News Video

Kemegahan Masjid Al Musabbihin di Komplek Perumahan Tasbi, Biaya Renovasinya Mencapai Rp 14 Milliar

Masjid Al Musabbihin sangatlah mega. Hal itu terlihat dari tampilan arsitektur bangunannya yang memadukan berbagai corak budaya. 

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Masjid Al Musabbihin sangatlah mega. Hal itu terlihat dari tampilan arsitektur bangunannya yang memadukan berbagai corak budaya. 

Bangunan masjid berlantai tiga ini baru saja akan menyelesaikan tahap renovasi. Tidak tangung tanggung biaya renovasi masjid ini diperkirakan menelan biaya Rp 14 milliar. 

Kemegahan Masjid Al Musabbihin dapat dilihat dari kuba masjid yang berwarna hijau. Masjid yang terletak di komplek perumahan Taman Indah Setia Budi (Tasbi) ini,  memiliki dinding dinding sekitar 10 meter yang dilukis tulisan kaligrafi Arab. 

Saat berkunjung kesana, kita akan melihat 10 tiang penyangga masjid dengan batu granit berwana abu abu. 

Wakil Sekretaris Ikatan Muslim Tasbih, Amir Hamzah Lubis mengatakan, renovasi masjid sudah dimulai sejak tahun 2018 lalu. 

Arsitekturnya dirancang menggunakan model bangunan Futuristik terkini yang mengkolaborasikan jenis bangunan masjid yang ada di Indonesia serta sejumlah negara. 

"Sejak 2018 ini direnovasi dan sudah hampir selesai. Bangunannya menggabungkan jenis arsitektur masjid seperti yang ada di Aceh hingga yang ada di Arab. Kira kira perbaikannya menggunakan anggaran senilai Rp 12 sampai Rp 14 milliar," ujar Amir kepada Tribun, Jumat (8/4/2022) 

Masjid Musabbihin sendiri dibangun pada tahun 1985 oleh sejumlah warga yang ada di komplek Tasbi. Diawal berdirinya, masjid ini dibangun cukup sederhana. 

Namun belakang hari, berkat sumbangan masyarakat disana, kini masjid dapat diperbesar dang dibangun dengan mega.  Selain bangunan masjid, saat ini turut dibangun rumah dinas bagi para imam masjid disana. 

"Dulu tidak begitu luas, sekarang ini ada bangunan baru yang sedang dikerjakan dan menjadi lebih luas. Saat ini kita juga rencanakan pembangunan rumah dinas bagi imam masjid," kata Amir. 

Saat ramadan berbagai macam kegiatan pun dilaksanakan disana. Salah satunya berbuka puasa bersama. 

Amir bilang, setiap hari, pihak masjid melaksanakan acara buka bersama dengan para jamaah. Hidangan  buka puasa merupakan sumbang masyarakat yang dikumpulkan oleh pengurus masjid. 

"Kalau untuk menu buka puasa tidak ada yang khusus. Karena menu buka puasanya adalah sumbangan dari warga yang ada disini. Setiap hari kira kira ada 50 sampai 100 paket berbuka yang kita sediakan," ujar Amir. 

Selain itu, ada juga kegiatan lainya seperti pengajian, tadarus dan salat tarawih. 

Kata Amir kegiatan itu baru bisa dilakukan secara komplit pada tahun ini sejak adanya kelonggaran usai adanya badai pandemi covid-19. 

"Kalau pengajian kita adakan baru tahun ini, rencana kita akan lakukan pengajian akbar pada hari 17 ramadan. Selain itu ya kegiatan seperti salat tarawih dan tadarus," kata dia.

(cr17/www.tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved