Memang Tak Masuk Akal Masih 15 Tahun, Tapi Berkat Bocah Ini Puluhan Kendaraan Militer Rusia Hancur
Saat tank dan truk Rusia bergemuruh di dekat desa mereka, seorang remaja Ukraina dan ayahnya diam-diam meluncurkan drone kecil mereka ke udara.
“Ada lebih dari 20 kendaraan militer Rusia yang hancur, di antaranya truk bahan bakar dan tank,” kata sang ayah.
Ketika pasukan Rusia dan Ukraina berjuang mati-matian untuk menguasai pinggiran Kyiv, tentara Ukraina akhirnya mendesak keluarga Pokrasa untuk meninggalkan desa mereka, yang kemudian diduduki pasukan Rusia.
Dengan semua pria dewasa hingga usia 60 di bawah perintah pemerintah untuk tinggal di negara itu, Pokrasa yang lebih tua tidak dapat bergabung dengan istri dan putranya ketika mereka melarikan diri ke negara tetangga Polandia.
Mereka kembali beberapa minggu yang lalu, ketika Andriy telah menyelesaikan tahun ajarannya.
"Saya senang bahwa kami menghancurkan seseorang," katanya.
“Saya senang bahwa saya berkontribusi, bahwa saya dapat melakukan sesuatu. Bukan hanya duduk dan menunggu.”
Pasukan Ukraina telah terbukti lebih tangguh dari yang diharapkan, tetapi, dalam sebuah laporan pada hari Jumat, Institut Studi Perang yang berbasis di AS mengatakan bahwa ketika mereka menggunakan senjata dan amunisi era Soviet yang terakhir, mereka akan membutuhkan senjata Barat yang konsisten.
Dukungan untuk transisi ke pasokan dan sistem Barat yang baru.
Lembaga itu mengatakan artileri yang efektif akan "semakin menentukan dalam pertempuran yang sebagian besar statis di Ukraina timur".
Pertempuran selama berminggu-minggu untuk Sievierodonetsk, sebuah kota kecil di provinsi Luhansk yang telah menjadi fokus kemajuan Rusia di Ukraina timur, telah menghancurkan beberapa bagian kota dan telah menjadi yang paling berdarah sejak invasi Moskow pada 24 Februari.
Pasukan Rusia mendorong pasukan Ukraina dari pusat kota saat pertempuran di kota berkecamuk, menurut Staf Umum tentara Ukraina, Senin.
“Pertempuran yang sangat sengit sedang terjadi, secara harfiah untuk setiap meter,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pidato video malamnya.
Sekitar 500 warga sipil, termasuk 40 anak-anak, masih terjebak di tempat perlindungan bom di pabrik kimia Azot di kota itu, kata gubernur regional Serhiy Haiday.
Pabrik itu dikupas tiga kali selama 24 jam sebelumnya, tulisnya di saluran Telegram-nya pada hari Senin.
Di provinsi tetangga Donetsk, media Rusia melaporkan bahwa awan asap besar terlihat membubung ke udara setelah ledakan di kota Avdiivka, yang menampung pabrik kimia lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/RUSIA-JARAH-MESIN-CUCI-DARI-UKRAINA.jpg)