Kebakaran Hutan dan Lahan
GUBERNUR Edy Rahmayadi Lontar Statemen Menohok soal Kebakaran Hutan di Sekitar Danau Toba
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi angkat bicara terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar perbukitan Danau Toba.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi angkat bicara terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar perbukitan Danau Toba.
Edy Rahmayadi melontarkan statemen menohok terkait karhutla akhir-akhir ini.
Edy Rahmayadi pun menegaskan betapa pentingnya peran dan kesadaran dari masyarakat.
Berdasarkan data terakhir, luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sekitar Danau Toba Kabupaten Samosir mencapai 506 hektar.
Baca juga: MANAJEMEN PSMS Medan Siapkan Urusan Ini sebelum Daftarkan Pemain ke PT LIB
"Inilah ada perbedaan pemahaman. Mereka (masyarakat) berpikir kalau dibakar lahan itu lebih jernih air yang mengalir, lebih subur tanah itu. Begitu pemahaman dari nenek moyangnya katanya," ujar Edy, Kamis (11/8/2022).
Edy mengatakan pihaknya sudah berulang kali mengikatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas membuka lahan dengan cara membakar. Hal itu, sangat membahayakan dengan kelestarian alam Danau Toba itu.
"Setiap tahun di situ terbakar, setiap tahun diingatkan. Kemarin saya sudah rapat dengan Kapolda Sumut untuk memberikan ketegasan. Karena disitu (lahan terbakar) dikatakan bahwa kalau sudah mau mendekat musim hujan dia harus dibakar," katanya.
Baca juga: ISTRI Brigjen Hendra Kurniawan Buka Suara, Bongkar Skenario Ferdy Sambo, Sebut Suami hanya Korban
Mantan Pangkostrad itu, mengungkapkan hal tersebut, sudah menjadi kebiasaan buruk sejumlah masyarakat yang kerap melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebiasaan itu, harus diluruskan untuk mencegah hal serupa terulang kembali.
"Kebiasaan buruk ini yang harus kita luruskan. Nanti ada langkah-langkah berikutnya. Mungkin tindakan tegas untuk tidak melakukan hal tersebut," sebutnya.
Baca juga: BOBBY Nasution Boyong Mobil Dinas yang Dimural ke Padang, Founder Mural Medan: Orderan Meningkat
Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut melalui Dinas Kehutanan Sumut dan BPBD Sumut akan melakukan tindakan preventif terlebih dahulu dalam melakukan sosialisasi dan pencegahan Karhutla kepada masyarakat.
"Inilah nanti kita harus memberikan pengertian, kepada rakyat-rakyat yang masih mengikuti kebiasaan-kebiasaan masa lalu yang tidak mudah," ujarnya.
(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Edy-Rahmayadi-komentari-kebakaran-hutan-dan-lahan_.jpg)