Kasus Pembunuhan Brigadir J

Pembunuhan Brigadir J, Diancam Ferdy Sambo, AKBP Arif Rachman Ketakutan, Malah Patahkan Laptop Bukti

Diancam Ferdy Sambo? AKBP Arif Rachman Ketakutan, Langsung Patahkan Laptop Isi Data Rekaman CCTV

HO
Pada dakwaan yang dibacakan JPU terungkap bahwa rekaman CCTV yang ada di  rumah dinas Ferdy Sambo telah dihapus oleh AKBP Arif Rachman Arifin. Diancam Ferdy Sambo, AKBP Arif Rachman Ketakutan, Langsung Patahkan Laptop Isi Data Rekaman CCTV 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kasus kematian tragis Brigadir J menyeret nama mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi ke meja persidangan.

Selain itu, kasus pembunuhan Brigadir Yosua juga menyeret sejumlah perwira polisi terkait obstruction of justice.

Kini, persidangan para terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J tengah berjalan.

Bahkan sudah ada sejumlah perwira polisi yang dipecat usai menjalani sidang kode etik Polri, termasuk Ferdy Sambo.

Salah satu yang terlibat dalam kasus pembunuhan berencan Brigadir J ini adalah perwira polisi bernama AKBP Arif Rachman.

Namun diancam Ferdy Sambo, AKBP Arif Rachman mengaku ketakutan hingga langsung patahkan laptop berisi data rekaman CCTV.

Dalam perkara ini, ada tujuh anggota polri yang ditetapkan sebagai terdakwa melakukan perintangan penyidikan atau obstruction of justice atas tewasnya Brigadir J dengan menghancurkan dan menghilangkan barang bukti termasuk CCTV.

Mereka adalah Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria.

Kemudian ada nama perwira polisi bernama Chuck Putranto, Irfan Widianto, Arif Rachman Arifin, dan Baiquni Wibowo.

Namun, terdakwa obstruction of justice, AKBP Arif Rachman Arifin menyampaikan keberatan atas dakwaan dugaan kasus obstruction of justice dalam penanganan kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Salah satu materi yang menjadi keberatan, Arif dalam kondisi diancam.

Pasalnya, ia di bawah tekanan saat mematahkan laptop berisikan data rekaman CCTV penting di sekitar rumah dinas Ferdy Sambo.

Kuasa hukum Arif Rachman, Junaedi Saibih menyatakan, ancaman itu terlihat saat Arif Rachman dan Brigjen Hendra Kurniawan menghadap Ferdy Sambo.

Mereka menghadap seusai melihat isi rekaman CCTV di Duren Tiga yang jadi TKP pembunuhan Brigadir J.

Baca juga: Hidup Enak Dinikahi Pengusaha, Dian Sastro Tak Gengsi Santap Makanan Sederhana Ini, Intip Potretnya

AKBP Arif Rachman Arifin dan Ferdy Sambo. Ferdy Sambo marah dan menangis ketika anak buahnya mencurigai keterangannya dalam kasus pembunuhan Yosua Hutabarat. Diancam Ferdy Sambo, AKBP Arif Rachman Ketakutan, Langsung Patahkan Laptop Isi Data Rekaman CCTV
AKBP Arif Rachman Arifin dan Ferdy Sambo. Ferdy Sambo marah dan menangis ketika anak buahnya mencurigai keterangannya dalam kasus pembunuhan Yosua Hutabarat. Diancam Ferdy Sambo, AKBP Arif Rachman Ketakutan, Langsung Patahkan Laptop Isi Data Rekaman CCTV (HO)

Melihat apa yang ada di dalam CCTV itu, AKBP Arif Rachman kaget.

Sumber: Suar.id
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved