Viral Medsos
HEBOH SMA Ini Wajibkan Orangtua Bayar Rp 2 Juta Untuk Acara Kelulusan, Ortu Protes: Tren Tidak Sehat
Melalui akun media sosialnya, orang tua tersebut membagikan keluh kesah dan rasa keberatannya harus merogoh kocek yang dalam untuk membayar acara kelu
TRIBUN-MEDAN.com - Baru-baru ini, viral pengakuan orang tua dari siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) merasa keberatan harus membayar Rp 2 juta hanya untuk acara kelulusan.
Melalui akun media sosialnya, orang tua tersebut membagikan keluh kesah dan rasa keberatannya harus merogoh kocek yang dalam untuk membayar acara kelulusan anaknya.
Dirinya merasa tak mampu untuk melunasi biaya Rp 2 juta untuk iuran biaya acara kelulusan sang anak.
Diketahui, acara kelulusan anaknya itu digelar di sebuah hotel berbintang di Malaysia.
Curhatan orang tua tersebut sontak viral dan menjadi bahan perbincangan warganet.
Sebuah curhatan seorang orang tua murid SMA mendadak viral di media sosial lantaran merasa keberatan pada pihak sekolah.
Hal itu dikarenakan sekolah akan mengadakan acara kelulusan di hotel mewah berbintang 5 di Malaysia.
Oleh karena itu, SMA asal Malaysia tersebut pun ikut terseret jadi perbincangan warganet lantaran biaya kelulusannya yang dianggap mahal.
Dikutip dari World of Buzz pada 10 Januari 2022, seorang orang tua dari salah satu murid di sekolah tersebut menyatakan keberatan.
Orang tua tersebut memposting di media sosial dan menceritakan kisahnya yang kesulitan membayar iuran kelulusan sang anak.
Melalui akun media sosialnya, orang tua tersebut membagikan detail acara yang akan dilangsungkan oleh pihak sekolah dalam acara kelulusan.
Dengan biaya pendaftaran RM200 untuk setiap lulusan atau sekitar 700 ribu rupiah.
Acara ini nantinya akan dibuka oleh siswa senior dan guru juga diundang.
Meski demikian, orang tua justru tidak diundang dalam acara tersebut.
Uang pendaftaraan tersebut bukan satu-satunya jumlah yang harus dibayar orang tua.
Acara tersebut memiliki dress code upacara yang formal, sehingga orang tua harus menyewa gaun untuk putrinya.
Harga sewanya saja lebih dari RM200, tergantung bagaimana model gaun yang dipilih.
Di postingan tersebut dirinya menceritakan merasa beruntung karena mendapat potongan harga sebesar RM150 karena sudah berteman denga pekerja toko gaun yang disewanya.
Jika ditambah dengan biaya rias, akan menghabiskan hingga RM500 – RM600 atau sekitar 2 juta rupiah lebih.
Ia juga menyatakan bahwa upacara tersebut diselenggarakan oleh para siswa itu sendiri, dan bukan oleh sekolah yang namanya tidak disebutkan.
“Budaya menyelenggarakan wisuda sendiri sudah ada sejak bertahun-tahun,” sepenggal curhatan orang tua tersebut.
“Seharusnya manajemen sekolah meninjau alur kegiatan sebelum menyetujui acara yang diadakan di luar sekolah.” tambahnya.
Curhatan orang tua dan gelaran wisuda mewah sekolah anaknya. (worldofbuzz)
Menurut sebuah laporan oleh China Press, dari 200 lulusan yang diperkirakan akan menghadiri upacara tersebut hanya setengahnya.
Budaya menyelenggarakan wisuda secara mewah di Malaysia akhir-akhir ini arak terjadi.
Hal itu tentu membuat bingung orang tua.
Orang tua mengaku kesulitan dalam membayar tanggungan tersebut
Membutuhkan ratusan ringgit dan para siswa tak bisa membayar sendiri karena sebagian besar belum bekerja.
Orang tua tersebut juga menyatakan keinginannya agar sekolah ikut campur dalam masalah ini.
"Mereka seharusnya melangkah untuk memperbaiki kesalahan, dan menghentikan tren tidak sehat ini." pungkasnya.
Sekolah diharapkan paham kondisi ekonomi dari para orang tua murid.
Dengan begitu, gelaran wisuda tak perlu digelar secara mewah yang tentu menghabiskan banyak ongkos.
(*/Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-siswa-sma.jpg)