Berita Sumut
Open Donasi dari Jalanan Hingga ke Pemerintahan, Sanggar Sihoda Menatap Festival di Polandia
Sukses di Turki pada tahun 2021 lalu, Sanggar Tari Simalungun Home Dancer (Sihoda) kembali ingin mengetuk pintu dunia
Penulis: Alija Magribi |
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sukses di Turki pada tahun 2021 lalu, Sanggar Tari Simalungun Home Dancer (Sihoda) kembali ingin mengetuk pintu dunia, dengan mengikuti Festival Internasional Folk Dance ke-36 di Lublin, Polandia pada 8-14 Juli 2022. Mereka pun mengais dukungan dari jalanan hingga ranah pemerintahan.
Anak-anak Sanggar Tari Sihoda menggelar Marharoan Bolon atau dalam bahasa Indonesia berarti gotong-royong demi mewujudkan mimpinya itu. Mereka pun difasilitasi Pemko Siantar untuk menampilkan tarian di depan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Plt Wali Kota Siantar dr Susanti dalam sambutannya mengaku sangat mendukung semangat para penari sanggar tari Sihoda yang terus berlatih demi penampilannya nanti di Eropa.
"Saya rasa kita semua yang ada disini merasa tergugah untuk mendukung kegiatan ini, dan mendukung anak-anak Sihoda untuk berangkat membawa nama kota pematangsiantar ke Polandia pada bulan Juli yang akan datang," tuturnya.
Pada kesempatan itu dr Susanti menggugah hati para pejabat di lingkungan Pemko Pematangsiantar serta hadirin dan masyarakat lainnya untuk membantu sanggar seni Sihoda memperkenalkan budaya Simalungun di mancanegara.
Susanti berprinsip semua masalah bisa berjalan dengan lancar, asal diselesaikan secara bersama.
"Kita punya keyakinan bahwa sebesar apapun masalah dapat diselesaikan secara bersama," tutupnya.
Sementara itu. Founder sanggar tari Sihoda yakni Laura Sinaga, tepatnya pada bulan Agustus 2021, tim sanggar tari Sihoda dalam Festival Folk Dance di Yalova Turkey berhasil memboyong 2 piala dari juara dua dari 9 negara dan meraih best costum.
"Jadi pakaian adat simalungun menjadi juara pertama dari sembilan negara," ujarnya.
Untuk perform nantinya di Lublin Polandia, kata Laura, mereka sudah mengumpulkan dana sekitar 250 juta, dari Rp450 juta yang mereka butuhkan. Kebetulan, tim yang akan berangkat nantinya ada 18 orang, masing-masing 12 penari, 4 pemain musik dan 2 Tim official.
Adapun 8 dari ke-12 penari, masing-masing adalah Friska Silalahi, Anggi Sinaga, Indri Yosefa Sinaga, Destri Elisabeth Manurung, Intan C Nainggolan, Natasha, Kurnia Manik, Ali Imron.
Laura membeberkan awal mula Sihoda bisa diundang ke Festival Folk Dance di Polandia lantaran mereka menjadi pemenang dalam seleksi yang diselenggarakan organisasi internasional yang bekerjasama dengan UNESCO PBB, yaitu CIOFF.
“Jadi awalnya mereka tahu di Sumatera Utara itu cuma Batak Toba dan Melayu. Ternyata setelah kita ikut, mereka baru sadar ada budaya Simalungun. Kemudian mereka tertarik dengan penampilan kita, makanya kita yang diutus ke sana,” kata Laura.
Di Lublin nantinya, Laura dan teman-teman akan menampilkan kedelapan tarian etnis dan budaya di Sumatera Utara dengan koreografi yang dibuat atas kreativitas anak-anak Sanggar Tari Sihoda.
(Alj/tribun-medan.com)