Ramadhan 1443 Hijriyah

Waktu Yang Tepat Peringati Nuzulul Quran Ramadhan, Amalan Ini Dianjurkan Bagi Umat Muslim

Nuzulul Quran merupakan sejarah dan peristiwa turunnya Al Quran. Dosen Ahli

Editor: Dedy Kurniawan
Ist
Seorang Anak Membaca Al Quran dan Doa 

TRIBUN-MEDAN.com - Menjelang pertengan puasa Ramadhan 2022, umat muslim akan menyambut waktu yang mulia. 

Pada tanggal 17 Ramadan 1443 H diperingati perstiwa besar, yakni Nuzulul Quran.

Nuzulul Quran merupakan sejarah dan peristiwa turunnya Al Quran.

Dosen Ahli Ilmu Hukum Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr Syahrul Anwar, menjelaskan riwayat peristiwa Nuzulul Quran terjadi secara bertahap.

Baca juga: Doddy Sudrajat Bantah Dirinya tak Punya Kerja, Kini Ngaku Punya Pekerjaan Sekantor Sama Mantan Istri


 
Pertama, Al Quran diturunkan secara berangsur dari Lauhu Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia).

Kemudian, Al Quran diturunkan dari Baitul Izzah diturunkan ke bumi.

Pada tahapan ini, Al Quran juga diturunkan secara berangsur sesuai dengan persitiwa yang ada pada masa nabi.

Baca juga: Soal Korban Begal Jadi Tersangka Bunuh Pelaku, Pertanyaan Wartawan Cara Hindari Begal Viral

Berikutnya semua penurunan Al Quran pun melewati Malaikat Jibril sebagai penyampai wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.

Adapun waktu yang tepat kapan Nuzulul Quran terjadi dan diperingati menilik kembali pada sejarahnya.

Baca juga: Di Depan Maia, Angelina Sondakh Ingin Menikah Lagi, Mengaku Ingin Dapat Suami Seperti Irwan Mussry


 
Sebagian ulama berpendapat Al Quran di malam Lailatur Qadar.

Namun, sebagian besar jumhur ulama juga menyebut Nuzulul Quran terjadi pada 17 Ramadan.

Dr Syahrul Anwar menjelaskan pada 17 Ramadan itulah merupakan permulaan turunya Al Quran.

Peristiwa itu terjadi saat Rasulullah SAW telah berusia 40 tahun karena terjadi peristiwa Nubuwwah.

Baca juga: Lili Pintauli Dilaporkan, Diduga Terima Gratifikasi MotoGP Mandalika, ICW: Bisa Dipidana

Demikian Nubuwwah artinya di usia 40 tahun tersebut seseorang sudah memiliki kecakapan di dalam bersikap dan berdakwah.

Sebelum mendapatkan wahyu Nabi Muhammad SAW memang sudah sering melakukan perenungan (berkhalwat) di gua Hira.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved