4) Mendongeng, (5) Pidato, (6) Menyanyi atau tembang tradisi, dan (7) Komedi tunggal (stand up comedy). Anak-anak dapat mengembangkan bahasa daerah melalui materi yang ia sukai.
"Tujuh materi ini yang akan nanti difestivalkan pada akhir pembelajaran. Pengalaman 2022 menunjukkan bahwa anak-anak sangat senang dan bahagia dalam menunjukkan kebolehan mereka berbahasa daerah melalui festival yang berjenjang dari tingkat sekolah sampai pada tingkat nasional," tambahnya.
Tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan setelah rapat koordinasi berupa diskusi kelompok terumpun para maestro atau pakar bahasa daerah, pelatihan guru utama, pengimbasan kepada para guru dan kolega, pembelajaran para guru kepada anak atau komunitas, festival tunas bahasa ibu yang berjenjang sampai pada tahap kabupaten/kota, festival tunas bahasa ibu tingkat provinsi dan nasional.
Diharapkan rakor ini akan menghasilkan kesepakatan dan komitmen untuk bersama-sama mendukung program revitalisasi bahasa daerah sesuai dengan rencana program yang telah disusun.
"Setiap pemangku kepentingan dapat mengambil peran dan berkontribusi dengan komitmen yang tinggi sehingga ikhtiar bersama untuk melindungi bahasa daerah dengan jalinan dan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat berjalan dengan baik," tutupnya.
Sementara itu Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyampaikan, bahwa Bahasa daerah ini sangat penting.
"Bahasa daerah ini harus kita wariskan kepada anak-anak kita," ujar Gubsu.
Nilai dan karakter dari para orang tua harus diturunkan kepada generasi berikutnya salah satunya melalui media bahasa daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rapat-koordinasi-antar-instansi-revitalisasi-bahasa-daerah-tahun-2023.jpg)