Kasus Skimming Bank Sumut
Temukan Transaksi Tak Dikenal, 3 Saksi Diperiksa Soal Skimming Saldo Nasabah Bank Sumut 2,7 Miliar
Polda Sumut telah memeriksa tiga orang saksi atas kasus kehilangan uang Rp 2,7 miliar di rekening nasabah Bank Sumut.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah nasabah kehilang uang di rekening Bank Sumut. Bank Sumut telah melaporkan ini ke Polda Sumut.
Polisi masih melakukan penyelidikan soal kasus skimming atau tindakan kejahatan pencurian data pengguna ATM untuk membobol rekening uang nasabah Bank Sumut.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes John Charles Edison Nababan mengatakan, sudah memeriksa tiga saksi.
Polisi juga telah menerima beberapa dokumen yang di dalamnya terdapat transaksi tidak dikenal dari rekening korban.
"Beberapa dokumen ada, rekening koran korban. Di dalam rekeningnya terdapat beberapa transaksi tidak dikenal dari beberapa rekening," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes John Charles Edison Nababan, Sabtu (9/7/2022).
Sebelumnya, uang para nasabah bank Sumut diduga dibobol oleh pelaku kejahatan siber mencapai Rp 2,7 miliar.
Diduga pelaku merupakan warga Rusia dan Timur Tengah yang menempel alat skimming ke ATM di salah satu Supermarket di Kecamatan Medan Johor, Sumatera Utara.
Bank Sumut Kembalikan Uang Nasabah
Bank Sumut menegaskan terkait dana nasabah yang raib telah dilaporkan ke Polda Sumut. Seluruh dana yang hilang di rekening nasabah bakal dikembalikan.
Bank Sumut menegaskan akan tetap melindungi hak-hak nasabah, termasuk mengganti kerugian akibat skimming di Mesin ATM sesuai investigasi yang dilakukan.
“Sebelumnya kami memohon maaf kepada nasabah kami atas ketidaknyamanan yang terjadi sehubungan dengan maraknya dana nasabah yang raib akibat kasus skimming di Mesin ATM, kami juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat bertransaksi di ATM manapun,” ujar Direktur Utama PT Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan, Selasa (5/7/2022).
Demikian disampaikan Direktur Utama PT Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan menanggapi pemberitaan beberapa nasabah yang melaporkan raibnya saldo tabungan secara tiba-tiba di rekening meski nasabah tidak merasa melakukan penarikan pada konferensi yang juga hadir Direktur Keuangan dan TI Arieta Aryanti, Direktur Pemasaran Hadi Sucipto dan Direktur Kepatuhan Eksir.
Sebagai informasi, skimming merupakan tindakan kejahatan pencurian data pengguna ATM untuk membobol rekening.
Untuk melancarkan aksi ini, pelaku kejahatan menggunakan alat khusus bernama scammer yang bentuknya mirip dengan mulut slot kartu ATM.
Dijelaskan Rahmat, kejahatan skimming adalah kejahatan siber dengan cara menempelkan semacam alat perekam di Mesin ATM sehingga pelaku dapat menggandakan kartu yang sama untuk kemudian melakukan pembobolan rekening nasabah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Skimming-ATM-WN-Estonia.jpg)