Berita Deliserdang

TEGA KALI, RSUD Amri Tambunan Disebut Tolak Pasien Bayi Prematur dan Akhirnya Meninggal 

RSUD Amri Tambunan memberikan pelayanan yang sangat buruk, hingga ada bayi prematur meninggal dunia

Tayang:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Intan Sari (ibu bayi prematur), duduk dekat jenazah anaknya yang meninggal usai ditolak di RSUD Amri Tambunan Selasa, (12/4/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,DELISERDANG- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Amri Tambunan benar-benar tega dan dianggap kejam oleh Surya Darma.

Pasalnya, RSUD Amri Tambunan menolak bayi prematur yang membutuhkan perawatan.

Akibat penolakan itu, bayi prematur yang merupakan cucu dari Surya Darma tersebut meninggal dunia.

Direktur RSUD Amri Tambunan, dr Hanif Fahri yang berkali-kali dikonfirmasi tak mau menjawab kenapa pihaknya menolak bayi malang tersebut.

Sementara itu, Humas RSUD Amri Tambunan, Sri Rezeki awalnya mengaku akan memberikan keterangan secara tertulis.

Baca juga: Rencana Pasien Covid-19 Mau Diduitkan RSUD Amri Tambunan, DPRD Bereaksi Keras: Darimana Dasarnya

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, keterangan yang dijanjikan tak kunjung dikirim oleh Sri Rezeki. 

Wakil Direktur RSUD Amri Tambunan, dr Erlinda juga memilih sikap serupa. 

Ketika dikonfirmasi via selular, ia cepat-cepat memutuskan sambungan telepon. 

"Saya lagi rapat," katanya memutus kontak.

Diketahui, bayi prematur yang akhirnya meninggal dunia itu adalah anak pasangan M Fahrur Rozi dan Intan Sari.

Mereka merupakan warga Desa Sekip, Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang.

Menurut Surya, cucunya itu lahir pada Minggu (10/4/2022) di klinik yang ada di Desa Sekip.

Baca juga: Soal Dugaan Cari Untung dari Pandemi, Direktur RSUD Amri Tambunan Kepanasan, Bupati Kecolongan

Karena kondisi bayi yang butuh perawatan, bayi tersebut kemudian dirujuk ke RSUD Amri Tambunahn.

Sayangnya, setiba di RSUD Amri Tambunan, bayi malang itu tidak ditangani.

"Kecewa kali lah sama RSUD Amri Tambunan ini. Sampai di rumah sakit, mereka bilang anak enggak bisa ditangani. Alasannya alat-alat habis," kata Surya Darma, Selasa (12/4/2022).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved