Brimob Gadungan Peras Warga
BRIMOB Gadungan Ditangkap Polisi, Ngaku Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Istri Baru Keguguran
Ia menjelaskan bahwa, dirinya terpaksa menipu korban karena terdesak ekonomi, sehingga ia mengaku sebagai anggota Brimob kepada korban.
BRIMOB Gadungan Ditangkap Polisi, Ngaku Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Istri Baru Keguguran
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Juli Syahputra (40), brimob gadungan yang ditangkap polisi mengaku karena terdesak ekonomi.
Ia menjelaskan bahwa, dirinya terpaksa menipu korban karena terdesak ekonomi, sehingga ia mengaku sebagai anggota Brimob kepada korban.
"Bukan ditipu, istri saya keguguran, saya ngambil sembako di kede itu, iya saya bilang gitu memang (anggota Brimob)," tuturnya.
Pelaku ditangkap setelah ada warga yang merasa curiga dan melaporkan anggota Brimob gadungan tersebut ke kantor polisi.
Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Muhammad Agustiawan menjelaskan, pelaku ditangkap setelah sempat menipu salah seorang warga.
"Pelaku sempat meminta sesuatu dari si korban yaitu berupa sembako, karena si pelaku menunjukkan identitas palsu, korban percaya akhirnya memberikan bahan sembako tersebut kepada pelaku," sebutnya.
Pelaku Juli mengaku bahwa pakaian seragam Brimob itu memang tidak pernah dipakainya dan selalu diletak di dalam tas ransel.
"Bajunya nggak digunain, cuma letak di ransel saja. Nggak ada tujuan yang jahat - jahat, orang di ransel aja," katanya.
Juli mengatakan bahwa, pakaian dinas Brimob tersebut dibelinya di kawasan Pasar Sambu dengan harga sekitar Rp1 juta.
"Di daerah sambu, Rp 300 ribu perbaju. Sekitar satu jutaan totalnya semua. Kalau celana dari teman di Aceh," bebernya.
Lalu, untuk Kartu Tanda Anggota (KTP) yang ia memiliki dicetak nya langsung di tempat percetakan.
"KTA ditempat cetak, di daerah Tembung," pungkasnya.
(cr11/tribun-medan.com)