Info Kesehatan
CARA Mendeteksi Penyakit Ginjal Sejak Dini, Berikut Tips Mencegahnya
Menurut kepala unit HD RS USU Dr Riri Andri Muzasti, penyakit ginjal bisa disembuhkan apabila gejala masih dalam keaadan ringan.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Hari ginjal sedunia, Rumah Sakit USU unit Poli Hemodialisa(HD) adakan webinar edukasi pencegaham dini penyakit ginjal, Kamis (17/3/2022).
Menurut kepala unit HD RS USU Dr Riri Andri Muzasti, penyakit ginjal bisa disembuhkan apabila gejala masih dalam keaadan ringan.
Riri menjelaskan, untuk mengetahui apakah terkena ginjal atau tidak, ada beberapa ciri-cirinya
Diantaranya warna air seni berubah menjadi merah ataupun berbusa saat buang air kecil, itu sudah menjadi ciri bahwa seseorang kena penyakit gejala Ginjal.
Baca juga: Ruangan ICU Covid-19 di RSUD Pirngadi Resmi Dibuka, Ada 20 Tempat Tidur dan Fasilitas Cuci Darah
"Mudah sekali hanya ada satu cara cepat melihat apakah ginjal masih aman atau tidak yaitu melihat air seni kita, karena pada dasarnya air seni itu bening," ucapnya.
Selain itu, untuk pencegahan awal dikatakan Riri, masyarakat dianjurkan untuk rutin medical check up tubuh masing-masing.
"Harus rutin medical check up, terus harus makan-makanan yang sehat kemudian harus banyak banyak minum minimal 2 liter sehari," ucapnya.
Dikatakan Riri di Sumut masyarakat terpapar ginjal setiap tahunnya meningkat.
"Dulu awal buka poli itu pasien hanya 5 namun sekarang bisa mencapai puluhan itu yang udah rutin cuci darah di RS USU saja dan setiap tahunnya pasti mengalami peningkatan," tuturnya.
Untuk di RS USU ini ada satu anak-anak yang sudah terkena penyakit ginjal kurang lebih tiga tahun lamanya.
"Penyakit ginjal ini juga bisa terkena pada anak kecil ataupun menuju remaja, hal itu disebabkan beberapa faktor," katanya
Baca juga: Ruangan ICU Covid-19 di RSUD Pirngadi Resmi Dibuka, Ada 20 Tempat Tidur dan Fasilitas Cuci Darah
Beberapa faktor anak terserang penyakit ginjal menurut Riri adalah pada saat kehamilan sang ibu tidak melahirkan sesuai waktu, polah hidup bersih dan sehat tidak diterapkan.
"Sekarang banyak ibu-ibu yang mau lahiran di tanggal cantik dan hal-hal yang bisa berfek pada bayi, padahal untuk pencegahan ginjal biarkan bayi sesuai waktunya, kemudian jaga pola makan sang anak," ucapnya.
Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat untuk mendeteksi kesehatan tubuh secara rutin agar cepat dalam penanganan medis.
"Jangan takit untuk cek kesehatan dan jangan mencoba komsumsi obat berdasarkan ucapan kawan dan lain sebagainya, karena itu bisa berakibat fatal untuk tubuh," ucapnya.