Breaking News

Kuasa Hukum Brigadir J Bongkar Kesalahan Fatal Skenario Ferdy Sambo, Ungkap 2 Hal Ini

Kuasa hukum Brigadir J, Martin Simanjutak blak-blakan membongkar kesalahan dari skenario Ferdy Sambo dalam

Tayang:
Editor: Dedy Kurniawan
tangkapan layar video
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi: Terdakwa kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi bertemu dengan keluaga Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (1/11/2022). (tangkapan layar video) 

TRIBUN-MEDAN.com - Kuasa hukum Brigadir J, Martin Simanjutak blak-blakan membongkar kesalahan dari skenario Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan berencana Yosua.

Kesalahan skenario Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang diungkap Martin Simanjutak ada dua hal.

Martin Simanjutak menilai dua hal ini lah yang menimbulkan keyakinan bila Ferdy Sambo sedang melancarkan skenario terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Atas dasar itu lah, Marti Simanjutak meragukan keterangan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang tidak mengetahui penyebab penembakan terhadap Brigadir J.

Baca juga: Terjawab Kabar Nikah Siri Tissa Biani dan Dul Jaelani : Kalau Bisa Nikah Sah

Baca juga: Nikita Mirzani Bak Ledek Dito Mahendra, Takut ke Persidangan karena Dipanggil KPK


 
Kuasa hukum Brigadir J, Martin Simanjutak membeberkan dua kesalahan soal skenario Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Yosua.

Hal pertama yang menurut Martin adalah apa alasan Putri Candrawathi masih mau satu mobil dengan Brigadir J menuju rumah Duren Tiga.

Baca juga: Dapat Kado Spesial, Natasha Wilona Kaget Lihat Isi Hadiah dari Verrell Bramasta

Baca juga: Bersama Jajaran, Kapolres Toba Ikuti Kegiatan Lat Pra Ops Lilin Toba 2022 Via Zoom Meeting

Padahal, Putri mengaku dirinya mengalami pemerkosaan oleh Brigadir J saat berada di rumah Magelang.

"Yang jadi pertanyaan, kenapa mereka masih bersama-sama ke Jalan Duren Tiga padahal pelaku (pemerkosaan) yang dimaksud adalah Yosua?" beber Martin dalam tayangan Kontroversi di YouTube metrotvnews, Sabtu (17/12/2022).

"Kalau saya jadi Ferdy Sambo atau Putri, saya tidak akan mau satu wilayah rumah dengan orang yang saya tuduh sebagai pelaku pemerkosaan," imbuhnya.


Kemudian, hal kedua yang menurut Martin merusak skenario Ferdy Sambo adalah saat Putri mengaku menutup telinga saat penembakan terhadap Brigadir J di rumah Duren Tiga.

"Ketika Putri Candrawathi oleh hakim, saat peristiwa penembakan, apa yang saudari lakukan? Putri Candrawathi mengatakan dengan enteng, 'saya menutup telinga saya, Yang Mulia'," ujarnya.

Ditutupnya telinga Putri Candrawathi ini membuat Martin berkesimpulan bahwa istri Ferdy Sambo itu mengetahui bakal ada peristiwa penembakan terhadap Brigadir J.

Menurut Martin, jika Putri Candrawathi tidak mengetahui bakal ada penembakan di rumah Duren Tiga, maka seharusnya dirinya akan menyelamatkan diri bukan menutup telinga.

 
"Cari kolong tempat tidur, masuk ke dalam lemari, atau masuk ke kamar mandi lalu segera menelepon suami atau para ajudan untuk segera mengamankan wilayah tersebut," jelasnya.

Dua hal ini membuat Martin menegaskan sangat tidak mungkin Putri Candrawathi tidak mengetahui penyebab penembakan terhadap Brigadir J.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved