Kelangkaan Pupuk Subsidi
337 Ton Pupuk Subsidi Menumpuk di Gudang, Sementara Petani Kesulitan Mendapatkan Pupuk
Petani di Kabupaten Sergai kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Sementara di gudang menumpuk 337 ton pupuk
Penulis: Anugrah Nasution |
337 Ton Pupuk Subsidi Menumpuk di Gudang, Sementara Petani Kesulitan Mendapatkan Pupuk
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Sebanyak 337 ton pupuk menumpuk di gudang PT Pupuk Indonesia Grup yang ada di Desa Firdaus, Kabupaten Serdangbedagai.
Di tengah penumpukan pupuk itu, justru saat ini petani di beberapa kecamatan Kabupaten Sergai kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.
"Pada hari ini ada 337 ton pupuk subsidi jenis Phonska yang ada di gudang kita. Kalau Phonska banyak, tapi kalau untuk Urea tidak di sini," ujar Kepala Gudang PT Pupuk Indonesia Grub, Kabupaten Sergai, Fachruf Abdala, Senin (4/7/2022).
Kata Fachruf, sejauh ini alokasi pupuk dari pemerintah terus datang.
Hanya saja, tidak semua jenis pupuk subsidi tersedia di sana.
"Kalau Phonska banyak, tapi untuk pupuk seperti ZA dan SP dan organik memang sudah tidak ada sejak tanggal 30 Juli kemarin," sambung dia.
Di Kabupaten Sergai sendiri, lanjut Fachruf, terdapat enam distributor pupuk, yakni CV Kas, CV BAS, KSU Tujuh Naga Mas, CV Tani Mulia, CV Adel Jaya dan PT Petro Sida Jaya.
Keenam distributor itulah yang yang kemudian menyalurkan pupuk subsidi ke ke kios kios sesuai Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)
"Jadi tugas kita adalah pelayan distributor yang ada di Sergei. Jadi mereka datang bawak surat Delivery Order (DO), kita cek melalui aplikasi, kalau memang ada menyerahkan pupuk sesuai dengan DO yang dibutuhkan,"
"Jadi kita hanya mendrop pupuk sesuai DO, lalu distributor yang menyuplai pupuk kios kios," kata Fachruf.
"Yang penting kita tahu mereka punya DO, karena kita hanya melayani mereka yang DO. Contoh mereka punya DO dengan kapasitas 20 ton kita hanya melayani itu tidak bisa lebih,"
"Karena kan mereka punya kios, jadi kita berikan setelah itu kita tidak tau mereka apakan itu," kata dia.
Sebelumnya sejumlah petani di Kabupaten Serdang Bedagai mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk baik pupuk subsidi dan non subsidi.
Hal itu telah terjadi sejak beberapa bulan di beberapa Kecamatan disana.