Kelakuan Petani Cari Uang Tambahan Jadi Muncikari, Patok Harga Sediakan PSK Sekali Kencan 250 Ribu

Seorang petani ketahuan jadi muncikari dan patok harga sediakan PSK sekali kencan senilai Rp 250 ribu.

KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Ilustrasi muncikari PSK - 

TRIBUN-MEDAN.com - Tak disangka-sangka kelakuan petani cari uang tambahan jadi muncikari.

Seorang petani ketahuan jadi muncikari dan patok harga sediakan PSK sekali kencan senilai Rp 250 ribu.

Pria ini harus menanggung konsekwensinya atas pekerjaan yang ia lakoni dalam keseharian.

Warga sekitar memang sempat tertipu dengan pekerjaan yang ia lakukan. Ternyata ia bersama seorang wanita melakukan aktifitas yang sangat dilarang.

Ya, pria ini bersama seorang wanita yang tentu saja bisa diajak berhubungan badan. BUkan sembarangan, ia mematok harga untuk service nafsu tersebut.

Maka, pria yang diketahui seorang petani inilah yang menjadi jembatannya. Tak tanggung-tanggung, pria petani juga sediakan kamar kos untuk pria hidung belang agar bisa melakukan hubungan badan

Ya, kini Polres Pamekasan, Madura telah menangkap satu muncikari yang menyediakan jasa pekerja seks komersial (PSK).

Muncikari tersebut berinisial B (47), seorang laki-laki warga Dusun Kebun, Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Kapolres Pamekasan, AKBP Rogib Triyanto menyampaikan, tersangka ditangkap lantaran menyediakan PSK di sebuah Kos Jalan Raya Sumenep.

Korban yang dijadikan PSK oleh tersangka yaitu S (26) seorang perempuan warga Dusun Biris Daja, Desa Tambung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Polisi, tersangka mematok harga PSK Rp 250 ribu sekali kencan terhadap pria berhidung buaya.

"Tersangka dikenai pasal 506 atau 296 KUHP dengan penjara 3 bulan atau setahun penjara," singkat AKBP Rogib Triyanto, Sabtu (18/6/2022).

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, tersangka yang menjadi muncikari ini kesehariannya juga berstatus sebagai petani.

Sementara berdasarkan hasil data 'Operasi Pekat Semeru 2022' yang dilakukan Polres Pamekasan dari 23 Mei - 3 Juni 2022, berhasil mengungkap sebanyak 5 kasus prostitusi di empat lokasi berbeda.

Yaitu di warung kopi Pasar 17 Agustus Pamekasan, Hotel Purnama Jalan Bonorogo, Rumah Kos Jalan Raya Sumenep, dan Rumah Kos Jalan Nugroho.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved