Berita Sumut
Pantasan Merajelala, Mafia Tambang Emas Ternyata Dibekingi Pejabat TNI, Dipaksa Dilepas Polisi
Letkol Inf Amrizal Nasution diduga sempat meminta tiga orang mafia tambang emas yang ditangkap Polisi dibebaskan.
Penulis: Fredy Santoso |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0212/TS, Letkol Infanteri Amrizal Nasution dikabarkan sempat mendatangi Polres Madina sebelum anak buahnya dikabarkan membebaskan mafia tambang emas ilegal dari Polisi.
Menurut informasi, Letkol Inf Amrizal Nasution diduga sempat meminta tiga orang mafia tambang emas yang ditangkap Polisi dibebaskan.
Dalam rekaman yang diterima Tribun Medan, Letkol Inf Amrizal Nasution diduga sempat hadir ke Polres Madina sekitar pukul 00:00 WIB bersama sejumlah personel TNI lainnya.
Ia datang mengenakan seragam lengkap dan mobil dinas TNI yakni Mitsubishi Pajero berplat dinas TNI 212 I. Mobil itu diparkiran di depan kantor Satreskrim Polres Mandailing Natal.
Terkait hal ini Letkol Inf Amrizal Nasution membenarkan dirinya mendatangi Polres Madina pada Rabu dinihari.
Namun dia membantah meminta supaya ketiga mafia tambang dibebaskan. Dirinya menyebut kehadirannya ke Polres Madina dalam rangka silaturahmi.
"Saya mendatangi Polres Madina sering, gak Polres Madina aja, masa silahturahmi ke Polres gak boleh. Sering main-main. Mungkin ada kebetulan itu saja,"kata Letkol Inf Amrizal Nasution, Rabu (30/11/2022).
Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak mengaku belum mengetahui adanya mafia tambang emas yang ditangkap anak buahnya malah dibebaskan paksa oleh terduga personel TNI.
Dia mengatakan akan segera mengecek informasi tersebut. "Nanti saya cek,"kata Kapolda Sumut singkat.
Sebelumnya, belasan oknum TNI Angkatan Darat dikabarkan melepas paksa terduga penambang emas ilegal yang sempat ditangkap Polisi pagi ini sekitar pukul 07:30 WIB dari Polres Mandailing Natal.
Menurut informasi yang dihimpun Tribun Medan, lebih dari tiga orang terduga penambang itu awalnya ditangkap Polisi dan dibawa ke Polres Madina pada hari Selasa.
Namun malam harinya sejumlah pria diduga prajurit TNI dikabarkan minta Polisi melepaskan sejumlah orang yang ditangkap terkait tambang emas ilegal namun gagal.
Pada pagi harinya, Rabu sekitar pukul 07:30 WIB sejumlah pria diduga anggota TNI kembali datang dan langsung melepas terduga penambang emas ilegal yang ditangkap personel dari Ditreskrimus Polda Sumut.
Dari belasan pria diduga TNI sebagian mengenakan seragam lengkap.
(Cr25/ tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Mobil-dinas-TNI-milik-Komandan-Komando-Distrik-Militer.jpg)