Sumut Terkini
Kadis Peternakan Sumut Sebut Daging Babi Terinfeksi Virus ASF Masih Aman Dikonsumsi
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut menyebut daging babi yang terkena virus African Swine Fever masih aman dikonsumsi.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara (Sumut), M Azhar Harahap menyebut daging babi yang terkena virus African Swine Fever (ASF) masih aman dikonsumsi masyarakat.
Azhar memastikan, virus ASF hanya berdampak pada ternak babi dan tidak berdampak pada kesehatan manusia.
"Jadi virus tersebut tidak bisa menyerang manusia, sehingga aman untuk dikonsumsi," ujar Azhar, Selasa (13/12/2022).
Azhar memastikan, ASF juga hanya bisa menular ke hewan ternak babi, tidak ke hewan ternak lainnya.
Baca juga: Dua Bocah di Sergai Hanyut dan Ditemukan Meninggal Dunia, Bermain Air saat Banjir
“ASF adalah penyakit pada ternak babi saja dan tidak ada dampak pada hewan lain. Virus ASF resisten pada produk yang berasal dari ternak babi,” ucapnya.
Dikatakan Azhar, pihaknya terus melakukan pengendalian penyakit atau virus ASF yang menyerang ternak babi.
Dijelaskannya, upaya yang terus dilakukan adalah berkoordinasi dengan Pemkab/Pemko di Sumut terhadap ditemukannya ternak babi terkena virus ASF berdasarkan hasil uji laboratorium.
“Seperti kemarin, kita sudah menyurati Dinas Peternakan kabupaten dan kota pada 30 November 2022 perihal kewaspadaan terkait penyakit hewan menular pada ternak babi,” katanya.
Baca juga: Viral Aksi Kocak Pengantin Kesulitan Potong Tumpeng, Netter: Moga Cinta Mereka Sekokoh Tumpengnya
Ia menuturkan, dalam surat ke kabupaten/kota menyatakan ada beberapa daerah masih ditemukan ASF pada ternak babi, seperti Kota Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai dan Karo.
(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Ketahanan-Pangan-dan-Peternakan-Provinsi-Sumatera-Utara-Azhar-Harahap.jpg)