Cerita TKW Arab Saudi Rela Layani Majikan yang Kelakuannya di Luar Batas, Pengakuan Nurjanah
Beginilah pengakuan seorang TKW yang bekerja di Arab Saudi. Nurjanah, wanita asal Lombok ini harus rela melayani majikannya
TRIBUN-MEDAN.com - Tak selamannya nasib Tenaga Kerja Wanita (TKW) mujur dan menerima upah yang lumayan.
Beginilah pengakuan seorang TKW yang bekerja di Arab Saudi.
Nurjanah, wanita asal Lombok ini harus rela melayani majikannya.
Kelakuan sang majikan di luar batas.
Nurjanah pun haru mengurus 12 orang dalam satu rumah.
Dia mengaku lelah karena mendapatkan perlakuan tidak baik dari majikan.
Pasalnya dia mendapatkan majikan yang kurang baik padanya.
Baca juga: Isi Percakapan Terakhir Brigadir J soal Pengancaman, Video Terakhir Brigadir J Terekam CCTV
Selain harus mengurus 12 orang dalam satu rumah dia juga disuruh majikan bekerja di tempat tetangga.
Ha itu sebagaimana dilansir oleh Bangkapos.com dalam video di kanal YouTube Khairul Azam Alfarizi pada 25 Juli 2022.
"Pembantu itu cuman aku namun anak anaknya ada 12 orang," kata TKW tersebut.
Selain itu, TKW ini mengaku pernah dipukul oleh majikan.
Sebelum dia dipukul dia sempat diberitahu oleh tetangganya agar berhati-hati terhadap majikan tempat ia bekerja.
"Kata tetangga kamu harus hati hati majikanmu jahat, gitu sebelum majikan memukul aku," kata Nurjanah menirukan ucapan tetangga.
Selain itu TKW ini mengaku selama dua tahun bekerja selalu mendapatkan gaji dibawah rata rata bahkan 8 bulan terakhir ini belum mendapatkan gaji.
"Dua tahun setengah gaji gak pernah lancar, gajinya itu disini gk pernah lebih cuman seribu itupun penggajiannya 5 bulan sekali," ungkap Nurjanah.
"Iya gaji aku tinggal 8 bulan nanti di transfer kalau aku balik lagi dikasih kalau tidak balik lagi tidak dikasih," beber TKW asal Lombok itu.
Perlakuan yang kurang baik dari majikan serta harus melayani anak majikan dalam satu rumah membuat TKW itu lelah.
Sebagai contoh di atas, maka hati-hati dalam memilih majikan tempat kita bekerja.
Agar tidak mengalami hal yang serupa seperti dialami oleh Nurjanah.
Baca juga: VIRAL DI MEDSOS Video Jeje Ngamuk di Acara Citayam Fashion Week, Emosinya Menuai Cibiran
Baca juga: Isi Percakapan Terakhir Brigadir J soal Pengancaman, Video Terakhir Brigadir J Terekam CCTV
Kisah TKW di Arab Saudi yang Sukses, Ingin Bangun Pesantren Jika Pulang ke Indonesia
Berjuang tak pernah lelah pun menjadi beberapa kunci untuk sukses mencari rezeki dan hidup layak menjadi TKW.
Bukti usaha dan doa pun diperlihatkan oleh perempuan bernama Risma.
Risma merupakan WNI yang tinggal di Arab Saudi, selain menjadi TKW ia pun kini mengelola sebuah bisnis dengan pendapatan 1 juta real atau sekitar Rp3,7 miliar.
Risma merupakan TKW di Arab Saudi yang hanya berlatar belakang tidak tamat Sekolah Dasar (SD).
Pendidikan bukanlah penghalang bagi wanita tersebut, pasalnya dia telah sukses.
Bahkan takjubnya lagi, Risma mendapatkan uang miliaran rupiah dari usahanya itu.
TKW Indonesia juga bisa menciptakan lowongan pekerjaan bagi yang membutuhkan.
Hal itu didaptakan dari hasil usaha katering dan camilannya sekarang, Risma bisa meraup untung hingga miliaran rupiah, saat banyak orderan.
Demikian diungkapkannya sebagaimana dilansir oleh Bangkapos.com dalam video kanal YouTube Faiz Slamet sebagaimana dilansir oleh Bangkapos.com pada Minggu, 24 Juli 2022.
TKW asal Madura ini pun meceritakan kesuksesannya.
Saat ini, Risma telah sukses menjadi pengusaha katering dan camilan.
Bahkan usaha kateringnya sudah sangat dikenal di Makkah, Jeddah, Madinah hingga Taif di Arab Saudi.
Risma mengaku usahanya ini belajar dari pengalaman sendiri, dan tidak pernah bekerja di suatu perusahaan apapun.
Sekarang bisa menjadi manajer sekaligus owner usaha katering dan camilan terkenal.
Risma yang mengaku tidak lulus SD telah menikah di Arab Saudi, dan dikaruniai 3 anak, serta sudah mempunyai cucu.
"Kalau bisnis katering sudah cukup terkenal, tetapi produksi camilan sepertinya belum lama ya Bu Risma?" tanya Faiz.
Dari usaha kateringnya, Risma mengaku bisa mendapat untung hingga miliaran rupiah.
Apalagi saat musim haji seperti sekarang ini.
Risma juga memiliki usaha penyewaan tempat pesta, termasuk bekerja sama dengan Ustadz Abdul Djalil, seorang pengusaha hotel.
Tamu hotel sering memesan katering, atau sebaliknya Risma membawa tamunya ke hotel Ustadz Abdul Djalil.
"Kalau kerjasama dengan sales, meskipun keuntungannya tipis tetapi pembayarannya lebih terjamin dari pada droping.
Selain kemungkinan bermasalah kita juga akan kehabisan waktu kalau distribusinya dilakukan sendiri," jelas Risma dalam video.
Berdasar pengalamannya, Risma mengaku pernah mendapat hasil hingga 1 juta Real atau setara 3,7 miliar lebih dari usaha katering, saat melayani jemaah haji plus.
Hal itu membuat Faiz Slamet selaku pemilik akun tersebut dan rekannya takjub.
Namun, untuk usaha camilannya Risma mengaku pendapatan belum stabil.
Sementara ini yang terpenting ada pemasukan dulu, sambil pemulihan pasca pandemi.
"Sebenarnya usaha camilan ini sekedar untuk mengisi waktu selama pendemi.
Alhamdulillah bisa jalan juga, meskipun tidak sama dengan penghasilan dari katering," kata Risma.
Hebatnya, Risma tidak sekedar bekerja, tapi ia menciptakan lapangan kerja di Kota Makkah Arab Saudi.
TKW cantik yang tidak sempat sekolah tinggi ini pun mampu membayar gaji karyawannya hingga ratusan juta perbulan.
TKW cantik bernama Risma kini memiliki belasan karyawan tetap dan tenaga distributor hingga menghasilikan miliaran rupiah dari usahanya itu.
Setelah kesuksesannya tersebut, Risma yang dikenal baik di wilayah Makkah dan Jeddah ini memiliki keinginan mulia.
Keingginannya yaitu mendirikan sebuah pondok pesantren dari hasil keringat sendiri, jika ia kembali ke tanah air.
Baca juga: VIRAL DI MEDSOS Video Jeje Ngamuk di Acara Citayam Fashion Week, Emosinya Menuai Cibiran
Baca juga: Terjawab Keberadaaan Bharada E, Komnas HAM Minta Keterangan Semua Ajudan Irjen Ferdy Sambo
Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com
Cerita TKW Arab Saudi Rela Layani Majikan yang Kelakuannya di Luar Batas, Pengakuan Nurjanah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ilustrasi-TKW-TKI-korban-kekerasan-pelecehan.jpg)