Rusia vs Ukraina
Sudah Dua Kali Pertemuan, Rusia-Ukraina Belum Ada Juga Hasil Kesepakatan, Ternyata Ada Pengkhianat
Sebelumnya, pertemuan pertama delegasi Rusia dan Ukraina berlangsung di perbatasan Ukraina-Belarus pada Senin (28/2/2022) sore waktu setempat.
Denis Kireev, seorang mantan wakil ketua Oschadbank Ukraina, dilaporkan dibunuh oleh Dinas Keamanan Ukraina (SBU), lembaga negara yang bertugas di ranah kontra-intelejen dan kontra-terorisme.
Media Ukraina, Ukrainska Pravda, mengaku mendapatkan informasi tersebut dari sumber yang berada di lingkar dalam pemerintahan. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Ukraina.
“Menurut sumber di lingkaran politik, Dinas Keamanan punya bukti jelas pengkhianatan Denis Kireev, termasuk percakapan telepon,” demikian tulis Ukrainska Pravda, Sabtu (5/3/2022).
Kireev dilaporkan ditembak mati ketika melawan saat hendak ditangkap SBU. Belum diketahui tanggal kematian delegasi Ukraina tersebut. Sumber Ukrainska Pravda sebatas mengatakan “dia sudah mati.”
Denis Kireev ikut dalam delegasi Ukraina yang melakukan perundingan pertama dengan Rusia di Gomel, Belarusia pada Senin (28/2/2022) lalu.
Kabar kematian Kireev juga diwartakan oleh kantor berita Rusia, RIA Novosti.
Melalui kanal Telegramnya, RIA mengaku mendapatkan informasi dari salah satu deputi Rada (parlemen) Ukraina.
Sejauh ini, perundingan Rusia-Ukraina sendiri telah berlangsung dua kali.
Perundingan kedua ini digelar pada Kamis (3/3/2022) kemarin di dekat perbatasan Belarusia-Polandia.
Namun lagi-lagi tidak ada kesepakatan final yang dicapai dari dua sesi perundingan.
Hasil perundingan kedua ini, masing-masing pihak sebatas menyepakati gencatan senjata sementara untuk mengevakuasi warga sipil dari sejumlah kota.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy meluapkan amarahnya dengan mengkritik NATO karena menolak untuk memberlakukan zona larangan terbang di atas Ukraina.
Zelenskyy juga mengatakan bahwa dengan menolak untuk memberlakukan zona larangan terbang, ia menganggap NATO telah memberikan lampu hijau untuk pemboman kota-kota dan desa-desa Ukraina.
Sebelumnya, pada Jumat (4/3/2022) kemarin, NATO menolak untuk memberlakukan zona larangan terbang di Ukraina karena hal itu dapat memicu perang yang meluas di Eropa dengan Rusia yang bersenjata nuklir.
Melalui Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg menyatakan bahwa upaya zona larangan terbang itu bukan menjadi pilihan yang dipertimbangkan oleh aliansi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pertemuan-negosiator-rusia-dan-ukraina.jpg)