Tawuran Pemuda

Belasan Rumah Hancur, Tiga Warga Kena Tembak, Pelaku Tawuran di Belawan Tidak Ada yang Ditangkap

Aksi tawuran di Belawan, persisnya di Jalan Selebes, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan menyebabkan belasan rumah hancur

Tayang:
Editor: Array A Argus
HO
Aksi tawuran sejumlah pemuda di Jalan Selebes, Belawan 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Aksi tawuran antar pemuda di Jalan Selebes, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan menyebabkan belasan rumah warga hancur.

Selain merusak rumah, tiga warga juga kena tembak senapan angin.

Sampai saat ini, belum ada satupun dari pelaku tawuran yang diamankan.

Baca juga: TAWURAN PECAH Lagi di Belawan, Puluhan Rumah Jalan Selebes Rusak Dilempari Batu

Baca juga: TIGA WARGA Kena Tembak, Belasan Rumah di Belawan Rusak Akibat Tawuran

Saling serang dinihari

Menurut Abdul Rahman, warga Jalan Selebes, para pemuda yang terlibat tawuran ini berasal dari Gang 15 dan Gang 7.

Ia tidak tahu pasti apa penyebab tawuran.

Namun, kata dia, tawuran pecah pada Minggu (4/12/2022) dinihari sekira pukul 02.00 WIB.

Baca juga: BENTROKAN Belawan Beriring Bom Molotov, Kapolres Beberkan Fakta soal Rumah Ibadah yang Terbakar

"Saya tidak tahu apa penyebab pastinya. Namun belasan rumah di sini rusak dilempari batu," kata Abdul Rahman, Minggu siang.

Ia mengatakan, saat tawuran terjadi, kalangan pemuda dari kedua kubu membawa senjata tajam, kayu, batu dan senapan angin.

Rumah warga yang ada di tengah-tengah areal bentrokan menjadi sasaran.

Baca juga: BENTROKAN PECAH, Suasana Kelurahan Belawan Bahagia Sempat Mencekam

Baca juga: Polisi Bakal Periksa Dosen UMSU Terkait Kasus Bentrokan Mahasiswa IMM Fakultas Hukum

Kaca jendela, genteng hingga pintu rumah hancur berantakan.

Dari rekaman video amatir yang diterima Tribun-medan.com, para pemuda yang terlibat bentrokan ini sempat menendangi, melempar dan memukul-mukul rumah warga.

Bahkan, akibat penyerangan ini, pintu rumah warga jebol.

Padahal, warga yang menjadi korban sasaran itu tidak tahu menahu dengan masalah para pemuda ini.

Baca juga: BREAKING NEWS-Bentrokan Pecah, Geng Motor Baku Hantam Hingga Berlumuran Darah, Lalu Lintas Macet

"Warung saya saja sampai dijarah mereka," kata Rahman.

Ia sangat berharap sekali, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bisa segera memediasi pihak yang bertikai.

Agar kedepannya aksi serupa tidak terjadi lagi.

"Maunya segera didamaikan lah mereka ini," katanya.

Tiga warga kena tembak

Tiga orang warga yang tinggal di Gang 15, Jalan Selebes, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan kena tembak saat tawuran pecah, Minggu (4/12/2022) dinihari.

Menurut warga bernama Abdul Rahman, mereka yang kena tembak itu menderita luka di paha, dengkul dan tangan.

Adapun penyerang merupakan pemuda dari Gang 7.

Kelompok penyerang tidak hanya melempari batu, tapi juga menembakkan senapan angin.

Baca juga: Ngeri, Bentrokan Dua Ormas di Langkat, Satu Orang Kena Bacok dan Satu Mobil Ludes Terbakar

sejumlah pemuda terekam kamera saat melakukan aksi tawuran di Jalan Selebes, Belawan
sejumlah pemuda terekam kamera saat melakukan aksi tawuran di Jalan Selebes, Belawan (HO)

"Ada yang luka di paha, dengkul dan tangan. Tiga orang lah kena tembak senapan angin," kata Abdul Tahman. 

Sementara itu, warga lain mengatakan bahwa para pelaku membubarkan diri ketika pagi hari. 

"Hancur lah semua rumah kami. Bisa dilihat sendiri," kata wanita berdaster kuning.

Baca juga: TAWURAN PECAH Lagi di Belawan, Puluhan Rumah Jalan Selebes Rusak Dilempari Batu

Wanita tersebut mengatakan, bahwa kaca rumahnya rontok dan pecah akibat dipukul benda tumpul oleh para pelaku.

Ia sendiri bingung harus mencari uang kemana untuk memperbaiki rumahnya yang rusak.

Saat Tribun-medan.com menyambangi lokasi, warga lainnya juga menunjukkan kondisi rumah yang rusak.

Bagian jendela hancur akibat terkena lemparan batu.

Warga berharap kasus ini segera diusut dan pelakunya ditangkap.

Jika dibiarkan, tidak tertutup kemungkinan bentrok akan kembali terjadi. 

Pagi hari masih saling intip

Hingga Minggu (4/12/2022) pagi, pemuda dari Gang 15 dan Gang 7 masih saling intip.

Dalam rekaman video yang beredar, tampak kedua kubu saling tunggu.

Mereka saling tatap dari kejauhan.

Karena tak kunjung mau membubarkan diri, beberapa warga lantas merekam suasana di lokasi tawuran.

Warga sengaja merekam suasana di lokasi, berharap masyarakat luas bisa mengetahui kondisi di Belawan seperti apa.

Dalam rekaman video itu juga terlihat, bahwa jalan di sekitar permukiman warga tampak porak poranda.

Ada tenda yang roboh diduga dirusak massa.

Kemudian, sejumlah rumah rusak, hingga pemiliknya marah-marah.

Para warga yang menjadi korban meminta agar para pelaku ini segera ditangkap dan diproses hukum.

Polisi tunggu ada yang melapor

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Rudy Syahputra mengaku belum ada menangkap satu pun pelaku tawuran yang merusak rumah warga.

Alasannya, sampai saat ini belum ada warga yang melapor.

"Untuk penangkapan belum ada, karena yang melapor juga belum ada," kata Rudy.

Namun begitu, dia berjanji akan segera menyelidiki siapa saja yang melakukan pengerusakan dan membawa senjata tajam.

Camat Belawan, Subhan Harahap mengatakan akan segera memanggil seluruh kepala lingkungan untuk membahas masalah ini.

Ia ingin menyerap masukan dari para kepling menyangkut tawuran dan bentrokan yang sering terjadi.

Soal bentrokan di Jalan Selebes, Subhan berencana memanggil para pihak untuk didamaikan.

"Kalau posko antisipasi tawuran sudah lama didirikan. Bahkan ada satgas antisipasi tawuran untuk membantu polisi," katanya.

Meski demikian, nyatanya posko antisipasi tawuran tak berjalan.

Tetap saja ada tawuran dan bentrokan.

Bahkan, aksi tawuran dan bentrokan semakin barbar.

Sebab, banyak rumah yang rusak akibat pertikaian tak jelas ini.

Minta tes urine

Sejumlah warga meminta agar polisi dan pemerintah setempat melakukan tes urine bagi mereka yang nantinya ditangkap.

Tes urine diperlukan guna mengetahui, apakah para pelaku tawuran mengonsumsi narkoba atau tidak.

Jika terbukti positif menggunakan narkoba, masyarakat meminta agar para pelaku segera diproses hukum saja.

Orangtua para pelaku harus dipanggil, sehingga mudah melakukan pendataan jika tawuran atau bentrokan kembali terjadi.(tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved