Pengamat Politik UINSU Paparkan Plus Minus Sistem Pemilu Proporsional Tertutup
Pengamat Politik dari UINSU Faisal Riza memaparkan kelebihan dan kekurangan penggunaan sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2024.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Perdebatan mengenai sistem pemilihan umum (Pemilu) pada 2024 mencuat seiring dengan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Uji materi terhadap beleid itu membuat isu soal wacana penerapan sistem proporsional tertutup dalam Pemilu 2024 kian marak dibicarakan.
Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Sumatra Utara (UINSU) Faisal Riza memaparkan kelebihan dan kekurangan penggunaan sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2024.
"Saya tidak setuju dengan proporsional tertutup," ujar Faisal kepada Tribun Medan, Minggu (8/1/2023).
Faisal tak menampik ada kelebihan dan kekurangan dalam sistem proporsional tertutup ataupun terbuka.
Namun, atmosfer politik di Indonesia saat ini tidaklah tepat jika diterapkan dengan sistem tertutup.
"Memang proporsional tertutup dapat membantu partai lebih kuat secara perkaderan dan lebih tertib," ungkapnya.
Baca juga: INILAH Para Penggugat Sistem Pemilu Proporsional Terbuka ke MK
Tertib maksudnya yakni partai akan memasang kader andalan mereka di nomor urutan pertama.
"Sehingga tidak terjadi persaingan yang tajam antar anggota di internal partai," jelasnya.
Namun, sistem itu tidak diikuti dengan kaderisasi atau pendidikan politik di internal partai yang cukup baik.
"Selain itu, sistem proporsional tertutup mempersempit kemungkinan kompetisi perebutan suara lebih semarak," tambahnya.
Kata Faisal, sekarang adalah era kompetisi terbuka. Sehingga seberapa luas atmosfer kompetisi disediakan oleh sistem dapat menjadi ajang seleksi ketat.
"Jadi, sistem tertutup ini akan membuka celah antara aspirasi partai dengan kemauan rakyat pemilih. Partai punya kader yang itu-itu saja dari pemilu ke pemilu, sementara rakyat ingin sosok yang lain, maka sistem tertutup ini kurang aspiratif," pungkasnya. (cr26/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/akademisi-uinsu-faisal-riza-1.jpg)