Prakiraan Cuaca
Ini Penyebab Terjadinya Hujan Es di Kota Binjai, Hingga Soal Potensi Cuaca Buruk di Kota Medan
BMKG Wilayah I Medan mengungkap penyebab terjadinya hujan es di Kota Binjai pada Minggu (22/5/2022) kemarin
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Sejumlah wilayah di Kota Binjai dan Kota Medan pada Minggu (22/5/2022) sore kemarin dilanda cuaca buruk, dengan kondisi hujan lebat dan angin kencang.
Di Kota Binjai, warga justru mengatakan sempat terjadi fenomena hujan es.
Fenomena hujan es dirasakan warga yang ada di kawasan Binjai Barat.
Dari rekaman video yang beredar di media sosial, seorang warga sempat menunjukkan fenomena hujan es.
Gumpalan es sebesar batu kerikil berserakan di rumah warga.
Kondisi hujan es juga dilaporkan disertai angin kencang, hingga disebut sempat merusak sejumlah rumah di Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai.
Berkenaan dengan fenomena hujan es ini, Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah I Medan, Budi Prasetyo mengatakan, ada beberapa faktor penyebab terjadinya hujan es.
"Fenomena hujan es akibat adanya awan cumulunimbus (CB) dengan ketinggian yang cukup tinggi," kata Budi Praseto, Senin (23/5/2022).
Awan cumulunimbus ini disebutnya mengandung uap air yang sangat banyak.
Bisa dibilang, awan cumulunimbus ini memiliki kelembaban yang tinggi.
"Pada saat yang bersamaan, kondisi atmosfer juga sangat labil, dan juga suhu di permakaan bumi juga cukup rendah, sehingga terjadi hujan es," kata Budi.
Dia mengatakan, sejauh ini yang mereka tahu fenomena hujan es hanya terjadi di Kota Binjai pada Minggu (22/5/2022) kemarin.
"Untuk informasi tersebut, lebih update ada di BPBD," kata Budi.
Dia mengatakan, selama ini biasanya BMKG Wilayah I Medan berkoordinasi dan mendapat informasi dari BPBD di kabupaten/kota.
Tak jarang, BMKG Wilayah I Medan juga menghimpun data fenomena alam dari sejumlah media.
"Untuk saat ini potensi hujan masih ada," kata Budi.
Dia mengatakan, tidak hanya di Kota Binjai saja, Kota Medan juga diprediksi masih ada kemungkinan terjadi hujan ringan hingga lebat pada hari ini.
Mengenai tekanan angin, diakui Budi masih akan terjadi.
Namun, tekanan angin tidak terlalu besar seperti Minggu kemarin.
Di Kota Medan sendiri, kawasan yang paling mencolok terdampak cuaca buruk adalah Medan Sunggal.
Mulai dari Jalan TB Simatupang hingga ke Jalan Flamboyan Raya, terdapat pohon tumbang.
Bahkan, beberapa atap rumah milik warga beterbangan.
Tak pelak, kondisi ini merugikan masyarakat yang rumah atau tempat usahanya hancur tertimpa pohon.(ray/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kolase-foto-hujan-es-dan-angin-kencang-di-magelang_20180124_194210.jpg)