Berita Sumut
Raih 2 Medali Emas di Asean Para Games, Atlet Disabilitas Sumut Ini Dapat Penghargaan di Haornas
Kekurangan pada penglihatan tak menyurutkan atlet blind judo National Paralympic Committee (NPC) Sumut, Sahrul Sulaiman untuk mengukir pretasi.
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Kekurangan pada penglihatan tak menyurutkan atlet blind judo National Paralympic Committee (NPC) Sumut, Sahrul Sulaiman untuk mengukir pretasi.
Terbukti, baru-baru ini Sahrul Sulaiman berhasil mempersembahkan dua medali emas bagi Tanah Air di ajang Asean Para Games (APG) 2022 di Solo, Agustus lalu.
Raihan bergengsi Sahrul Sulaiman itupun menghantarkannya mendapatkan penghargaan insan olahraga berprestasi Sumut, pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2022, di Lapangan Astaka Dispora Sumut, Kamis (6/10/2022).
Baca juga: CERITA Sofyan, Atlet NPC Sumut Peraih Medali Emas ASEAN Para Games, Orangtua Menangis Bangga
"Memang sudah diprediksi (dapat emas). Dari pelatih pun sudah memprediksi saya, padahal saat itu saya belum yakin. Karena motivasi terus menerus, akhirnya saya yakin, bisa," ujarnya kepada Tribun Medan usai acara.
Disebutkan Sahrul, prestasi itu ia dapat dari debutnya mengikuti APG. Meski begitu, dijelaskannya ia sudah dua kali mengikuti seleksi kompetisi bergengsi itu. Namun, akibat pandemi ia gagal berlaga.
Atlet asal Medan ini mengisahkan, kekurangan pada penglihatannya sudah diderita sejak lahir dan lebih parah. Hanya saja berangsur membaik dengan metode yang ia lakoni.
"Saya dari lahir ini. Awal mulanya lebih parah dari ini. Hanya sekarang, ada beberapa metode-metode yang saya lakukan jadi agak lumayan, bukan sembuh, tapi agak lumayan. Karena memang kata dokter pun tidak bisa sembuh. Bukan kornea saya yang rusak, tapi jaringannya. Saya melihat pun cuma lima meter jaraknya," katanya.
Sahrul juga bercerita bagaimana akhirnya bisa menjadi atlet blind judo NPC Sumut. Awalnya ia menjadi atlet pada tahun 2014 dan masuk kategori kelas 60 kg. Saat itu usainya berkisar 24 tahun.
Sahrul mengakui jika profesinya menjadi atlet sedikit terlambat. Ia mengungkap cabang olahraga (cabor) blind judo baru ada pada tahun 2014 silam.
"Karena memang cabang olahraga blind judo ini masuk ke Indonesia tahun 2014. Pada tahun 2015 atau 2016 baru dipertandingkan pada Peparnas Bandung," ucapnya.
Baca juga: Warga Asahan Bangga Perjuangan Fikri Thoib, Raih Perunggu di Asean Para Games
Disinggung mengenai bonus yang didapat dari Haornas, Sahrul menyebutkan bakal dipergunakan untuk membangun usaha. Namun, ia belum merencanakan usaha apa yang akan dibuat.
Ia juga berpesan, kepada orang-orang yang lebih beruntung dan tidak mengalami kekurangan fisik untuk tidak pernah lelah berjuang dalam menggapai cita-cita.
"Motivasi saya untuk teman-teman, namanya berlatih itu pasti sakit. Pasti merasakan yang namanya letih dan lelah. Cuma kita harus punya prinsip, kita bisa gak menggali potensi diri. Jangan dengarkan perkataan orang," ujarnya.
(cr12/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sahrul-Sulaiman-Raih-Penghargaan-Insan-Olahraga-Sumut.jpg)