Mengenal Mangrove Indonesia dan Manfaatnya untuk Dunia
Indonesia memiliki ekosistem mangrove seluas 3,36 juta hektare (ha) dan 3 juta ha padang lamun yang mampu menyimpan karbon sebesar 17 persen.
Sementara itu, Ketua Pokmas Mangrove Unggul, Sarwiyah berharap BRGM bisa terus mengembangkan program rehabilitasi agar tidak terbatas pada penanaman dan perawatan mangrove saja.
Baca juga: Pantai Mangrove Sergai Tawarkan Wisata Edukasi Konservasi
“Namun juga program yang memberdayakan masyarakat seperti pelatihan yang dapat dijadikan usaha,” ucapnya.
Kendala yang dihadapi pokmas
Pengawas Pokmas Mangrove Unggul bernama Kelik mengatakan, meski terlihat lancar, pokmas seringkali menemukan kendala saat penanaman mangrove.
“Ombak besar seringkali menghanyutkan mangrove yang telah ditanam. Pemilihan mangrove juga tidak boleh asal dan harus disesuaikan dengan lokasi penanaman agar hasilnya maksimal,” ujar dia.
Ia pun berharap BRGM memberikan badan pengawas yang bisa melakukan monitoring terhadap pertumbuhan mangrove sehingga program penanaman bisa terus dilanjutkan.
Baca juga: Wisata Mangrove Lubuk Kertang Langkat, Bisa Dapat Edukasi hingga Kulineran
Adapun Kepala Kelompok Kerja Rehabilitasi Wilayah Sumatera Onesimus Patiung mengatakan, rehabilitasi mangrove terus dijalankan sesuai dengan program ekonomi biru.
“Tahun lalu, kami telah melakukan rehabilitasi mangrove di Sumatera Utara seluas 7.559 ha. Kami juga akan menjalankan program pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan perekonomian masyarakat,” paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Lahan-Mangrove-di-Sumatera-Utara.jpg)