Demo Tolak Kenaikan BBM

Akhirnya Jokowi Angkat Bicara Demo Besar-besaran Tolak Kenaikan Harga BBM Digelar Hari Ini

Agenda demo terkait peneolakan kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) yang dianggap cukup memberatkan rakyat.

Editor: Salomo Tarigan
Istimewa
Presiden Jokowi 

TRIBUN-MEDAN.com - Demo besar digelar serentak hari ini di seluruh Indonesia atau 33 provinsi, Selasa (6/9/2022). 

Agenda demo terkait peneolakan kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) yang dianggap cukup memberatkan rakyat.

Lantas bagaimana rekasi Presiden Jokowi terkait penolakan kenaikan harga BBM ini?

Pihak yang akan berunjuk rasa besar-besar satu di antaranya Serikat buruh.

Mereka bakal menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di 33 provinsi.

Terkait hal tersebut Presiden Jokowi meminta agar penyampaian aspirasi dikakukan dengan cara yang baik.

Baca juga: Antisipasi Unjuk Rasa Kenaikan Harga BBM, Polres Dairi Siapkan 1 Kompi Personil Samapta

“Sampaikan dengan cara-cara yang baik ya,” kata Presiden Jokowi di Sarinah, Jakarta Pusat, Senin, (5/9/2022).

Presiden Jokowi tidak mempermasalahkan rencana aksi unjuk rasa tersebut.

Menurut Presiden Jokowi Indonesia merupakan negara demokrasi.

“Ya ini kan negara demokrasi,” katanya.

Sebelumnya Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengungkapkan buruh bakal menggelar aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 6 September 2022 mendatang.

Said mengatakan aksi massa Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ini bakal digelar di 34 provinsi.

Baca juga: Berbagi Tips Make up Tampil Cantik dan Menawan Saat Beraktivitas di Luar Ruangan

Aksi unjuk rasa akan dilaksanakan di gedung DPR dan kantor gubernur daerah masing-masing.

"Aksi ini akan diikuti puluhan ribu buruh. Untuk di DPR RI masa aksi berjumlah hampir 5 ribu buruh masa aksi pada tanggal 6 September akan berunjuk rasa di DPR RI. Sedangkan ribuan buruh lainnya berunjuk rasa di kantor gubernur," kata Said dalam konferensi pers virtual, Selasa (30/8/2022).

Terdapat tiga isu yang diangkat dalam aksi tersebut.

Isu pertama, adalah penolakan rencana Pemerintah menaikan harga BBM.

 Lalu isu kedua, buruh juga akan menolak pengesahan omnibus law cipta kerja.

Ketiga, buruh mendesak kenaikkan upah buruh tahun 2023 sebesar 10 hingga 13 persen.

"Ada beberapa alasan yang saling terkait kenapa Partai Buruh dan organisasi serikat buruh KSPI, FSPMI, alasan pertama kenaikkan harga BBM yang direncanakan 30 persen khususnya BBM bersubsidi pertalite menjadi 10 persen mengakibatkan daya beli buruh dan masyarakat kecil akan menurun drastis," ucap Said Iqbal.

Baca juga: DIBONGKAR IPW Peran Besar Satgassus Merah Putih yang Dipimpin Irjen Ferdy Sambo Sebenarnya

Menurutnya, sudah tiga tahun berturut-turut upah buruh tidak mengalami kenaikan akibat omnibus law cipta kerja.

Dirinya mengatakan Menaker sudah mengumumkan tahun 2023 kenaikan upah tetap menggunakan PP 36/2021.

"Artinya kembali upah pekerja masyarakat kecil tidak mengalami kenaikan atau 0 persen. Secara bersamaan inflasi sudah diumumkan pemerintah berkisar 4,9 persen sebelum kenaikan BBM. Pertumbuhan ekonomi berkisar 5,1 persen," kata Said.

Kenaikan Harga BBM Subsidi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengatakan harga BBM bersubsidi telah disesuaikan.

"Antara lain Pertalite, dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10 ribu per liter," ujarnya, Sabtu, dilansir Tribunnews.com.

Kemudian, harga BBM jenis Solar subsidi naik dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter.

Selain BBM bersubsidi, Arifin menyebut, BBM nonsubsidi juga mengalami penyesuaian harga.

Baca juga: Begini Cara Presiden Jokowi Berkilah Soal Kenaikan BBM Bersubsidi

"Pertamax nonsubsidi dari Rp 12.500 per liter, menjadi Rp 14.500 per liter," ungkapnya.

Baca juga: DIBONGKAR IPW Peran Besar Satgassus Merah Putih yang Dipimpin Irjen Ferdy Sambo Sebenarnya

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com  

Akhirnya Jokowi Angkat Bicara Demo Besar-besaran Tolak Kenaikan Harga BBM Digelar Hari Ini

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved