Darurat Geng Motor

Wilayah Sumut Darurat Geng Motor, Pelaku Rata-rata Pelajar Bersenjata Tajam

Fenomena kemunculan geng motor di sejumlah wilayah Sumatera Utara makin marak akhir-akhir ini. Pelaku adalah pelajar usia dini

Tayang:
Editor: Array A Argus
HO
Kelompok Geng Motor Garuda Hitam berfoto bersama dengan menunjukkan senjata tajam.     

TRIBUN-MEDAN.COM,ASAHAN - Sejumlah wilayah di Sumatera Utara kini darurat geng motor.

Kondisi darurat geng motor terjadi di Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deliserdang, dan teranyar Kabupaten Asahan.

Dari fenomena kemunculan geng motor ini, rata-rata pelaku atau anggotanya adalah kelompok remaja bersenjata tajam.

Mereka yang terlibat geng motor ini masih berusia dini.

Tak jarang, dalam aksinya, para pelaku geng motor acap kali melukai pengguna jalan tanpa alasan yang jelas.

Baca juga: Geng Motor Lapendos Bacok Siswa MAN 2 Deliserdang, RSUD Amri Tambunan Halangi Wartawan Peliputan

Baca juga: BIKIN Onar di Kompleks Tasbih II, 16 Anggota Geng Motor Mendekam di Sel Polrestabes Medan

Aksi geng motor di Kota Medan

Kota Medan darurat geng motor, karena berkali-kali terjadi aksi penyerangan dan tawuran.

Bahkan, saat perayaan 17 Agustus 2022 kemarin, sejumlah pelajar yang terlibat geng motor saling baku hantam di jalanan.

Beberapa dari mereka bahkan nyaris membacok lawannya menggunakan senjata tajam berupa klewang dan celurit.

Dalam kasus ini, polisi dari Polsek Medan Baru dan Polsek Sunggal sempat berhasil mengamankan beberapa pelakunya.

Namun, dari sejumlah pelaku, mereka dipulangkan karena masih di bawah umur.

Baca juga: Serang Komplek Tasbih, 16 Komplotan Geng Motor Masuk Kereng Polrestabes Medan

Baca juga: INILAH Komplotan Geng Motor yang Buat Onar dan Serang Warga di Komplek Tasbih

Hanya sebahagian saja yang diproses, lantaran membawa senjata tajam dan merusak mobil masyarakat.

Aksi geng motor tidak berhenti sampai di situ saja.

Di Kota Medan, geng motor menyerang warga yang bermukim di Komplek Tasbih (Taman Setia Budi Indah).

Penyerangan terjadi dua kali dalam rentang waktu yang berbeda.

Berkenaan dengan kasus ini, petugas Sat Reskrim Polrestabes Medan akhirnya mengamankan 16 pelaku.

Namun demikian, bibit-bibit geng motor ini kian tumbuh subur di sejumlah sekolah, lantaran pelakunya adalah kelompok remaja.

Belum ada formulasi yang jelas, terkait penanganan dan pencegahan geng motor ini.

Aksi geng motor di Kota Binjai

Keributan akibat ulah geng motor juga terjadi di Kota Binjai.

Pada Minggu (7/8/2022) dinihari, sejumlah anggota geng motor melakukan pawai keliling kota membawa senjata tajam.

Mereka menakut-nakuti masyarakat, bahkan sempat merampas motor milik warga.

Dalam aksinya, para pelaku mengancam korbannya menggunakan senjata tajam.

Baca juga: Bikin Ulah Lagi, Komplotan Geng Motor Kembali Serang Warga Komplek Tasbih

Baca juga: Komplotan Geng Motor Bikin Gaduh di Kota Binjai, Polisi Amankan Empat Sepeda Motor saat Patroli

Setelah itu, pelaku kemudian membawa kabur motor korban.

Karena meresahkan, Polres Binjai akhirnya mengerahkan pasukan keliling kota mencari para bandit 'bau kencur' ini.

Alhasil, ada dua orang yang diamankan.

Mereka yang ditangkap merupakan pelaku yang merampas motor masyarakat.

Meski dua diamankan, pelaku lain yang ikut menakut-nakuti masyarakat lolos begitu saja dan berpotensi kembali melakukan aksi kejahatan di jalanan.

Baca juga: WAJAHNYA Ngeselin, Ini Dia Otak Pelaku Komplotan Geng Motor yang Pamer Parang di Jalanan

Geng motor di Kabupaten Deliserdang

Kelompok geng motor yang menakaman dirinya Lapendos unjuk taring di Kota Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang.

Aksi konvoi keliling kota membawa senjata tajam juga dipamerkan para pelaku.

Dalam kasus ini, ada satu orang pelajar yang kena bacok.

Korban berinisial RP (17) siswa MAN 2 Deliserdang.

Dari video yang beredar, para pelaku terlihat mengacung-acungkan senjata tajam di jalanan.

Baca juga: Geng Motor Lapendos Bacok Siswa MAN 2 Deliserdang, RSUD Amri Tambunan Halangi Wartawan Peliputan

Aksi ini pun membuat resah masyarakat.

Sayangnya, belum ada satupun pelaku yang ditangkap.

Kapolresta Deliserdang, Kombes Irsan Sinuhaji mengatakan, dia mengatensi kasus pembacokan siswa MAN 2 Deliserdang ini.

Kata Irsan, dia sudah memerintahkan petugas Sat Reskrim untuk melakukan pengusutan dan pengejaran terhadap para pelaku.

"Kami sekarang masih melakukan pengembangan. Petugas Sat Reskrim dibantu oleh Unit Reskrim Polsek Lubukpakam," kata Irsan, Selasa (30/8/2022).

Irsan mengatakan, dia akan menangkap para pelaku yang melanggar pidana ini.

Baca juga: KOTA BINJAI Tidak Aman, Komplotan Geng Motor Pawai Bawa Senjata Tajam Menakuti Masyarakat

Apalagi, perbuatan geng motor Lapendos sudah sangat meresahkan masyarakat, khususnya yang tinggal di Kecamatan Lubukpakam.

Dari informasi yang beredar, geng motor Lavendos ini juga sempat disebut-sebut terlibat aksi tawuran dengan Sapma Pemuda Pancasila yang ada di Kabupaten Sergai.

Dalam kasus ini, anggota geng motor Lapendos melakukan pawai di jalanan Lubukpakam, sebelum membacok korbannya RP.

Dari rekaman video yang beredar, komplotan geng motor Lapendos ini terang-terangan pamer senjata tajam kepada pengguna jalan.

Tak pelak, aksi geng motor Lapendos membuat warga ketakutan, karena khawatir menjadi korban salah sasaran.

Tak sedikit masyarakat di Kota Lubukpakam yang mendesak polisi menangkap dan menindak tegas pelaku.

Geng motor merampok di Kota Kisaran

Fenomena kemunculan geng motor juga terjadi di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan.

Seorang remaja yang tengah melintas di sekitar Stadion Mutiara Kisaran dirampok oleh kelompok geng motor ini.

Kisah perampokan yang dilakukan geng motor terhadap warga kemudian beredar di media sosial. 

Kapolres Asahan, AKBP Roman Samaradhana Elhaj mengatakan saat ini sudah menerima laporan korban.

Ia meminta masyarakat untuk segera melapor jika ada menemukan kelompok geng motor. 

"Kalau ada jumpa, tolong dilaporkan ke kami," Roman. 

Ia mengatakan, saat ini petugas kepolisian telah melakukan giat patroli secara terbuka maupun tertutup untuk mengantisipasi tindak kriminal begal.

"Apabila ada tindak pidana begal, kami tidak segan-segan agar melakukan tindakan tegas dan terukur," pungkasnya.(tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved