Berita Deliserdang

TEGA KALI, RSUD Amri Tambunan Disebut Tolak Pasien Bayi Prematur dan Akhirnya Meninggal 

RSUD Amri Tambunan memberikan pelayanan yang sangat buruk, hingga ada bayi prematur meninggal dunia

Tayang:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Intan Sari (ibu bayi prematur), duduk dekat jenazah anaknya yang meninggal usai ditolak di RSUD Amri Tambunan Selasa, (12/4/2022). 

Saat menceritakan kisah cucunya itu, Surya Darma yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Bidang Kerohanian DPD Partai Golkar Deliserdang itu sempat menangis.

Dia mengatakan, cucunya itu hanya 30 menit saja di RSUD Amri Tambunan

"Bukannya dirujuk, malah dibilang carikanlah rumah sakit lain. Sudah saya bilang, tolonglah bu ditangani dulu. Mereka bilang enggak sanggup, katanya alatnya enggak cukup, alatnya habis terpakai," kata Surya Darma. 

Baca juga: LAYANAN Covid-19 di RSUD Amri Tambunan Berbayar, Bupati Ashari Kaget: Siapa yang Bilang?

Karena cucunya cuma dilihat-lihat saja tanpa ditangani, Surya Darma kemudian membawa bayi malang itu ke RS Grand Med.

Setibanya di RS Grand Med, cucunya langsung ditangani dengan baik hingga pukul 17.00 WIB.

"Di Grand Med bagus kali pelayanannya. Mereka bilang, sabar ya pak, kami tangani dahulu. Kenapa di Grand Med bisa ditangani dahulu dan di RSUD Amri Tambunan enggak diapa-apain. Oknum pegawai RSUD itu yang saya lihat enggak ada akhlak," kata Surya Darma dengan nada kesal. 

Ia merasa diperlakukan seperti gelandangan saat berada di RSUD Amri Tambunan

Kendati sempat ditangani di RS Grand Med, cucunya kemudian dirujuk kembali ke RS Bina Kasih.

Karena di RS Bina Kasih biaya perawatan begitu mahal, pada Senin (11/4/2022) kemarin cucunya dibawa pulang.

Pada hari ini, Selasa (12/4/2022), cucu Surya Darma mengembuskan nafas terakhirnya.(dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved