TRIBUNWIKI

SOSOK Didrikus Kelana, Pengelola Tip Top Restaurant, Pertahankan Orisinal Rasa dan Nuansa

Begitupun dengan ice cream, Kus tetap menggunakan sebuah alat dan metode yang dari dulu digunakan.

Tayang:
TRIBUNNEWS
Pengelola Tip Top Restaurant, Didrikus Kelana 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mempertahankan kenangan indah untuk bernostalgia dan merawat cerita tempo dulu di Tip-Top, itulah yang dilakukan oleh Didrikus Kelana

Didrikus Kelana merupakan seorang manager Restaurant Tip-Top yang berada Jalan Jend Ahmad Yani No 92 A-B, Kesawan, Kecamatan Medan Bar, Kota Medan, Sumatera Utara. 

Sebagai pengelola Tip-Top, Didrikus atau kerap disapa Kus mengatakan prinsip untuk mempertahankan orisinal sejak dahulu masih melekat hingga kini. 

Baca juga: TRIBUN-MEDAN-WIKI, Jalan Tol Binjai Resmi Beroperasi, Berikut Tarif Sesuai Golongan dan Jarak Tempuh

Suasana Rumah Makan Tip Top Jalan Ahmad Yani Medan, Jumat (12/8/2016).
Suasana Rumah Makan Tip Top Jalan Ahmad Yani Medan, Jumat (12/8/2016). (Tribun Medan/Hendrik Fernandes)

Mempertahankan orisinal tersebut mulai dari cita rasa, nuansa hingga proses setiap hidangannya.

Kus mengatakan prinsip menjaga orisinal ini turun temurun dilakukan sejak dahulu hingga sebuah tempat itu memiliki jati dirinya sendiri. 

Dikatakannya mulai dari menu kue, dari dulu hingga kini Tip-Top masih menggunakan tungku batu dengan kayu bakar sebagai bahan bakunya. 

Begitupun dengan ice cream, Kus tetap menggunakan sebuah alat dan metode yang dari dulu digunakan.

Seperti menggunakan Slagroom untuk ice cream, ini merupakan bahan baku yang telah digunakan sejak zaman Belanda. 

Baca juga: NIKMATNYA Mie Tarempa, Kuliner Khas Kepulauan Riau dengan Sensasi Kuah Segar & Taburan Ikan Tongkol 

Slagroom itu merupakan satu bahan untuk membuat ice cream, zaman sekarang sangat jarang sekali orang masih menggunakannya atau bisa dikatakan bahkan tidak ada lagi.

Begitupun dengan steak, Kus tetap menjaga ciri khas dari saus steak yang dibuat dengan pengolahan sendiri.

Resep dari ragam hidangan pun memiliki resep turun-temurun sejak dulu dan tidak akan pernah dihilangkan. 

"Itulah yang masih kita coba untuk pertahankan dan berusaha tidak mengubah termasuk dengan nuansanya, " ujar Kus saat diwawancarai Tribun Medan

Ia menceritakan, kala itu ia ingin merenovasi Tip-Top dengan sebuah perubahan yang cukup besar, namun ketika ingin mengubahnya salah satu customer menasehati nya untuk tetap mempertahankan nuansa ini. 

Mendengar hal itu, ia pun menyadari bahwa ada suatu nuansa yang harus dipertahankan dari tempat ini, seperti halnya dengan ubin yang masih dipakai hingga kini, ia mengatakan ubin tersebut merupakan ubin pertama kali sejak dibangun hingga kini. 
 
"Memang yang sepeti ini apabila kita ganti dengan harga yang paling mahal sekali pun maka akan ada yang hilang, itulah nuansa nya yang akan hilang nanti, dan itulah yang masih kita coba tetap untuk pertahankan, " tutur Kus. 

Pelayan saat menyajikan pesanan kepada pelanggan di Tip Top Medan beberapa waktu lalu
Pelayan saat menyajikan pesanan kepada pelanggan di Tip Top Medan beberapa waktu lalu (HO / Tribun Medan)

Ia melihat bahwa Tip-Top ini merupakan menjadi salah satu tempat nostalgia untuk mengenang dan mengingat kenangan indah para pelanggan sejak dahulu.

Kus pun menceritakan salah satu pelanggan sejak zaman dahulu dimana ia pernah menyantap ice cream bersama kakeknya. Kus mengatakan ia ingat dan mengenal betul dimana ia duduk dulu. 

"Nah jadi banyak orang-orang yang bernostalgia dan ia masih mengingat itu, nuansa itulah yang kita pertahankan, " tegasnya. 

Baca juga: Mie Gomak, Kuliner Medan yang Jadi Menu Favorit Saat Buka Puasa

Kenangan Pelanggan untuk Bernostalgia Indah Masa Lalu

Tak hanya bernilai sejarah sejak 1924, restaurant Tip-Top juga merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang ingin mengingat kenangan indah masa lalu. 

Ketika duduk didalam maupun luar ruangannya, suasana romantis tempo dulu masih dapat dirasakan di tempat ini. 

Kuh mengatakan pengalaman berkesan orang-orang dari zaman dahulu sangat banyak. Salah satu pelanggan menceritakan pada saat Presiden Soekarno singgah di Tip-Top lalu digelar satu acara tari-tarian. 

Kala itu sang anak melihat ayahnya yang menari dan kisah itu ia ceritakan kepada Kuh untuk bernostalgia tempo dulu. 

Begitupula, Kuh menunjukkan sebuah pajangan foto didinding tepatnya berada di sudut kiri luar ruangan, Kuh mengatakan itu merupakan sebuah foto Pasukan Sekutu. 

Dalam foto tersebut tertulis keterangan foto Barisan Tentara Sekutu Ketika Melintas Didepan TIP TOP Restaurant Pada Tahun 1947 dan dibawahnya tertuliskan Allied Forces Were Marching In Front Of TIP TOP Restaurant in 1947.

Diceritakannya, pada saat itu ketika Agresi Belanda ke II tahun 1947, ketika pasukan Belanda mencoba merebut Indonesia dengan membonceng Pasukan Sekutu. 

Kenangan dan foto lawas itu ia dengar dan dapatkan dari salah satu tentara Australia yang berada didalam foto tersebut.

Kala itu pada 1980, ia (tentara Australia) bercerita kepada ayah Kuh bahwa ia sedang ingin mampir ke Tip-Top untuk bernostalgia. 

Ketika mengingat kenangan itu, ia pun mengirimkan pajangan foto tersebut kepada Tip-Top untuk menjadi kenang-kenangan. 

Lanjutnya, kenangan manis juga datang dari salah satu orang barat yang ingin datang untuk bernostalgia, namun ia mengutus anaknya untuk datang ke Tip-Top untuk menyampaikan permintaan ayahnya meminta kenang-kenangan dari Tip-Top. 

"Nah kebetulan disaat itu sekitar tahun 2007 saya baru selesai membuat sebuah menu khusus untuk ice cream dan saya berikan kepadanya, senang sekali dia," ujar Kus dengan gelak tawa yang hangat. 

Kus juga menyebutkan cerita lainnya ia dengar melalui temannya dari Amerika, ketika berkujung ke Tip-Top, Kus pun menghidangkan ice cream, lalu temannya mengatakan bahwa rasa ice cream nya seperti cita rasa Perang Dunia KeII.

"Cerita-cerita seperti itulah kita tetap pertahankan, karena banyak sekali orang-orang ingin bernostalgia. Saya rasa, saya harus jaga itu, " tuturnya. 

Baca juga: Bika Bakar Kuliner Khas Minang, Banyak Diburu Pembeli untuk Berbuka Puasa

Masih Gunakan Batu dan Kayu Untuk Hidangan

Hingga saat ini, Tip-Top dikelilingi oleh bangunan-bangunan tua yang mungkin tidak lama lagi akan dihancurkan. Keadaan berubah cepat, tetapi restaurant ini tetap konsisten akan keberadaannya. 

Barang-barang lama seperti bangunan, mesin, meja dan kursi serta piano masih tetap digunakan. 

Uniknya juga, Tip-Top hingga saat ini masih menggunakan tunku kayu bakar jaman Belanda sejak tahun 1934.

Tungku ini menggunakan kayu bakar berkualitas baik sehingga menghasilkan kue dengan aroma yang harum dan cita rasa yang enak. 

Kue-kue istimewa seperti specolaas, saucijsebrood, moorkop, horen dihasilkan dari tungku kayu bakar ini. 

Waktu terus berlalu, tetapi restaurant ini tetap konsep, tradisi serta resep-resel lama yang tetap dipertahankan.

Setiap orang dapat melihat sejarah yang tepampang di dinding restaurant tua ini. 

Kuh juga mengatakan, Tip-Top tidak hanya dikenal dengan makanan dan kue yang enak, tetapi juga merupakan bagian dari sejarah dimana Tip-Top juga merupakan salah satu restaurant tertua di Indonesia.

(cr9/Tribun-Medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved