Breaking News

Perang Rusia vs Ukraina

Dampak Sanksi Energi Rusia, Kini Jerman Dapat Ganjaran Harus Pakai Kayu Bakar Untuk Memasak!

“Saya punya kompor di setiap kamar, dan jika karena suatu hal tiba-tiba gas mati atau kita kekurangan energi, setidaknya saya punya kemampuan untuk

Tayang:

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Invasi Rusia ke Ukraina mengakibatkan harga gas mengalami lonjakan.

Hal ini membuat penggunaan gas dikurangi, satu di antaranya di negara Jerman.

Masyarakat Jerman mulai mengurangi penggunaan gas, dengan beralih ke kayu bakar dan batu bara.

Jerman mengumumkan peringatan dini perihal gangguan pasokan gas pada Rabu (30/3/2022).

Hal tersebut dilakukan sebagai satu bentuk antisipasi jika Rusia menghentikan pengiriman gas ke Jerman.

Dikutip dari Tribunnews, masyarakat Jerman menggunakan gas sebagai sumber pemanas listrik di rumah mereka.

Jika nantinya Rusia tidak lagi mengirimkan gas ke Jerman, tentunya Jerman akan kesulitan memenuhi permintaan warganya.

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck, meminta agar masyarakat mengurangi penggunaan gas.

Meskipun diperkirakan, nantinya pasokan gas ke Jerman akan kembali stabil.

Beralihnya penggunaan gas ke kayu bakar sudah diterapkan oleh satu warga Jerman yakni Susanne Gaden.

Meskipun memiliki pemanas listrik, namun Gaden tetap memesan kayu bakar untuk persediaan musim dingin.

“Saya punya kompor di setiap kamar, dan jika karena suatu hal tiba-tiba gas mati atau kita kekurangan energi, setidaknya saya punya kemampuan untuk tetap berswasembada. Ini sedikit menabung untuk hari hujan." ujar Susanne Gaden.

Hal senada juga diungkapkan oleh seorang pemilik dealer bahan bakar di Jerman yakni Richard Koegler.

Koegler mengatakan jika warga Jerman gemar menyimpan kayu bakar dan batu bara.

Koegler juga menjelaskan, warga Jerman tak lagi memesan gas akibat harga yang mahal dan persediaan terbatas.

"Mereka tidak memesan karena gas menjadi sangat mahal, mereka memesan karena khawatir tidak akan mendapatkan apa-apa." ungkap Koegler.

Kebijakan menghemat gas tersebut dikeluarkan seusai Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam Jerman.

Ancaman tersebut berisikan Rusia tidak akan menjadi pemasok sepertiga gas ke Eropa jika tidak mau membayar menggunakan mata uang rubel.

(Tribun-video.com/Tribunnews.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved