Penembakan Brigadir J

FADLI Zon Buka Suara Kasus Ferdy Sambo, Sebut Skenario Polisi Kalahkan Film India

Drama ini sudah terlalu panjang, dengan cerita yang berubah-ubah dan mengejutkan. Peran antagonis dan protagonis silih berganti. Kalah film India

Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribun Jabar
Fadli Zon. (Tribun Jabar) 

TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN - Menkopolhukam Mahfud MD menyebut motif kasus pembunuhan Brigadir J sensitif, hanya boleh didengar orang dewasa.

Namun meski motif belum diungkap, Mahfud MD tetap mengapresiasi Polri dalam menetapkan beberapa tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.

Mahfud MD menyerahkan konstruksi hukum dugaan pembunuhan berencana Brigadir J ke pihak kepolisian dan kejaksaan.

Baca juga: SKUAT PSDS Deliserdang Relaksasi di Kolam Renang, Olisa Sang Pemain Naturalisasi Paling Heboh

Sebab kata dia, di dalam konstruksi hukum juga menyangkur soal motif pembunuhan Brigadir J.

“Yang penting sekarang telurnya sudah pecah dulu, itu yang kita apresiasi dari Polri. Soal motif, itu biar dikonstruksi hukumnya,” ujar Mahfud dalam jumpa pers,Selasa (9/8/2022).

Seusai Menkopolhukam Mahfud MD membeberkan terkait motif pembunuhan Irjen Fredy Sambo, Fadlizon yang sudah lama tak nampak di media sosial ikut meramaikan kasus Ferdy Sambo.

Baca juga: NIAT Puasa Nazar, Keutamaan serta Tata Cara Melaksanakannya

“Drama ini sudah terlalu panjang, dengan cerita yang berubah-ubah dan mengejutkan. Peran antagonis dan protagonis silih berganti. Kalah film India, ” komentar Fadlizon pada akun Twitter, Rabu (10/8/2022)

“Ya, memang. Makanya kita bongkar dan sudah terbongkar. Ngomong-ngomong pak Fadli Zon kok lama tak muncul. Biasanya banyak memberi pencerahan di medsos. Selamat muncul kembali pak Fadlizon, drama melankolis sang Jendral sudah selesai,” balas Mahfud MD

Motif Irjen Ferdy Sambo membunuh Brigadir J masih jadi sorotan.

Pihak Polri membantah telah jadi baku tembak.
Bisa diartikan bahwa Brigadir J tidak melakukan tembakan balasan.

Mahfud secara spesifik menyebutkan bahwa motif dalam kasus pembunuhan Brigadir J "sensitif".

"Karena itu sensitif, mungkin hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa," ungkapnya.
Mahfud mengakui bahwa pengungkapan kasus pembunuhan Brigadir J sulit dan membutuhkan waktu karena adanya kelompok-kelompok di internal Polri.

Menurutnya, pengungkapan kasus yang dilakukan oleh tim khusus Polri tak ubahnya menangani orang hamil yang sulit melahirkan sehingga butuh tindakan operasi yang membutuhkan waktu dan kehati-hatian lebih.

Mahfud mengatakan, pengungkapan kasus barangkali merupakan hal yang mudah jika kasus ini bukan menyangkut hal yang terjadi di tubuh Polri dan melibatkan pejabat tinggi Polri.

Mahfud bercerita, Ketua Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri yang seorang purnawirawan polisi, pernah menyampaikan kepadanya bahwa polisi sanggup memecahkan kasus yang jauh lebih sulit dibandingkan ini sekalipun jejak pelakunya dianggap hilang.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved