Kendaraan Listrik

Pakai Motor Listrik Setiap Hari, Siar hanya Bayar Rp 1.400 Per 75 Kilometer

Siarkansyah Singarimbun (35) berhasil mengubah Vespa VBB Kongo 1961 menjadi kendaraan listrik yang sangat ekonomis

Penulis: Hendrik Naipospos | Editor: Array A Argus
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Siarkhansyah Singarimbun mengendarai Vespa lawas miliknya yang telah diubah menjadi motor listri di Medan, Sumatera Utara, Jumat (30/12). Pemerintah berkomitmen mempercepat program konversi kendaraan bermotor BBM menjadi kendaraan bermotor listrik karena berdasarkan data Kementerian ESDM, dampak mengkonversi 6 juta motor BBM ke listrik akan mampu mengurangi BBM 12,8 juta barel/tahun, penurunan emisi CO2 sebesar 3,9 Juta Ton CO2, dan peningkatan konsumsi listrik sebesar 2,4 TWh/tahun. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Siarkansyah Singarimbun (35) akrab dipanggil Siar, merasa puas setelah berhasil mengubah Vespa VBB Kongo 1961 menjadi kendaraan listrik yang sangat ekonomis, jarak 75 km ditempuh dengan 1 kWh listrik PLN yang harganya di kisaran Rp 1.400.

Ia menggunakan komponen elektrik dari Elders Garage lalu dirakit di bengkel pribadinya Victory Project.Ev, Jalan DR. Mansyur Medan, Sumatera Utara.

Vespa VBB Kongo 1961 milik Siar menggunakan baterai Tesla Model III 84 volt dengan kapasitas 24 Ah (Ampere hour) dan dinamo 3.000 watt. Proses pengisian baterai membutuhkan waktu 3-4 jam. Komponen ini bisa membawa Vespa VBB melaju dengan rentang kecepatan 75-80 km/h. “Aku pakai Vespa ini tiap hari, sangat hemat, aku puas dan percaya diri. Motor listrik ini gila, baterai lithium ion itu kecil tapi punya power,” ucap Siar kepada wartawan Tribun Medan, Jumat (30/12/2022).

Siarkhansyah Singarimbun menyelesaikan proses konversi vespa lawas menjadi motor listrik di Medan, Sumatera Utara, Jumat (30/12). Pemerintah berkomitmen mempercepat program konversi kendaraan bermotor BBM menjadi kendaraan bermotor listrik karena berdasarkan data Kementerian ESDM, dampak mengkonversi 6 juta motor BBM ke listrik akan mampu mengurangi BBM 12,8 juta barel/tahun, penurunan emisi CO2 sebesar 3,9 Juta Ton CO2, dan peningkatan konsumsi listrik sebesar 2,4 TWh/tahun.
Siarkhansyah Singarimbun menyelesaikan proses konversi vespa lawas menjadi motor listrik di Medan, Sumatera Utara, Jumat (30/12). Pemerintah berkomitmen mempercepat program konversi kendaraan bermotor BBM menjadi kendaraan bermotor listrik karena berdasarkan data Kementerian ESDM, dampak mengkonversi 6 juta motor BBM ke listrik akan mampu mengurangi BBM 12,8 juta barel/tahun, penurunan emisi CO2 sebesar 3,9 Juta Ton CO2, dan peningkatan konsumsi listrik sebesar 2,4 TWh/tahun. (Tribun Medan/Risky Cahyadi)

Siar sudah mengonversi 14 kendaraan, termasuk Vespa Sprint 1977 milik Alvarizi Aryes (25) yang menggunakan baterai lithium ion 65 volt dengan kapasitas 19,5 Ah dan dinamo 1.200 watt yang mampu melaju hingga 55 km/h sejauh 40-45 km.

Mengonversi Vespanya ke kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBL BB) Alvarizi merogoh kocek Rp 20 juta. Kendaran ini hanya membutuhkan 0,8 kWh listrik PLN atau di kisaran Rp 1.000 untuk mengisi full baterai. “Harga konversi lebih murah daripada beli motor listrik baru. Vespa saya selesai konversi 15 Agustus 2022, saya gak pusing lagi harus antre isi pertalite, service dan ganti oli, sebelumnya hanya untuk minyak (pertalite) saja per bulan bisa Rp 300 ribu, sekarang terhitung gratis karena bisa isi baterai di kantor,” tutur Alvarizi.

Siarkhansyah Singarimbun menunjukkan komponen listrik pada Vespa lawas miliknya yang telah diubah menjadi motor listri di Medan, Sumatera Utara, Jumat (30/12). Pemerintah berkomitmen mempercepat program konversi kendaraan bermotor BBM menjadi kendaraan bermotor listrik karena berdasarkan data Kementerian ESDM, dampak mengkonversi 6 juta motor BBM ke listrik akan mampu mengurangi BBM 12,8 juta barel/tahun, penurunan emisi CO2 sebesar 3,9 Juta Ton CO2, dan peningkatan konsumsi listrik sebesar 2,4 TWh/tahun.
Siarkhansyah Singarimbun menunjukkan komponen listrik pada Vespa lawas miliknya yang telah diubah menjadi motor listri di Medan, Sumatera Utara, Jumat (30/12). Pemerintah berkomitmen mempercepat program konversi kendaraan bermotor BBM menjadi kendaraan bermotor listrik karena berdasarkan data Kementerian ESDM, dampak mengkonversi 6 juta motor BBM ke listrik akan mampu mengurangi BBM 12,8 juta barel/tahun, penurunan emisi CO2 sebesar 3,9 Juta Ton CO2, dan peningkatan konsumsi listrik sebesar 2,4 TWh/tahun. (Tribun Medan/Risky Cahyadi)

Bengkel Victory Project.Ev milik Siar adalah satu-satunya bengkel konversi kendaraan listrik non-manufaktur di Sumatera yang telah lulus sertifikasi. Perkembangan media internet membuat permintaan konversi terus bertambah bahkan tak cuma dari Kota Medan, pelanggan datang dari Padang, Lampung, Pekanbaru dan Jambi yang terdiri dari beragam jenis Vespa: Sprint, PTS, Excel, Bagol, Corsa, VBB dan VnB. 

Siar menceritakan meskipun kendaraan listrik menggunakan baterai lithium ion yang harganya di kisaran Rp 9 juta, namun penggunaan kendaraan masa depan ini tetap lebih ekonomis daripada kendaraan berbahan bakar minyak.

Baterai lithium ion bisa digunakan 2.000 hingga 10.000 kali charging tergantung pola pemakaian. Apabila baterai sudah rusak, bisa diganti tanpa harus membeli komponen elektrik lain. “Vespa saya isi baterai tiga hari sekali, berarti bisa tahan 6.000 hari. Salah jika masyarakat menganggap perawatan kendaraan listrik itu mahal karena kunci utama kendaraan listrik itu baterai,” katanya.

Siarkhansyah Singarimbun mengisi daya Vespa lawas miliknya yang telah diubah menjadi motor listri di Medan, Sumatera Utara, Jumat (30/12). Pemerintah berkomitmen mempercepat program konversi kendaraan bermotor BBM menjadi kendaraan bermotor listrik karena berdasarkan data Kementerian ESDM, dampak mengkonversi 6 juta motor BBM ke listrik akan mampu mengurangi BBM 12,8 juta barel/tahun, penurunan emisi CO2 sebesar 3,9 Juta Ton CO2, dan peningkatan konsumsi listrik sebesar 2,4 TWh/tahun.
Siarkhansyah Singarimbun mengisi daya Vespa lawas miliknya yang telah diubah menjadi motor listri di Medan, Sumatera Utara, Jumat (30/12). Pemerintah berkomitmen mempercepat program konversi kendaraan bermotor BBM menjadi kendaraan bermotor listrik karena berdasarkan data Kementerian ESDM, dampak mengkonversi 6 juta motor BBM ke listrik akan mampu mengurangi BBM 12,8 juta barel/tahun, penurunan emisi CO2 sebesar 3,9 Juta Ton CO2, dan peningkatan konsumsi listrik sebesar 2,4 TWh/tahun. (Tribun Medan/Risky Cahyadi)

Kecintaan Siar terhadap kendaraan listrik semakin ‘gila’, ia nekat melakukan uji coba Vespa-nya dengan berkendara dari Jakarta-Jogja-Bali-Mandalika atau sekitar 1.330 km. “Motor tidak ada masalah. Saya terobos banjir di Jawa Tengah aman-aman saja, memang instalasi harus dilakukan di bengkel yang sudah dapat lisensi sehingga resiko korslet sangat minim, ” tutur Siar.

Kendaraan listrik karya Siar perlahan mulai dikenal, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki, Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo sudah mengendarai motor listrik produksi Victory Project.Ev.

Siarkhansyah Singarimbun memindahkan baterai pada Vespa lawas miliknya yang telah diubah menjadi motor listri di Medan, Sumatera Utara, Jumat (30/12). Pemerintah berkomitmen mempercepat program konversi kendaraan bermotor BBM menjadi kendaraan bermotor listrik karena berdasarkan data Kementerian ESDM, dampak mengkonversi 6 juta motor BBM ke listrik akan mampu mengurangi BBM 12,8 juta barel/tahun, penurunan emisi CO2 sebesar 3,9 Juta Ton CO2, dan peningkatan konsumsi listrik sebesar 2,4 TWh/tahun.
Siarkhansyah Singarimbun memindahkan baterai pada Vespa lawas miliknya yang telah diubah menjadi motor listri di Medan, Sumatera Utara, Jumat (30/12). Pemerintah berkomitmen mempercepat program konversi kendaraan bermotor BBM menjadi kendaraan bermotor listrik karena berdasarkan data Kementerian ESDM, dampak mengkonversi 6 juta motor BBM ke listrik akan mampu mengurangi BBM 12,8 juta barel/tahun, penurunan emisi CO2 sebesar 3,9 Juta Ton CO2, dan peningkatan konsumsi listrik sebesar 2,4 TWh/tahun. (Tribun Medan/Risky Cahyadi)

Teranyar, Siar dipercaya PLN UP3 Bukit Barisan untuk mengkonversi sepeda motor Raptor Regal 250 CC keluaran tahun 2021 menjadi kendaraan listrik bertenaga tinggi dengan desain modifikasi chopper. Hanya membutuhkan waktu 15 hari, Sihar pun mewujudkan permintaan tersebut dengan menggunakan dua baterai Tesla Model III 84 volt dengan kapasitas 24 Ah dan dinamo 3300 watt.

Sepeda motor ini menggunakan mid drive system (sistem elektrik di tengah) sehingga bisa melaju sangat cepat namun untuk keamanan berkendara Siar memogram kecepatan maksimal 95 km/h dengan jarak tempuh 130 km.

Sepeda motor Raptor Regal ini dibawa PLN UP3 Bukit Barisan mengikuti Konvoi Motor Konversi dan Motor Listrik yang dilaksanakan PT PLN (Persero) di Jogja pada Rabu (28/12/2022). Ini adalah upaya PLN mendukung program transisi energi bersih guna mencapai target net zero emission pada tahun 2060 yang dicanangkan pemerintah.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memilih mengendarai motor konversi Raptor Regal dari Kecamatan Depok ke Kecamatan Imogiri sejauh 23 km. “Saya mengendarai sepeda motor rakitan anak bangsa. Motornya berjalan dengan smooth dan nyaman,” kata Darmawan dikutip dari situs resmi web.pln.co.id.

PLN Kebut Pembangunan SPKLU

PT. PLN (Persero) sudah sangat siap jika terjadi lonjakan penggunaan kendaraan listik yang berdampak peningkatan kebutuhan listrik di masyarakat. Kampanye konkrit penggunaan kendaraan listrik sudah dilakukan pada Presidensi G20 di Bali.

Melansir situs resmi pln.co.id pada 30 Desember 2022, Dirut PLN Darmawan Prasodjo dianugrahi CEO Green Leadership Utama oleh Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin karena dianggap sukses mengelola perusahan energi berwawasan lingkungan berkelanjutan.

Saat ini PLN sudah menyediakan 560 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) se-Indonesia yang tersebar di 238 titik dari Aceh hingga Papua. Mempercepat perkembangan ekosistem kendaraan listrik, PLN membuka skema kerja sama pembangunan SPKLU dengan pihak swasta dengan mendaftar di https://layanan.pln.co.id/partnership-io2-spklu.

Tingkat Sumatera Utara, PT. PLN (Persero) juga sudah mulai memperluas komunitas kendaran listrik dengan membangun delapan titik SPKLU yang berada di ULP Medan Kota, ULP Citiview, ULP Tebing Tinggi, ULP Parapat, ULP Pangururan, ULP Berastagi, ULP Balige dan ULP Rantau Prapat Kota. Serta satu Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di Pematang Siantar.

Manager Komunikasi PLN Wilayah Sumut, Yasmir Lukman, menyebutkan awal tahun 2023 PLN akan menambah SPKLU di tiga titik yakni Tarutung, Sibolga dan Padang Sidempuan. “PLN terus memperbanyak SPKLU secara mandiri maupun bekerjasama dengan pihak swasta atau perorangan, sehingga kebutuhan SPKLU/SPBKLU dapat discover dan pengguna EV dapat dengan bebas ke mana saja karena tersedia infrastruktur yang memadai,” jelas Yasmir.

Yasmir menjamin pembangunan SPKLU tidak akan menyebabkan defisit listrik di Sumatera Utara karena saat ini surplus lebih dari 600 MW dan ada pembangunan pembangkit listrik baru yaitu PLTA Asahan 3. “Masyarakat gak perlu khawatir jika ingin membeli atau konversi kendaraan listrik. PLN akan mengakamodir kebutuhan listrik yang dibutuhkan,” pungkasnya.

(hen/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved