Kelangkaan Pupuk Subsidi
337 Ton Pupuk Subsidi Menumpuk di Gudang, Sementara Petani Kesulitan Mendapatkan Pupuk
Petani di Kabupaten Sergai kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Sementara di gudang menumpuk 337 ton pupuk
Penulis: Anugrah Nasution |
"Sudah sejak beberapa bulan memang kita sulit mau dapat pupuk disini. Apalagi pupuk subsidi kita tidak bisa membeli," kata Arizona Purba salah seorang petani kelapa sawit di Kecamatan Spis Spis, Kabupaten Sergei ketika dikonfirmasi, Minggu (3/7/2022).
Karena hal itu Zona pun sampai harus rela membeli pupuk keluar kota seperti Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.
"Ya kami harus beli pupuk itu kadang di Simalungun kadang kita pesan dari Kota Siantar. Tapi kan itu jauh ya, kadang kita sulit juga kalau sampai jauh jauh hanya mau beli pupuk pasti biaya jauh lebih mahal," sambung dia.
Di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Sergei saat ini tengah memasuki musim tanam padi.
Saat inilah dimana para petani juga memerlukan pupuk untuk tanamannya.
Wagirin, satu diantara petani mengatakan biasanya mereka melakukan pemupukan pertama beberapa hari usai penyemaian bibit padi.
"Biasa ini kami sudah selesai (traktor) lahan, kita semai bibit. Tak lama lagi baru masuk pemupukan pertama. Tapi ya begitu tidak semua petani bisa dapat pupuk subsidi," kata dia.
Jika kondisi sudah begitu, tak jarang petani harus rela membeli pupuk non subsidi meski terpaut harga yang lebih tinggi.
"Ya mau tidak mau kita belik pupuk yang non subsidi tapi itu pun kadang kadang tidak bisa langsung dapat juga," ujarnya.
Dia pun berharap agar pemerintah setempat cepat merespon keluhan petani di Kabupaten Sergei.
"Kita maunya pemerintah hadirlah melihat kesulitan para petani seperti kami ini," tutupnya.
Kabupaten Serdang Bedagai sendiri merupakan Kabupaten dengan mayoritas masyarakat yang bekerja sebagai petani dimana 100 ribu hektare lahan ditanami tanaman sawit, serta lebih dari 30 ribu hektare tanaman padi yang menjadi sumber mata pencaharian.
(cr17/tribun-medan.com)