Angin Puting Beliung
Kisah Wanita Renta yang Hampir Berusia Satu Abad Selamat dari Angin Puting Beliung
Rumah yang dihuni wanita renta di kawasan Medan Selayang ambruk setelah ditiup angin puting beliung
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Hujan deras dan angin kencang yang melanda sejumlah kawasan di Kota Medan pada Minggu (22/5/2022) kemarin menyisakan kesedihan bagi Wasinem (98).
Wanita renta ini mengatakan, rumahnya yang ada Jalan Bunga Raya, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan ambruk rata dengan tanah setelah disapu angin puting beliung.
Saat dikunjungi Tribun-medan.com, wanita yang berusia hampir satu abad ini tengah duduk di dekat puing rumahnya yang hancur.
"Ketika kejadian angin kencang itu, kebetulan saya lagi bekerja," kata Misno, anak Wasinem, Selasa (24/5/2022).
Baca juga: Polrestabes Medan Cek Rumah Korban Bencana Angin Puting Beliung
Misno mengatakan, dirinya sempat panik ketika tahu rumah yang dihubinya itu ambruk.
Misno pun buru-buru pulang dari tempat kerjanya, terkhusus ingin melihat kondisi sang ibu.
"Sudah tidak terceritakan lagi, itu anginya ada dua kali, yang pertama itu rumah sudah miring, dan kedua baru dia tumbang, memang hanya bisa selamatkan orang orang di rumah saja," kata Misno.
Dia mengatakan, saat kejadian ibunya hampir saja menjadi korban.
"Jadi saat itu nenek bersama empat orang cucu sedang di rumah, itu sempat kena juga bahu nenek dengan kayu, yang syukur ada yang nolong," ujar Wagiri, cucu Wasinem.
Baca juga: Belasan Rumah di Kabupaten Humbahas Rusak Parah Akibat Angin Puting Beliung
Saat kejadian, ada beberapa pemuda di sana yang datang menggendong Wasinem.
Dia kemudian dibawa keluar rumah bersama empat orang anak lainnya.
"Jadi sempat kena kayu bahunya, tapi syukurnya ada pemuda yang datang dan menggendong nenek ke luar rumah," kata Wagiri.
Selain rumah, sesisi perabotan bersama tiga sepeda motor yang berada di dalam rumah pun rusak tertimpa.
Kini mereka sedang menunggu perbaikan rumah yang tengah dilakukan oleh pabrik penggilingan kapur.
"Perabotan dan kendaraan juga ikut rusak, ini kita juga masih menunggu perbaikan rumah dari pabrik kapur. Yang penting tidak ada korban jiwa sudah bersyukur," tutup Wagirin.(cr17/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/angin-puting-beliung-di-Medan.jpg)